CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
Pendarahan


__ADS_3

"Kak Emeli, ada darah di kaki kakak," ucap Stevia membuat semua orang fokus ke kaki Emeli yang di alirin darah.


Justin segera mendekati Emeli sembari memegang darah itu. "Astaga sayang, apa yang terjadi?" tanya Justin dengan wajah khawatirnya.


"Cepat bawa Emeli ke dokter Nak, Mama takut terjadi hal buruk pada kandungannya," ucap Riya yang di angguki Justin.


Tanpa menunggu lama, Justin pun menggendong Emeli ala bridal stayl lalu membawanya menemui Dokter. Setibanya di ruang rawat, Dokter pun segera memeriksa Emeli. Terlihat Dokter menghela nafas pelan. Dari raut wajahnya sudah bisa di tebak jika sang Dokter sedikit cemas.


"Bagaimana keadaan anak istri saya Dok?" tanya Justin dengan sangat khawatirnya.


"Istri anda mengalami benturan yang lumayan keras Tuan, hal itu membuat kandungan istri anda menjadi lemah. Apakah sebelumnya beliau terjatuh?" tanya Dokter ingin memastikan.

__ADS_1


"Saya kurang tau Dok, semua ini terjadi begitu cepat. Ketika saya datang, istri saya sudah terduduk di tempat korban kecelakaan," ucap Justin yang di angguki Dokter.


"Sayang, apakah kamu terjatuh?" tanya Justin yang mendapatkan anggukan kecil dari Emeli. "Astaghfirullah, kenapa kau tidak memberitahuku sayang," ucap Justin sedikit Frustasi.


"Maafkan aku sayang, aku sangat kalut saat itu sehingga aku tidak menyadari kondisiku," ucap Emeli membuat Justin menghela nafas. Dia tidak mau membuat semuanya menjadi semakin rumit. Justin pun memilih meredam emosinya agar Emeli tidak stress.


"Tuan, sebaiknya anda pergi ke Dokter kandungan agar bisa mendapatkan penjelasan yang lebih lanjut, kalian juga bisa melakukan USG," saran sang Dokter yang di setujui Justin.


"Sama-sama Tuan," jawab Dokter sembari tersenyum hangat.


Setelah pembicaraan itu, kini Justin pun membawa Emeli untuk di periksa oleh Dokter kandungan. Dan sama halnya seperti Dokter sebelumnya, Dokter kandungan pun tampak cemas. Dengan sangat serius Dokter kandungan pun mulai menjelaskan.

__ADS_1


"Syukurlah Tuan segera membawa istri anda ke rumah sakit, jika saja terlambat, mungkin istri anda bisa mengalami keguguran," jelas Dokter kandungan membuat Emeli maupun Justin terkejut.


Emeli kembali meneteskan air matanya. Dia mengutuki dirinya sendiri sebab hampir mencelakakan dua oleh sekaligus. Tepatnya satu orang sudah celaka. Emeli melihat perut ratanya lalu mengelusnya dengan lembut.


Maafkan Mama Nak, Mama hampir kehilanganmu disebabkan kecerobohan Mama. Benar kata Tante Erika sayang, jika Mama adalah wanita pembawa sial. Batin Emeli terus menangis membuat Justin memeluknya sembari mengelusnya.


"Tenanglah sayang," ucap Justin lalu mendaratkan satu kecupan hangat di kening Emeli.


"Saran saya jagalah istri anda dengan baik, sebab kehamilan muda rentan keguguran. Saya akan menuliskan resep obat untuk istri anda. Nanti di tebus di apotik rumah sakit ya Tuan. Dan satu lagi, hindari makanan- makanan yang tidak sehat dan rutin periksa kandungan setiap minggu, minimal paling lama dua minggu sekali. Vitaminnya jangan lupa ruti di minum terutama asam folat yang sangat bagus untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Karena sebelumnya istri anda sempat pendarahan, maka istri anda juga harus meminum pil penambah darah." Jelas Dokter yang di pahami Justin.


"Baiklah Dokter, terimakasih atas informasinya," ucap Justin yang di angguki Dokter.

__ADS_1


Setelah pemeriksaan, Justin pun membawa Emeli kembali ke depan ruang penanganan Clara. "Bagaimana Kondisi kandungan mu sayang?" tanya Ela menghampiri Emeli dengan sangat cemasnya.


__ADS_2