Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.162


__ADS_3

Setelah drama kedua adik kakak itu selesai. Mereka semua pun


bersiap untuk pergi ke luar kota, sekaligaus liburan menurut mereka berempat.


Lisa berjalan masuk ke dalam kamar Aby, karna ingin membantu


Becca mengemas pakaian yang akan di bawa ke luar kota, begitupun dengan Aby


yang ikut masuk ke dalam kamarnya karna ingin juga mempersiapakan pakaian yang


akan ia kenakan untuk pertemuannya nanti dengan kliennya di sana.


Abdy yang melihat mereka bertiga masuk ke dalam kamar yang


sama berkata, “Lis, kamu bantu aku juga ya?” tersenyum manis melihat ke arah


Lisa yang kini ingin masuk ke dalam kamar Aby.


“Lakukan saja sendiri! Memangnya kamu tidak punya tangan!”


ucap Lisa jutek kepada Abdy.


“Ya, ampun Lis, kamu itu kenapa jadi jutek banget sih? Aku kan


cuman minta kamu bantuin aku. Mau ya, ya, ya.” Abdy menaikkan ke dua alisnya


ketika mengatkan itu kepada Lisa.


Aby yang melihat perdebatan keduanya, menarik tangan Becca


masuk ke dalam kamarnya, dan Becca hanya terdiam menuruti ketika tangannya di


tarik oleh Aby masuk ke dalam kamarnya.


Aby pun berkata. “Ya, sudah ya Lis, kamu selesaikan masalah


kamu dengan Abdy. Aku dan istriku akan masuk ke dalam kamar.” Aby menarik


tangan Becca masuk ke dalam kamar kemudian menutup pintunya.


Sementara Abdy yang melihat Aby masuk dan membawa istrinya


mausk ke dalam kamarnya, berjalan mendekat ke arah Lisa, dan lansung menarik


tangan Lisa untuk mengikuti langkahnya.


“Apa yang kamu lakukan?” Lisa berusaha melepas pegangan


tangan Abdy yang ada di pergelangan tangannya.


“Ikut aku! Kamu jangan banyak banyak bicara.” Abdy berjalan


masuk ke dalam kamarnya di ikuti oleh Lisa di belakangnya.


Abdy masuk ke dalam kamar yang di tempatinya selama menginap


di Apartmens Aby. Lalu menutup pintu kamar kemudian menguncinya.


“Hei.” Berteriak “Apa yang kamu lakukan?” Lisa berjalan ke


arah pintu ketika melihat Abdy mengunci pintu kamarnya.


Abdy yang mendengar teriakan Lisa berbalik, melihat ke arah


Lisa yang kini tengah menatap tajam ke arahnya.


Abdy pun berkata. “Banyak yang bisa kulakukan untukmu. Apa


kamu ingin tau apa saja yang bisa aku lakukan? Contohnya misalnya.” Abdy


berjalan mendekat ke arah Lisa ketika mengatakan itu.


Sementara Lisa berjalan mundur ketika melihat Abdy berjalan


mendekat ke arahnya. “Apa yang ingin kamu lakukan Dy.” Terkejut melihat tatapan


mata Abdy yang seperti ingin memakannya hidup-hidup.


Abdy yang mendengar ucapan Lisa berkata. “Apa kamu takut


padaku Lis? Dengan apa yang akan aku lakukan?” Abdy terus berjalan ke arah Lisa


ketika mengatakan itu.


“Tidak!, aku tidak takut denganmu” menantang “Memangnya


kenapa aku mesti takut? Kamu kan manusia bukan setan.” Lisa membalas tatapan


Abdy ketika mengatakan itu.


Lisa terus berjalan mundur dan tampa di sadari saat ini


kakinya tengah terbentur di pinggir tempat tidur dan itu membuatnya terduduk di


pinggir tempat tidur.


Abdy yang melihat Lisa terduduk di atas tempat tidurnya


tersenyum jail sambil berkata. “Apa sekarang kamu takut?” mendekatkan wajahnya


di depan wajah Lisa.


Lisa yang mendengar ucapan Abdy menundukkan wajahnya karna


merasa gugup dengan apa yang tengah di lakukan Abdy saat ini kepadanya.


Abdy yang melihat Lisa menundukkan wajahnya berkata. “Apa


kamu takut denganku Lis? hem.” Meraih dagu Lisa agar melihat ke arahnya.


Lisa pun melihat ke arah Abdy. Dan belum sempat ia menjawab


pertanyaan Abdy pintu kamar yang di tempatinya di ketuk keras dari luar.


Tokktookkkk.


Suara ketuka pintu dari luar, dan itu membuat Abdy dan Lisa


terkejut, mereka berdua melihat ke arah pintu namun Abdy tidak melepas


tangannya dari dagu Lisa.


“Abdy. Apa kamu sudah selesai bersiap?” suara Aby dari luar


kamarnya yang di temapti Abdy dan Lisa saat ini.


“Ah.” Menutup mata karna merasa kesal dengan suara Aby yang


dari luar kamarnya “Ini kakak kampret tidak mengerti saja dengan apa yang telah


di lakukan adiknya. Ah.” Melepas tangan dari dagu Lisa kemudian berjalan ke


arah pintu kamar lalu membukanya.


“Iya. Bos. Aku belum bersiap.” Mengaruk kepala sambil


melihat ke arah Lisa yang kini tengah membuka pintu lemarinya dan mengeluarkan


baju yang akan abdy kenakan di sana selama dua hari.


“Segerah bersiap, agar kita tidak sampai terlalu malam.” Aby


melihat ke arah Lisa kemudian melihat ke arah Abdy yang kini masih menggaruk


kepalanya.


Setelah mengatakan itu kepada adiknya, Aby kembali berjalan


ke arah kamarnya dan mendapati Becca tengah mengepas sendiri pakaiannya. Dan tampa

__ADS_1


Aby sadari Becca tengah menemukan buku pernikahan mereka yang tersimpan di


dalam laci lemarinya, dan juga menemukan cincin yang pernah Aby berikan


kepadanya dan kini Becca telah mengenakan cincin itu di jari manisnya tampa Aby


ketahui.


Becca tersenyum manis melihat ke arah aby yang kini tengah


berjalan mendekat ke arahnya. Becca pun berkata “Apa mereka berdua sudah


bersiap?” tersenyum “Kalau mereka sudah bersiap sekarang aku ingin mengganti


pakaianku.” Becca berjalan ke arah kamar mandi setelah mengatakan itu sambil


membawa pakaian yang akan di kenakannya.


Aby yang melihat istrinya bertingkah manis terhadapnya


tersenyum senang, karna jujur sudah sangat lama ia menanti tingkah istrinya


yang manis itu, mungkin karna terlalu meridukannya atau bagaima. (authornya


tidak tau itu)


Becca keluar dari dalam kamar mandi sambil mengenakan


pakaian yang di bawanya masuk. Yaitu celana jeans dan mengenakan baju kaos


singlet yang ketak dan itu memperlihatkan bentuk tubuhnya yang terlihat seksi


menurut Aby, karna saat ini punggun putih mulus Becca terekpos jelas di depan


mata Aby.


Aby ynag melihat istrinya berpakaian seksi seperti itu


menyatukan alisnya karna bingun melihat penampilan istrinya yang terlihat


menggoda menurutnya.


“Kamu hanya ingin mengenakan pakaian itu?” berjalan mendekat


ke arah Becca yang kini tengah menutup resletin kopernya.


“Iyap.” Hanya kata singkat itu yang keluar dari dalam mulut


Becca.


“Tidak! Kamu tidak boleh keluar kamar kalau kamu hanya


mengenakan pakaian seperti itu.”


Aby kembali memperlihatkan sipat posesifnya, selama Becca


kembali ke Apertemennya, karna ia tidak ingin bentuk tubuh istrinya di lihat


oleh orang lain. Karna hanya dirinya yang berhak melihat keindahan tubuh


istrinya, Egois mungkin iya yang kini Aby lakukan.


“Kenapa aku tidak boleh keluar? Apa ada yang salah dengan


pakaianku?” Becca melihat ke arah Aby ketika mengatakan itu.


Bingun! itulah yang telah Aby rasakan ketika Becca bertanya seperti


itu padanya, karna tidak tau apa yang harus di katakannya. Karna seandainya


Becca mengingat semuanya pasti ia tidak akan merasa bingun untuk menjelaskan


semuanya.


“Aku bilang tidak boleh. Ya tidak boleh! Karna aku tidak suka


melihat bajumu itu.” Jujur “Lihatlah punggunmu itu terlihat jelas oleh orang


Setelah mengatakan itu Aby berjalan keluar dari kamarnya dan


meninggalkan Becca sendiri dengan penuh kebingungan, bingun mendengar semua


kata yang keluar dari dalam mulut Aby.


“Kenapa dia?.” Bingun.


Becca berjalan ke arah lemari sambil memikirkan kata-kata


Aby yang melarangnya keluar dari dalam kamar kalau hanya mengenakan pakaian


itu.


Becca tidak menganti pakaiannya, melainkan mengeluarkan


jaket yang akan di kenakannya untuk menutupi punggunnya yang terlihat jelas


itu.


Selesai mengenakan jaket, Becca keluar kamar dan mendapati


Aby tengah menerima telpon di ruangan tamu. Becca berjalan mendekat ke arah Aby


dan lansung berkata.


“Apa aku boleh keluar kamar dan keluar rumah jika aku


mengenakan pakaian seperti ini?” tanya Becca kepada Aby dengan senyuman manis


yang becca sungginkan.


Becca tidak mengerti dengan apa yang tengah di lakukannya,


karna mendengar ucapan Aby di dalam kamar yang melarangny keluar kamar jika


mengenakan pakaian terbuka seperti merasa sedikit aneh dan itu membuatnya ingin


segera menutupi sebagian tubuhnya yang terlihat itu.


“Boleh, dan kamu terlihat sangat cantik jika menutupi


tubuhmu seperti itu.” Aby tersenyum hangat melihat wajah ceria istrinya yang


kini tengah tersenyum di hadapannya.


Becca yang mendapat sanjungan dari lembut dari Aby merasa


begitu sangat senang, dan dia tidak mengerti rasa senang apa yang tengah di rasakannya


saat ini.


Setelah menempu perjalanan selama empat jam, kini mereka


telah sampai di depan sebuah hotel mewah yang berada di luar kota. Abdy


melajukan mobilnya memasuki area parkiran Hotel dan mematikan mesin mobilnya


ketikan telah memarkir mobilnya dengan benar.


Abdy melihat ke arah Lisa yang kini tengah terlelap di


sampinnya dalam keadaan memeluk tas yang di bawanya, lalu berbalik melihat ke


arah Aby yang kini ikut terlelap sambil memelu Becca istrinya.


“Bos, kita saudah sampai.” Abdy mencoba membangunkan Aby.


Lisa yang mendengar ucapan Aby, yang mengatakan kalau mereka


sudah sampai terbangun dan membuka kedua matanya.

__ADS_1


Aby yang mendengar ucapan adiknya terbangun lalu melihat ke


arah istrinya yang kini tengah terlelap sambil menyandarkan kepalanya di bahu


Aby.


Aby pun melihat ke arah Abdy dan Lisa sambil berkata. “Sekaran


kalian berdua masuk ke dalam hotel dan ambil kunci, sementara aku akan


mengankat Becca masuk, ke dalam.”


Abdy dan Lisa yang mendengar ucapan Aby, keluar dari mobil


dan berjalan masuk ke dalam kamar Hotel untuk mengambil kunci kamar yang telah


di pesan Aby sebelumnya.


Lisa yang mengetahui Aby memesan kamar hotel hanya dua


terkejut karna kamar yang Aby pesan seharusnya ada tiga


Dan itu membuat Lisa berkata “Apa!” terkejut “Kak, Aby hanya


memesan kamar dua? Lalu kamar untukku mana?” menatap wajah Abdy yang kini


tengah berdiri di sampinnya.


“Aku tidak tau” mengankat bahu “Mungkin Aby ingin agar kita


tidur sekamar.” Tersenyum jail melihat ke arah wajah Lisa yang kini terlihat


bingun.


Lisa yang mendengar ucapan Abdy terlihat sangat kesal, karna


kesal Lisa tidak sengaja ingin memukul Abdy. Namun yang di pukul adalah pemuda


yang ada di belakang Abdy, karna di saat Lisa ingin memukul Abdy, dengan segera


Abdy menghindari pukulan Lisa dan alhasil Lisa memukul pemuda yang ada di


belakang Abdy.


“Maaf. Aku tidak sengaja.” Lisa meminta maaf kepada pemuda


yang telah di pukulnya.


“Tidak masalah.” Ucap pemuda itu sambil merapikan jasnya,


lalu melihat ke arah wanita yang kini tengah berjalan menjauh darinya.


Pemuda itu melihat ke arah Lisa ketika sudah berjala sedikit


menjauh. “Lisa. Apa itu kamu?” teriak pelan pemuda itu.


Lisa yang mendengar namanya di panggil oleh pemuda itu


berbalik badan dan melihat wajah orang yang telah memanggilnya.


“Romi!” terkejut, dan berbalik badan kemudian berjalan lebih


cepat agar terhindar dari kejaran Romi.


Lisa sangat terkejut tidak menyangka akan bertemu lagi


dengan Tunangannya, eits mantan tunangannya tepatnya yang tidak lain adalah


Romi, pemuda yang telah menkhianatinya beberapa bulan yang lalu. Dan karna


bantuan Abdy, Lisa bisa melewati semua itu.


“Lisa, Lisa, Lisa. Tunggu!” Romi berlari mengejar Lisa yang


kini tengah berjalan cepat agar terhindar darinya. Romi memegan kedua bahu Lisa


ketika sampai di hadapannya “Lisa dengarkan aku dulu. Aku meminta maaf dengan


apa yang telah aku lakukan padamu dulu. Tolong Lis, beri aku kesempatan untuk


memperbaiki kesalahan yang telah aku lakukan dulu.” Romi memohon di depan Lisa


dengan menundukkan kepalanya.


“Lepas Rom.” Melepas paksa tangan Romi yang ada di bahunya “Aku


sudah memaafkan semua kesahan kamu.” Lisa tersenyum tipis melihat ke arah Romi


ketika mengatakan itu.


Dan itu membuat romi senang, karna ia mengira Lisa telah


memaafkannya dan ingin kembali lagi dan melanjutkan pertunangan mereka yang


telah di gagalkan oleh Lisa sendiri ketika mengetahui kalau Romi telah


berselingkuh dengan Model yang bernama Cesil.


“Benar Lis? Kamu sudah memaafkan aku?” kembali memegan kedua


bahu Lisa “Dan ingin melanjutkan pertungan kita yang sempat tertunda. Aku berjanji


Lis, aku tidak akan pernah membuatmu kecewa dan sakit hati lagi, bahkan aku


akan menjagamu dan membawamu kemana pun aku pergi.”


Romi mengatakan itu semua, karna sadar akan pekerjaanya yang


seoarang photo grafer kemana ia ada job di sana ia akan tinggal seperti saat


ini ia bertemu dengan Lisa di luar kota, karna ada job pemotretan yang akan di


kerjakannya besok.


Lisa yang mendengar ucapan Romi tersenyum sinis dan berkata.


“Maaf, Rom, sepertinya aku tidak bisa kembali lagi padamu, karna sebentar lagi


aku akan segera menikah dengan orang yang sangat aku cintai.” Lisa sengaja


berbohon karna ia tidak ingin Romi kembali mengejarnya seperti dulu.


“Siapa pemuda itu Lis?” Romi tidak percaya dengan apa yang


baru saja Lisa katakan.


Namun tiba-tiba suara teriakan pelang mengagetkan kedauanya.


“Aku. Aku calon suami Lisa dan aku sangat mencintainya dan dia juga sangat


mencintaiku. Benarkan sayang?” Abdy mendekat ke arah Lisa dan lansung


melingkarkan tangannya di leher Lisa.


Lisa yang mendengar ucapan abdy merasa sangat terkejut, namun


tidak memperlihtkan keterkejutannya karna ingin membuat Romi percaya dengan apa


yang saja di katakan Abdy benar adanya.


Lisa pun berkata. “Tentu saja sayang.” Tersenyum bahagia


melihat ke arah wajah Abdy yang kini sangat dekat dengannya.


Romi yang melihat Lisa dalam rangkulan pemuda lain di bahu


Lisa merasa sangat kecewa, karna ia sangat berharapa Lisa akan kembali


kepadanya, namun ternyata Lisa telah memiliki pemuda yang begitu sangat

__ADS_1


mencintainya itulah yang terlintas dalam pikiran Romi saat ini.


__ADS_2