Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.155


__ADS_3

Sameera yang melihat Abdy masuk ke dalam ruangan, Aby,


melihatnya dalam pandangan tidak senang , karna menurutnya adik dari Aby ini


cuman menggangunya berduaan dengan Aby.


Sementra Aby yang melihat adiknya masuk ke dalam ruangannya


tampa mengetuk pintu, merasa heran karna itu bukan kebiasaan Abdy, main nyosor


masuk ke dalam ruangannya.


“Kamu kenapa Dy?” Aby melihat ke arah Abdy, lalu kembali


pokus melihat ke arah komputernya karna saat ini Aby tengah mengecek semua


email yang masuk ke dalam komputernya.


Abdy yang mendengar pertanyaan kakaknya berkata. “Ada


sesuatu yang sangat penting yang ingin aku katakan padamu Bos.” Abdy melihat ke


arah Sameera yang kini terus melihat ke arahnya.


“Katakan saja, apa yang ingin kamu katakan!”


“Ini sangat rahasia bos, aku takut jika aku mengatakannya di


depan orang lain, dan itu akan membuatnya yawnya kembali teramcam.” Kembali


melihat ke arah wajah Sameera yang kini tengah menatapnya “Ya siapa sangka di


antara kita ada yang akan melakukan hal buruk itu lagi. Kita kan tidak pernah


tau apa yang ada di dalam pemikiran kita masing-masing.” Apan Abdy tersenyum


ketika selesai mengatakan itu.


Abdy sengaja mengatakan itu, karna mendengar semua cerita


Lisa, kalau kakak iparnya telah di ikat di rumah sakit selama beberapa bulan


ini. Dan semenjak hari di mana istri Aby di nyatakan meninggal. Sameera tidak


pernah berhenti mendekati Aby, itulah yang ada di dalam benak Abdy saat ini.


Sameera yang mendengar ucapan Abdy merasa sedikit


tersinggun, dengan apa maksud dari ucapan Abdy barusan. “Maksud kamu apa?


Berbicara sambil melihat ke arahku. Dan aku juga tidak pernah melakukan ha yang


buruk kepada siapapun.” Sameera salah tingkah dengan apa yang baru saja di


katakannya. Mungkin karna mengingat kesalahan yang telah di lakukan oleh Becca


istri Aby jadinya salah tingkah seperti itu.


Abdy yang mendengar semua ucapan Sameera berkata. “Perasaan


aku tidak pernah mengatakan kalau anda melakukan hal yang buruk Nona Sameera.”


Abdy memainkan jari telunjuknya di bagian dagunya sambil melihat ke arah Sameera


“Oh, atau jangan-jangan kamu memang pernah melakukan hal yang buruk kepada


orang lain.” Abdy tersenyum sinis ketika selesai mengatakan itu.

__ADS_1


Aby yang melihat perdebatan Sameera dengan adiknya melerai


sambil berkata. “Sudah! Hentikan! Apa yang kalian berdua lakukan? Ini kantor


bukan pasar.” Aby memperdengarkan suara datarnya dan itu membuat Sameera dan


Abdy merasa sangat terkejut.


Sameera mulai merasa tidak nyaman tinggal lama di dalam


ruangan Aby. Namun karna masih penasaran dengan apa yang akan Abdy katakan


kepada kakanya, Hingga akhirnya Sameera memilih duduk manis di depan Aby.


“Dy, katakan apa yang ingin kamu katakan.” Aby masih


berbicara datar sambil melihat ke arahnya dan itu membuat Abdy merasa sedikit


takut, namun untuk memberitahukan kabar gembira ini Abdy masih betah tinggal di


dalam ruangan kakanya.


“Bos, ada sesuatu yang sangat penting yang ingin aku kataka,


tapi aku tidak bisa mengatakan di depan orang lain.” Abdy menatap wajah Aby


ketika mengatakan itu.


Aby yang mengerti dengan apa yang di maksud adiknya, melihat


ke arah Sameera. Dan Sameera yang mengerti pandangan Aby beranjak dari duduknya


dan berjalan keluar dari dalam ruangan Aby dalam keadaan yang begitu sangat


kesal.


“Rahasia apa sih! Yang ingin di katakan Abdy rese itu kepada


berjalan keluar dari dalam ruangan Aby “Tidak! Aku harus tau, rahasia penting


apa yang akan Abdy katakan kepada kakanya.” Sameera membuka pintu ruangan Aby,


namun tidak menutupnya dengan rapat sehingga suara dari dalam ruangan Aby masih


terdengar jelas di telinganya.


“Sekarang katakan rahasia apa yang ingin kamu katakan?” Aby


berkata santai sambil kembali duduk di kursi kebesarannya.


Mendengar ucapan kakaknya, Abdy menarik napasnya, lalu membuangnya


secara peralahan kemudain berkata. “Kakak ipar masih hidup.” Hanya itu kata


yang keluar dari mulut Abdy.


Aby yang mendengar kata yang keluar dari dalam mulut Abdy


merasa begitu sangat terkejut dan tidak percaya, karna terkejut Aby lansung


berdiri dan kursi yang di tempatinya duduk terpental jauh ke belakang.


“Apa!” menatap tajam ke arah Abdy “Apa kamu sadar? Dengan


apa yang barusan kamu katakan, hem?” Aby nampak sangat kesal ketika mengatakan


soal istrinya.

__ADS_1


 Istri yang begitu


sangat di rindukannya, bahkan sampai saat ini Aby masih berharap akan ada


keajaiban yang datang menghampirina, karna jujur sampai saat ini Aby masih


tidak percaya kalau istrinya telah tiada, karna sampai saat ini pihak polisi


belum pernah menemukan jasad istrinya, dan itu membuat Aby yakin kalau istrinya


masih hidup.


“Iya bos, aku sadar dengan apa yang baru saja aku kataka.


Bahkan aku melihat lansung wajah kakak ipar, meskipun hanya lewat panggilan


Vidio call.” Abdy mengatakan semuanya dan itu membuat Aby tersenyum, senyum pertama


yang di lihatnya selama beberapa bulan ini sejak berita kabar kematian kakak iparnya


senyum itu hilang begitu saja.


“Benarkah? Dimana kamu melihatnya? Dan bawa aku sekarang


menemui kakak iparmu.” Aby terlihat begitu sangat senang dan bahagia, karna merasa


senang dan bahagia Aby tidak menyadari dirinya tengah memeluk dan mencium


seluruh wajah Abdy “Oh, Abdy,aku sangat bahagia mendengar kabar ini, cepat,


cepat, cepat Abdy bawa aku ke menemuinya.” Aby telihat tidak sabar untuk segera


menemui istrinya, istri yang begitu sangat di rindukannya.


Abdy yang mendapat ciuman bertubi-tubi di wajahnya berkata.


“Hentikan bos, sisakan ciumanmu untuk kakak ipar nanti, jangan sampai kakak


ipar mengeluhkan itu nantinnya.” Abdy tersenyum melihat ke arah wajah Aby kini


tidak berhenti tersenyum karna merasa begitu sangat senang.


Sementara Sameera begitu sangat terkejut, ketika mendengar


percakapan kedua saudara itu di dalam ruangan. Sameera tidak menyangka kalau


Abdy akan menemukan keberadaan Rebecca. Karna merasa begitu sangat terkejut


Sameera mengeluarkan hapenya dari dalam tasnya, lalu menghubungi para anak


buahnya yang menjaga Becca selama berada di rumah sakit di Paris.


“Kalian semua memang benar-benar bodo! Kenapa kalian sampai


bisa kehilangan wanita itu? Mengjaga wanita satu saja kalian tidak becus.”


Sameera tidak berhenti mengumpat kesal kepada para anak buahnya, dan tidak


menyadari kalau saat ini Aby dan Abdy tengah berdiri di belakangnya.


Setelah memutuskan sambungan telpon dari para anak buahnya,


Sameera berbalik dan begitu sangat terkejut ketika melihat Aby dan Abdy tengah


berdiri di belakangnya dan menatap tajam ke arahnya. Dan untuk menghilangkan


keterkejutanya, Sameera pun berkata.

__ADS_1


“Eh, Aby, Abdy. Kalian sudah lama berdiri disitu?” Sameera


pura-pura tersenyum ramah untuk menutupi kegugupannya.


__ADS_2