
Ah,,, lega,,, rasanya benar-benar aneh! baru kali ini aku merasakan sup buah! biasanyakan sup buah itu kuahnya susu dan yogurt, tetapi kenapa yang ini kuahnya rasa sup ayam? wek, aku berharap ini adalah yang terakhir kalinya aku memakan makanan aneh ini! Batin Justin masih merasa mual dengan rasa yang masih tinggal di lidahnya.
"Sayang," panggil Emeli membuyarkan lamunan Justin.
"Iya sayang?" sahutnya dengan wajah bodohnya.
"Ayo lanjutkan makannya," ucap Emeli membuat Justin langsung berkeringat dingin.
"Aku sudah kenyang sayang," ucap Justin beralasan.
"Benarkah? padahal aku ingin mengajakmu memakan nasi kebuli," ucap Emeli dengan tatapan sendunya.
Aduh Justin,,, kenapa sampai gegabah begini sih jawabnya! Batin Justin mengutuki ucapannya sendiri.
Hhhhhh, lucu banget sih dia, jadi kasihan terus mengerjainya. Batin Emeli merasa iba pada Justin.
__ADS_1
"Tapi perutku sepertinya masih bisa menampung nasi kebuli sayang, buktinya kemarin aku sanggup menghabiskan masakan Mama dan seafood porsi untuk dua orang kan?" ucap Justin yang di angguki Emeli.
"Kalau begitu mari kita pergi," ucap Emeli dengan penuh semangat.
Alhamdulillah, akhirnya makan makanan enak juga. Batin Justin seakan tak sabar memanjakan lidahnya dengan citra rasa yang berada pada nasi kebuli.
"Ayo bersiap-siap sayang," ajak Justin sembari menarik tangan Emeli menuju kamarnya. Emeli hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Wanita aneh itu mengikuti langkah Justin tanpa membuat drama dan penolakan.
Setelah bersikap-siap, Justin maupun Emeli segera memasuki mobilnya lalu pergi menuju lestoran nasi kebuli yang mereka inginkan. Setibanya di sana, mereka pun langsung memesan makanan khas timur tengah itu.
"Silahkan Tuan, Nona," ucap pelayan yang mengantar pesanan Emeli dan Justin.
Setelah pelayan itu pergi, Emeli segera mengambil piring lalu mengisinya dengan nasi berserta lauknya. Setelah selesai, iapun memberikannya pada Justin membuat pria itu langsung tersenyum senang. "Eh, mau ngapain?!" tanya Emeli menghentikan Justin yang hendak menciumnya.
"Mau ciumlah sayang, lalu apalagi?" tanya Justin dengan senyum bahagianya.
__ADS_1
"Kitakan kesini untuk makan nasi kebuli, bukan ciuman!" ucap Emeli membuat Justin menekukkan wajahnya.
"Kenapa wajahnya di tekuk begitu? apa ingin sekali di cium?" tanya Emeli dengan sangat serius membuat Justin mengangguk penuh semangat. "Baiklah, mendekatlah sayang, aku akan memberikanmu satu ciuman," ucap Emeli membuat Justin langsung mendekatkan wajahnya tanpa penolakan sedikit pun. Emeli pun memajukan wajahnya untuk mencium Justin. "Much," bukannya senang, Justin justru semakin menekukkan wajahnya. Bagaimana wajahnya tidak di tekuk jika Emeli mencium Justin dengan sapu tangan yang menempel di hidung dan mulutnya.
"Kenapa di tutup sih sayang, kan nggak kerasa!" ucap Justin dengan nada kesalnya.
"Nggak mau sayang, aku tidak tahan mencium aroma tubuhmu. Rasanya aku ingin muntah," jujur Emeli dengan sapu tangan yang masih menutup mulut dan hidungnya.
Justin yang mendengar perkataan Emeli langsung mengecek bau tubuhnya dengan cara mengendusnya. "Tidak bau sayang," ucap Justin setelah merasakan tubuhnya tidak bau tetapi justru sangat wangi dengan parfum yang di sukai Emeli.
Kenapa kepalaku tiba-tiba pusing ya? pandanganku juga sedikit buram dan berkunang-kunang. Batin Emeli sembari memegang kursinya dengan kuat agar tubuhnya tetap seimbang.
"Sayang kau kenapa?" tanya Justin namun Emeli seakan tak dapat mendengarnya lagi.
"Sayang," panggilnya lagi dengan tangan yang sudah memegang bahu Emeli. Emeli langsung jatuh ke pelukan Justin dengan mata yang sudah tertutup.
__ADS_1
"Sayang-sayang," panggilnya lagi sembari menepuk-nepuk pipi Emeli dengan sangat cemasnya.
Karena sudah panik, akhirnya Justin pun segera membawa Emeli ke rumah sakit terdekat. Sebelum pergi, iapun membayar semua pesanan yang belum tersentuh. Setibanya di rumah sakit, Emeli segera di bawah ke ruang IGD dan langsung di periksa oleh Dokter.