
Sameera yang melihat Abdy masuk ke dalam ruangan, Aby,
melihatnya dalam pandangan tidak senang , karna menurutnya adik dari Aby ini
cuman menggangunya berduaan dengan Aby.
Sementra Aby yang melihat adiknya masuk ke dalam ruangannya
tampa mengetuk pintu, merasa heran karna itu bukan kebiasaan Abdy, main nyosor
masuk ke dalam ruangannya.
“Kamu kenapa Dy?” Aby melihat ke arah Abdy, lalu kembali
pokus melihat ke arah komputernya karna saat ini Aby tengah mengecek semua
email yang masuk ke dalam komputernya.
Abdy yang mendengar pertanyaan kakaknya berkata. “Ada
sesuatu yang sangat penting yang ingin aku katakan padamu Bos.” Abdy melihat ke
arah Sameera yang kini terus melihat ke arahnya.
“Katakan saja, apa yang ingin kamu katakan!”
“Ini sangat rahasia bos, aku takut jika aku mengatakannya di
depan orang lain, dan itu akan membuatnya yawnya kembali teramcam.” Kembali
melihat ke arah wajah Sameera yang kini tengah menatapnya “Ya siapa sangka di
antara kita ada yang akan melakukan hal buruk itu lagi. Kita kan tidak pernah
tau apa yang ada di dalam pemikiran kita masing-masing.” Apan Abdy tersenyum
ketika selesai mengatakan itu.
Abdy sengaja mengatakan itu, karna mendengar semua cerita
Lisa, kalau kakak iparnya telah di ikat di rumah sakit selama beberapa bulan
ini. Dan semenjak hari di mana istri Aby di nyatakan meninggal. Sameera tidak
pernah berhenti mendekati Aby, itulah yang ada di dalam benak Abdy saat ini.
Sameera yang mendengar ucapan Abdy merasa sedikit
tersinggun, dengan apa maksud dari ucapan Abdy barusan. “Maksud kamu apa?
Berbicara sambil melihat ke arahku. Dan aku juga tidak pernah melakukan ha yang
buruk kepada siapapun.” Sameera salah tingkah dengan apa yang baru saja di
katakannya. Mungkin karna mengingat kesalahan yang telah di lakukan oleh Becca
istri Aby jadinya salah tingkah seperti itu.
Abdy yang mendengar semua ucapan Sameera berkata. “Perasaan
aku tidak pernah mengatakan kalau anda melakukan hal yang buruk Nona Sameera.”
Abdy memainkan jari telunjuknya di bagian dagunya sambil melihat ke arah Sameera
“Oh, atau jangan-jangan kamu memang pernah melakukan hal yang buruk kepada
orang lain.” Abdy tersenyum sinis ketika selesai mengatakan itu.
__ADS_1
Aby yang melihat perdebatan Sameera dengan adiknya melerai
sambil berkata. “Sudah! Hentikan! Apa yang kalian berdua lakukan? Ini kantor
bukan pasar.” Aby memperdengarkan suara datarnya dan itu membuat Sameera dan
Abdy merasa sangat terkejut.
Sameera mulai merasa tidak nyaman tinggal lama di dalam
ruangan Aby. Namun karna masih penasaran dengan apa yang akan Abdy katakan
kepada kakanya, Hingga akhirnya Sameera memilih duduk manis di depan Aby.
“Dy, katakan apa yang ingin kamu katakan.” Aby masih
berbicara datar sambil melihat ke arahnya dan itu membuat Abdy merasa sedikit
takut, namun untuk memberitahukan kabar gembira ini Abdy masih betah tinggal di
dalam ruangan kakanya.
“Bos, ada sesuatu yang sangat penting yang ingin aku kataka,
tapi aku tidak bisa mengatakan di depan orang lain.” Abdy menatap wajah Aby
ketika mengatakan itu.
Aby yang mengerti dengan apa yang di maksud adiknya, melihat
ke arah Sameera. Dan Sameera yang mengerti pandangan Aby beranjak dari duduknya
dan berjalan keluar dari dalam ruangan Aby dalam keadaan yang begitu sangat
kesal.
“Rahasia apa sih! Yang ingin di katakan Abdy rese itu kepada
berjalan keluar dari dalam ruangan Aby “Tidak! Aku harus tau, rahasia penting
apa yang akan Abdy katakan kepada kakanya.” Sameera membuka pintu ruangan Aby,
namun tidak menutupnya dengan rapat sehingga suara dari dalam ruangan Aby masih
terdengar jelas di telinganya.
“Sekarang katakan rahasia apa yang ingin kamu katakan?” Aby
berkata santai sambil kembali duduk di kursi kebesarannya.
Mendengar ucapan kakaknya, Abdy menarik napasnya, lalu membuangnya
secara peralahan kemudain berkata. “Kakak ipar masih hidup.” Hanya itu kata
yang keluar dari mulut Abdy.
Aby yang mendengar kata yang keluar dari dalam mulut Abdy
merasa begitu sangat terkejut dan tidak percaya, karna terkejut Aby lansung
berdiri dan kursi yang di tempatinya duduk terpental jauh ke belakang.
“Apa!” menatap tajam ke arah Abdy “Apa kamu sadar? Dengan
apa yang barusan kamu katakan, hem?” Aby nampak sangat kesal ketika mengatakan
soal istrinya.
__ADS_1
Istri yang begitu
sangat di rindukannya, bahkan sampai saat ini Aby masih berharap akan ada
keajaiban yang datang menghampirina, karna jujur sampai saat ini Aby masih
tidak percaya kalau istrinya telah tiada, karna sampai saat ini pihak polisi
belum pernah menemukan jasad istrinya, dan itu membuat Aby yakin kalau istrinya
masih hidup.
“Iya bos, aku sadar dengan apa yang baru saja aku kataka.
Bahkan aku melihat lansung wajah kakak ipar, meskipun hanya lewat panggilan
Vidio call.” Abdy mengatakan semuanya dan itu membuat Aby tersenyum, senyum pertama
yang di lihatnya selama beberapa bulan ini sejak berita kabar kematian kakak iparnya
senyum itu hilang begitu saja.
“Benarkah? Dimana kamu melihatnya? Dan bawa aku sekarang
menemui kakak iparmu.” Aby terlihat begitu sangat senang dan bahagia, karna merasa
senang dan bahagia Aby tidak menyadari dirinya tengah memeluk dan mencium
seluruh wajah Abdy “Oh, Abdy,aku sangat bahagia mendengar kabar ini, cepat,
cepat, cepat Abdy bawa aku ke menemuinya.” Aby telihat tidak sabar untuk segera
menemui istrinya, istri yang begitu sangat di rindukannya.
Abdy yang mendapat ciuman bertubi-tubi di wajahnya berkata.
“Hentikan bos, sisakan ciumanmu untuk kakak ipar nanti, jangan sampai kakak
ipar mengeluhkan itu nantinnya.” Abdy tersenyum melihat ke arah wajah Aby kini
tidak berhenti tersenyum karna merasa begitu sangat senang.
Sementara Sameera begitu sangat terkejut, ketika mendengar
percakapan kedua saudara itu di dalam ruangan. Sameera tidak menyangka kalau
Abdy akan menemukan keberadaan Rebecca. Karna merasa begitu sangat terkejut
Sameera mengeluarkan hapenya dari dalam tasnya, lalu menghubungi para anak
buahnya yang menjaga Becca selama berada di rumah sakit di Paris.
“Kalian semua memang benar-benar bodo! Kenapa kalian sampai
bisa kehilangan wanita itu? Mengjaga wanita satu saja kalian tidak becus.”
Sameera tidak berhenti mengumpat kesal kepada para anak buahnya, dan tidak
menyadari kalau saat ini Aby dan Abdy tengah berdiri di belakangnya.
Setelah memutuskan sambungan telpon dari para anak buahnya,
Sameera berbalik dan begitu sangat terkejut ketika melihat Aby dan Abdy tengah
berdiri di belakangnya dan menatap tajam ke arahnya. Dan untuk menghilangkan
keterkejutanya, Sameera pun berkata.
__ADS_1
“Eh, Aby, Abdy. Kalian sudah lama berdiri disitu?” Sameera
pura-pura tersenyum ramah untuk menutupi kegugupannya.