CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Gara-gara kucing


__ADS_3

Mendengar itu Emeli langsung menangis histeris di dada Leo. Leo hanya bisa diam sembari menenangkan Emeli dengan cara mengelus punggung kepalanya. "Baiklah jika kau tak ingin cerita Mentari," ucap Leo yang langsung membuat Emeli menegakkan tubuhnya sembari menatap Leo dengan mata sembabnya.


Emeli yang sudah tak sanggup membendung kesedihannya sendiri akhirnya memutuskan untuk menceritakan semua isi hatinya pada Leo. Dengan penuh sabar Leo mendengar semua penjelasan Emeli. Sepanjang cerita Emeli membuat perasaan Leo terlihat bercampur aduk. Tak jarang ia meremas tangannya sendiri sebab tak terima wanita pujaan hatinya di sakiti oleh pria brengsek seperti Justin.


Jika suatu saat kau sudah sangat lelah dan muak dengan pria itu, maka datanglah pada ku Mentari, aku akan menjaga dan mencintaimu sepenuh hatiku. Batin Leo dengan air mata yang tak terasa sudah membasahi pipinya.


"Apa yang akan kau lakukan sekarang Mentari, apakah kau akan kembali pada pria brengsek itu?" tanya Leo yang membuat Emeli langsung menutup mulutnya dengan tangan seakan tak terima sang pujaan hati di sebut brengsek.

__ADS_1


"Aku tidak tau Leo, di satu sisi aku sangat terluka dan kecewa padanya, namun di satu sisi lagi tak bisa di pungkiri jika hatiku masih sangat mencintainya dan berharap bisa hidup bersama dengan nya, hiks," ucap Emeli yang membuat jantung Leo seakan di tebas puluhan pedang.


"Baiklah Mentari, jika itu keputusan mu, maka sebagai teman aku akan selalu mendukung mu," ucap Leo sembari menahan hatinya yang sakit.


"Terimakasih Leo," ucap Emeli kembali memeluk Leo membuat pria itu mengeluar kan air mata kesedihan yang amat dalam. Sejarahnya tak pernah pria itu menangisi suatu hal kecuali hal itu sesuatu yang sangat berharga dan di cintainya.


Saat ini terlihat Justin maupun Riko segera pergi menuju danau yang tak jauh dari hotel mereka. Justin sangat emosi ketika salah satu mata-matanya mengirim Foto Emeli dan Leo yang terlihat saling bermesraan. Hatinya semakin panas saat melihat Emeli menyandarkan wajahnya di dada Leo.

__ADS_1


"Cit,,," Tiba-tiba saja Riko menginjak rem secara mendadak. Hal itu membuat tubuh keduanya terbanting namun untungnya keduanya mengenakan sabuk pengaman.


"Sit, apa yang kau lakukan sial*n!" Bentaknya pada Riko.


"Maaf Tuan, ada kucing yang tiba-tiba saja berlari ke tengah jalan," ucap Riko membuat Justin geram.


"Dasar kucing sial*n!" Bentaknya membuat Riko ingin tertawa namun ia menahannya. Tak ingin mendapatkan amukan dari Justin lagi, Riko pun menjalankan mobilnya kembali menuju danau di mana Emeli dan Leo berada.

__ADS_1


Setibanya di sana, Justin segera bergegas keluar dan menutup pintu mobil dengan kasar. Riko hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat pria yang tengah kasmaran itu. "Emeli," panggil Justin sembari mengejar Emeli yang berjalan begitu cepatnya ke salah satu kursi taman yang berada di bawah pohon pinggir danau. Ya, dia masih ingat dengan pakaian yang di kenakan Emeli.


Setelah berada sedikit dekat dengan kursi Emeli, Justin pun melangkahkan kakinya secara perlahan. Tangannya kini sudah terulur hendak menyentuh bahu Emeli. Sentuhan Justin tak membuat Emeli tertarik untuk memandang ke arahnya. Justin yang tau dengan kondisi hati Emeli segera bersimpuh di kaki wanita itu. Emeli masih duduk dengan tenang tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


__ADS_2