
Setelah drama kedua adik kakak itu selesai. Mereka semua pun
bersiap untuk pergi ke luar kota, sekaligaus liburan menurut mereka berempat.
Lisa berjalan masuk ke dalam kamar Aby, karna ingin membantu
Becca mengemas pakaian yang akan di bawa ke luar kota, begitupun dengan Aby
yang ikut masuk ke dalam kamarnya karna ingin juga mempersiapakan pakaian yang
akan ia kenakan untuk pertemuannya nanti dengan kliennya di sana.
Abdy yang melihat mereka bertiga masuk ke dalam kamar yang
sama berkata, “Lis, kamu bantu aku juga ya?” tersenyum manis melihat ke arah
Lisa yang kini ingin masuk ke dalam kamar Aby.
“Lakukan saja sendiri! Memangnya kamu tidak punya tangan!”
ucap Lisa jutek kepada Abdy.
“Ya, ampun Lis, kamu itu kenapa jadi jutek banget sih? Aku kan
cuman minta kamu bantuin aku. Mau ya, ya, ya.” Abdy menaikkan ke dua alisnya
ketika mengatkan itu kepada Lisa.
Aby yang melihat perdebatan keduanya, menarik tangan Becca
masuk ke dalam kamarnya, dan Becca hanya terdiam menuruti ketika tangannya di
tarik oleh Aby masuk ke dalam kamarnya.
Aby pun berkata. “Ya, sudah ya Lis, kamu selesaikan masalah
kamu dengan Abdy. Aku dan istriku akan masuk ke dalam kamar.” Aby menarik
tangan Becca masuk ke dalam kamar kemudian menutup pintunya.
Sementara Abdy yang melihat Aby masuk dan membawa istrinya
mausk ke dalam kamarnya, berjalan mendekat ke arah Lisa, dan lansung menarik
tangan Lisa untuk mengikuti langkahnya.
“Apa yang kamu lakukan?” Lisa berusaha melepas pegangan
tangan Abdy yang ada di pergelangan tangannya.
“Ikut aku! Kamu jangan banyak banyak bicara.” Abdy berjalan
masuk ke dalam kamarnya di ikuti oleh Lisa di belakangnya.
Abdy masuk ke dalam kamar yang di tempatinya selama menginap
di Apartmens Aby. Lalu menutup pintu kamar kemudian menguncinya.
“Hei.” Berteriak “Apa yang kamu lakukan?” Lisa berjalan ke
arah pintu ketika melihat Abdy mengunci pintu kamarnya.
Abdy yang mendengar teriakan Lisa berbalik, melihat ke arah
Lisa yang kini tengah menatap tajam ke arahnya.
Abdy pun berkata. “Banyak yang bisa kulakukan untukmu. Apa
kamu ingin tau apa saja yang bisa aku lakukan? Contohnya misalnya.” Abdy
berjalan mendekat ke arah Lisa ketika mengatakan itu.
Sementara Lisa berjalan mundur ketika melihat Abdy berjalan
mendekat ke arahnya. “Apa yang ingin kamu lakukan Dy.” Terkejut melihat tatapan
mata Abdy yang seperti ingin memakannya hidup-hidup.
Abdy yang mendengar ucapan Lisa berkata. “Apa kamu takut
padaku Lis? Dengan apa yang akan aku lakukan?” Abdy terus berjalan ke arah Lisa
ketika mengatakan itu.
“Tidak!, aku tidak takut denganmu” menantang “Memangnya
kenapa aku mesti takut? Kamu kan manusia bukan setan.” Lisa membalas tatapan
Abdy ketika mengatakan itu.
Lisa terus berjalan mundur dan tampa di sadari saat ini
kakinya tengah terbentur di pinggir tempat tidur dan itu membuatnya terduduk di
pinggir tempat tidur.
Abdy yang melihat Lisa terduduk di atas tempat tidurnya
tersenyum jail sambil berkata. “Apa sekarang kamu takut?” mendekatkan wajahnya
di depan wajah Lisa.
Lisa yang mendengar ucapan Abdy menundukkan wajahnya karna
merasa gugup dengan apa yang tengah di lakukan Abdy saat ini kepadanya.
Abdy yang melihat Lisa menundukkan wajahnya berkata. “Apa
kamu takut denganku Lis? hem.” Meraih dagu Lisa agar melihat ke arahnya.
Lisa pun melihat ke arah Abdy. Dan belum sempat ia menjawab
pertanyaan Abdy pintu kamar yang di tempatinya di ketuk keras dari luar.
Tokktookkkk.
Suara ketuka pintu dari luar, dan itu membuat Abdy dan Lisa
terkejut, mereka berdua melihat ke arah pintu namun Abdy tidak melepas
tangannya dari dagu Lisa.
“Abdy. Apa kamu sudah selesai bersiap?” suara Aby dari luar
kamarnya yang di temapti Abdy dan Lisa saat ini.
“Ah.” Menutup mata karna merasa kesal dengan suara Aby yang
dari luar kamarnya “Ini kakak kampret tidak mengerti saja dengan apa yang telah
di lakukan adiknya. Ah.” Melepas tangan dari dagu Lisa kemudian berjalan ke
arah pintu kamar lalu membukanya.
“Iya. Bos. Aku belum bersiap.” Mengaruk kepala sambil
melihat ke arah Lisa yang kini tengah membuka pintu lemarinya dan mengeluarkan
baju yang akan abdy kenakan di sana selama dua hari.
“Segerah bersiap, agar kita tidak sampai terlalu malam.” Aby
melihat ke arah Lisa kemudian melihat ke arah Abdy yang kini masih menggaruk
kepalanya.
Setelah mengatakan itu kepada adiknya, Aby kembali berjalan
ke arah kamarnya dan mendapati Becca tengah mengepas sendiri pakaiannya. Dan tampa
__ADS_1
Aby sadari Becca tengah menemukan buku pernikahan mereka yang tersimpan di
dalam laci lemarinya, dan juga menemukan cincin yang pernah Aby berikan
kepadanya dan kini Becca telah mengenakan cincin itu di jari manisnya tampa Aby
ketahui.
Becca tersenyum manis melihat ke arah aby yang kini tengah
berjalan mendekat ke arahnya. Becca pun berkata “Apa mereka berdua sudah
bersiap?” tersenyum “Kalau mereka sudah bersiap sekarang aku ingin mengganti
pakaianku.” Becca berjalan ke arah kamar mandi setelah mengatakan itu sambil
membawa pakaian yang akan di kenakannya.
Aby yang melihat istrinya bertingkah manis terhadapnya
tersenyum senang, karna jujur sudah sangat lama ia menanti tingkah istrinya
yang manis itu, mungkin karna terlalu meridukannya atau bagaima. (authornya
tidak tau itu)
Becca keluar dari dalam kamar mandi sambil mengenakan
pakaian yang di bawanya masuk. Yaitu celana jeans dan mengenakan baju kaos
singlet yang ketak dan itu memperlihatkan bentuk tubuhnya yang terlihat seksi
menurut Aby, karna saat ini punggun putih mulus Becca terekpos jelas di depan
mata Aby.
Aby ynag melihat istrinya berpakaian seksi seperti itu
menyatukan alisnya karna bingun melihat penampilan istrinya yang terlihat
menggoda menurutnya.
“Kamu hanya ingin mengenakan pakaian itu?” berjalan mendekat
ke arah Becca yang kini tengah menutup resletin kopernya.
“Iyap.” Hanya kata singkat itu yang keluar dari dalam mulut
Becca.
“Tidak! Kamu tidak boleh keluar kamar kalau kamu hanya
mengenakan pakaian seperti itu.”
Aby kembali memperlihatkan sipat posesifnya, selama Becca
kembali ke Apertemennya, karna ia tidak ingin bentuk tubuh istrinya di lihat
oleh orang lain. Karna hanya dirinya yang berhak melihat keindahan tubuh
istrinya, Egois mungkin iya yang kini Aby lakukan.
“Kenapa aku tidak boleh keluar? Apa ada yang salah dengan
pakaianku?” Becca melihat ke arah Aby ketika mengatakan itu.
Bingun! itulah yang telah Aby rasakan ketika Becca bertanya seperti
itu padanya, karna tidak tau apa yang harus di katakannya. Karna seandainya
Becca mengingat semuanya pasti ia tidak akan merasa bingun untuk menjelaskan
semuanya.
“Aku bilang tidak boleh. Ya tidak boleh! Karna aku tidak suka
melihat bajumu itu.” Jujur “Lihatlah punggunmu itu terlihat jelas oleh orang
Setelah mengatakan itu Aby berjalan keluar dari kamarnya dan
meninggalkan Becca sendiri dengan penuh kebingungan, bingun mendengar semua
kata yang keluar dari dalam mulut Aby.
“Kenapa dia?.” Bingun.
Becca berjalan ke arah lemari sambil memikirkan kata-kata
Aby yang melarangnya keluar dari dalam kamar kalau hanya mengenakan pakaian
itu.
Becca tidak menganti pakaiannya, melainkan mengeluarkan
jaket yang akan di kenakannya untuk menutupi punggunnya yang terlihat jelas
itu.
Selesai mengenakan jaket, Becca keluar kamar dan mendapati
Aby tengah menerima telpon di ruangan tamu. Becca berjalan mendekat ke arah Aby
dan lansung berkata.
“Apa aku boleh keluar kamar dan keluar rumah jika aku
mengenakan pakaian seperti ini?” tanya Becca kepada Aby dengan senyuman manis
yang becca sungginkan.
Becca tidak mengerti dengan apa yang tengah di lakukannya,
karna mendengar ucapan Aby di dalam kamar yang melarangny keluar kamar jika
mengenakan pakaian terbuka seperti merasa sedikit aneh dan itu membuatnya ingin
segera menutupi sebagian tubuhnya yang terlihat itu.
“Boleh, dan kamu terlihat sangat cantik jika menutupi
tubuhmu seperti itu.” Aby tersenyum hangat melihat wajah ceria istrinya yang
kini tengah tersenyum di hadapannya.
Becca yang mendapat sanjungan dari lembut dari Aby merasa
begitu sangat senang, dan dia tidak mengerti rasa senang apa yang tengah di rasakannya
saat ini.
Setelah menempu perjalanan selama empat jam, kini mereka
telah sampai di depan sebuah hotel mewah yang berada di luar kota. Abdy
melajukan mobilnya memasuki area parkiran Hotel dan mematikan mesin mobilnya
ketikan telah memarkir mobilnya dengan benar.
Abdy melihat ke arah Lisa yang kini tengah terlelap di
sampinnya dalam keadaan memeluk tas yang di bawanya, lalu berbalik melihat ke
arah Aby yang kini ikut terlelap sambil memelu Becca istrinya.
“Bos, kita saudah sampai.” Abdy mencoba membangunkan Aby.
Lisa yang mendengar ucapan Aby, yang mengatakan kalau mereka
sudah sampai terbangun dan membuka kedua matanya.
__ADS_1
Aby yang mendengar ucapan adiknya terbangun lalu melihat ke
arah istrinya yang kini tengah terlelap sambil menyandarkan kepalanya di bahu
Aby.
Aby pun melihat ke arah Abdy dan Lisa sambil berkata. “Sekaran
kalian berdua masuk ke dalam hotel dan ambil kunci, sementara aku akan
mengankat Becca masuk, ke dalam.”
Abdy dan Lisa yang mendengar ucapan Aby, keluar dari mobil
dan berjalan masuk ke dalam kamar Hotel untuk mengambil kunci kamar yang telah
di pesan Aby sebelumnya.
Lisa yang mengetahui Aby memesan kamar hotel hanya dua
terkejut karna kamar yang Aby pesan seharusnya ada tiga
Dan itu membuat Lisa berkata “Apa!” terkejut “Kak, Aby hanya
memesan kamar dua? Lalu kamar untukku mana?” menatap wajah Abdy yang kini
tengah berdiri di sampinnya.
“Aku tidak tau” mengankat bahu “Mungkin Aby ingin agar kita
tidur sekamar.” Tersenyum jail melihat ke arah wajah Lisa yang kini terlihat
bingun.
Lisa yang mendengar ucapan Abdy terlihat sangat kesal, karna
kesal Lisa tidak sengaja ingin memukul Abdy. Namun yang di pukul adalah pemuda
yang ada di belakang Abdy, karna di saat Lisa ingin memukul Abdy, dengan segera
Abdy menghindari pukulan Lisa dan alhasil Lisa memukul pemuda yang ada di
belakang Abdy.
“Maaf. Aku tidak sengaja.” Lisa meminta maaf kepada pemuda
yang telah di pukulnya.
“Tidak masalah.” Ucap pemuda itu sambil merapikan jasnya,
lalu melihat ke arah wanita yang kini tengah berjalan menjauh darinya.
Pemuda itu melihat ke arah Lisa ketika sudah berjala sedikit
menjauh. “Lisa. Apa itu kamu?” teriak pelan pemuda itu.
Lisa yang mendengar namanya di panggil oleh pemuda itu
berbalik badan dan melihat wajah orang yang telah memanggilnya.
“Romi!” terkejut, dan berbalik badan kemudian berjalan lebih
cepat agar terhindar dari kejaran Romi.
Lisa sangat terkejut tidak menyangka akan bertemu lagi
dengan Tunangannya, eits mantan tunangannya tepatnya yang tidak lain adalah
Romi, pemuda yang telah menkhianatinya beberapa bulan yang lalu. Dan karna
bantuan Abdy, Lisa bisa melewati semua itu.
“Lisa, Lisa, Lisa. Tunggu!” Romi berlari mengejar Lisa yang
kini tengah berjalan cepat agar terhindar darinya. Romi memegan kedua bahu Lisa
ketika sampai di hadapannya “Lisa dengarkan aku dulu. Aku meminta maaf dengan
apa yang telah aku lakukan padamu dulu. Tolong Lis, beri aku kesempatan untuk
memperbaiki kesalahan yang telah aku lakukan dulu.” Romi memohon di depan Lisa
dengan menundukkan kepalanya.
“Lepas Rom.” Melepas paksa tangan Romi yang ada di bahunya “Aku
sudah memaafkan semua kesahan kamu.” Lisa tersenyum tipis melihat ke arah Romi
ketika mengatakan itu.
Dan itu membuat romi senang, karna ia mengira Lisa telah
memaafkannya dan ingin kembali lagi dan melanjutkan pertunangan mereka yang
telah di gagalkan oleh Lisa sendiri ketika mengetahui kalau Romi telah
berselingkuh dengan Model yang bernama Cesil.
“Benar Lis? Kamu sudah memaafkan aku?” kembali memegan kedua
bahu Lisa “Dan ingin melanjutkan pertungan kita yang sempat tertunda. Aku berjanji
Lis, aku tidak akan pernah membuatmu kecewa dan sakit hati lagi, bahkan aku
akan menjagamu dan membawamu kemana pun aku pergi.”
Romi mengatakan itu semua, karna sadar akan pekerjaanya yang
seoarang photo grafer kemana ia ada job di sana ia akan tinggal seperti saat
ini ia bertemu dengan Lisa di luar kota, karna ada job pemotretan yang akan di
kerjakannya besok.
Lisa yang mendengar ucapan Romi tersenyum sinis dan berkata.
“Maaf, Rom, sepertinya aku tidak bisa kembali lagi padamu, karna sebentar lagi
aku akan segera menikah dengan orang yang sangat aku cintai.” Lisa sengaja
berbohon karna ia tidak ingin Romi kembali mengejarnya seperti dulu.
“Siapa pemuda itu Lis?” Romi tidak percaya dengan apa yang
baru saja Lisa katakan.
Namun tiba-tiba suara teriakan pelang mengagetkan kedauanya.
“Aku. Aku calon suami Lisa dan aku sangat mencintainya dan dia juga sangat
mencintaiku. Benarkan sayang?” Abdy mendekat ke arah Lisa dan lansung
melingkarkan tangannya di leher Lisa.
Lisa yang mendengar ucapan abdy merasa sangat terkejut, namun
tidak memperlihtkan keterkejutannya karna ingin membuat Romi percaya dengan apa
yang saja di katakan Abdy benar adanya.
Lisa pun berkata. “Tentu saja sayang.” Tersenyum bahagia
melihat ke arah wajah Abdy yang kini sangat dekat dengannya.
Romi yang melihat Lisa dalam rangkulan pemuda lain di bahu
Lisa merasa sangat kecewa, karna ia sangat berharapa Lisa akan kembali
kepadanya, namun ternyata Lisa telah memiliki pemuda yang begitu sangat
__ADS_1
mencintainya itulah yang terlintas dalam pikiran Romi saat ini.