CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Bersikap Tegas


__ADS_3

Keadaan pantai saat ini semakin gelap, Justin, Emeli, Riko, dan Clara memutuskan untuk kembali ke hotel. Karena Clara dan Justin belum menikah, membuat Clara harus memesan kamarnya sendiri, sedangkan Emeli tetap satu kamar dengan Justin.


"Jus," panggil Emeli ketika keduanya sudah berada di kamar. Justin segera menolehkan wajahnya pada Emeli dengan tangan yang memegang gelas. "Besok aku akan pulang ke Indonesia," ucap Emeli membuat Justin segera mendekati nya.


"Kenapa Ceria? apa kau sudah bosan berada di negara ini? jika benar, kita bisa pergi ke negara lain," ucap Justin mencoba mempengaruhi Emeli agar mengurungkan niatnya untuk pulang.


"Tidak bisa Jus, kita sudah lumayan lama di sini. Rasanya aku sangat lelah, lagian banyak yang mau aku kerjakan di sana," ucap Emeli sembari membereskan barang-barangnya lalu memasukkannya ke dalam koper.

__ADS_1


"Ceria, tinggal-lah beberapa hari lagi di sini, aku dan Clara baru saja berbaikan dan dia baru tiba semalam. Apa kau tidak kasihan pada kami. Baru kali ini kami liburan bersama. Jika kau pulang bagaimana dengan kami?" ucap Justin dengan wajah sendu nan memohonnya.


Apa kau tidak kasihan padaku Jus, apa tak ada rasa kepekaanmu sedikit pun. Apa kau tidak memikirkan aku merasa nyaman atau tidak! batin Emeli sembari menatap mata Justin dengan datar.


"Kalian bisa tinggal di sini lebih lama, aku dan Riko akan pulang terlebih dulu," ucap Emeli terus merapikan kopernya. Setelah selesai, ia meminggirkan kopernya lalu beranjak menaiki ranjang. Sepertinya wanita itu hendak menghindar dari Justin dengan alasan mengantuk.


"Ceria," panggil Justin yang sudah menyusul Emeli ke atas ranjang. "Kau taukah kita sudah menikah, dan kau tau kan kita kesini karena embel-embel hadiah bulan madu dari Papa? apa nanti jadinya jika Papa dan Mama tau jika aku masih di sini sedangkan kalian sudah pulang terlebih dahulu. Papa dan Mama bisa curiga Ceria," ucap Justin dengan wajah memohon nya.

__ADS_1


Maaf Jus, kali ini aku harus bersikap tegas padamu. Sampai kapan pun aku tak akan mau membantumu walaupun kau adalah sahabat ku. Maaf, kali ini aku egois. Kau ingin aku mengerti dirimu, tetapi kau? sama sekali tidak memikirkan perasaan ku bukan. Batin Emeli sembari memutar kembali kata-kata yang pernah Riko katakan padanya.


Ada apa denganmu Emeli, tidak biasanya kau begini. Ah sudahlah, mau sekuat apapun aku memohon, gadis keras kepala ini tidak akan menurutinya. Ia selalu teguh dengan keinginannya. batin Justin akhirnya memilih mengikuti Emeli untuk masuk ke alam mimpi.


Setelah merasa Justin sudah tidur di sebelahnya, Emeli segera membuka matanya. Ia menurunkan selimut lalu berjalan menuju pintu keluar. "Mau kemana?" tanya Justin ketika melihat Emeli hendak keluar dari kamar.


"Mau pesan makanan, aku tak bisa tidur dalam keadaan lapar," ucap Emeli tanpa memalingkan wajahnya ke arah Justin.

__ADS_1


"Baiklah, pesan kan juga untuk ku dan Clara," ucap Justin dengan tubuh yang kembali di baringkan.


"Aku lama berada di sana, jika kalian lapar turunlah kebawah, karena sepertinya, aku akan menghabiskan makananku di sana," ucap Emeli lalu segera menutup pintu kamarnya.


__ADS_2