CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
Kejujuran Leo


__ADS_3

Clara yang di tampar membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang baru saja ia terima. Sangking kuatnya tamparan Leo membuat pipi Clara memerah dengan sudut bibir sedikit berdarah. Wajah Clara masih berada di posisinya yang miring ke kiri. Perlahan Clara mengangkat tangannya yang sedikit gemetar dan menyentuh sudut bibirnya.


"A-apa ya-yang ka-kau lakukan? kau menampar ku untuk Emeli?" tanyanya tak percaya dengan apa yang baru saja ia terima. Ini adalah yang kedua kalinya ia mendapatkan tamparan dari Leo.


Apa yang baru saja aku lakukan. Batin Leo yang menyesal dengan tindakan yang tak di sadarinya itu.


"Sayang ma-" belum lagi Leo menyelesaikan kalimatnya namun Clara sudah terlebih dahulu menutup mulutnya agar tak berbicara terlalu banyak.


"Sudah cukup, sekarang aku sudah menemukan jawaban dari setiap pertanyaan yang selalu muncul di hatiku. Kau tidak mencintaiku!" ucap Clara dengan air mata yang sudah mengalir.


"Tidak sayang, aku mencintaimu," ucap Leo berusaha meyakinkan Clara dengan tangan yang menggenggam tangan Clara.


"Jangan sentuh aku!" bentaknya sembari menghempaskan tangan Leo dengan kasar.


Emeli yang baru saja keluar dari kamar mandi wanita terlihat menghentikan langkahnya ketika mendengar suara keributan yang di kenalnya. "Itukan Leo dan Clara, apa yang terjadi? apakah mereka bertengkar." gumam Emeli lalu segera melangkahkan kakinya mendekati Leo dan Clara.

__ADS_1


"Hiks, sudah ku duga, perasaan ku tidak salah menilai semuanya. Kau mencintai Emeli bukan aku," ucap Clara dengan hati yang sangat sakit.


"Sayang," panggil Leo dengan sangat lembutnya sembari menghapus air mata Clara.


"Diam! sekarang katakan dengan jujur!" ucap Clara dengan tegas sembari memegang kedua pundak Leo. "Apakah kau mencintai Emeli?" tanya Clara dengan air mata yang terus mengalir. Sedih dan kecewa bercampur menjadi satu.


"Iya, aku mencintai Emeli," ucap Leo dengan kepala yang menunduk sedih.


"Ya Allah, hiks," tangis Clara semakin pecah. Sakit derasnya air matanya, Clara sampai jongkok sembari menyembunyikan wajahnya.


"Hiks, katakan padaku, dari kapan kau mulai mencintai Emeli?" tanya Clara dengan sangat menuntutnya.


"Di saat aku bertemu dengannya di rollercoaster zombie," jawab Leo dengan jujur.


Emeli yang mendengar itu menutup mulutnya tak percaya. Pria yang selama ini selalu ada untuknya di saat Justin menorehkan luka padanya ternyata menyimpan perasaan padanya. Dia mengirah semua yang di lakukan Leo hanyalah sebatas perhatian sebagai teman.

__ADS_1


"Apa yang kau katakan Leo?" tanya Emeli membuat Clara maupun Leo langsung menatapnya.


Emeli muncul di saat yang tak tepat. Melihat keberadaan Emeli membuat hati Clara semakin sakit. Tanpa mengatakan sepatah katapun, Clara pun pergi meninggalkan keduanya sembari menangis. Melihat itu Emeli segera mengejar Clara yang terus berlari ke luar wisata menuju jalan raya.


"Clara, tunggu,,," teriak Emeli mengejar Clara dengan larian kecil sebab ia tak sanggup untuk berlari cepat seperti biasanya. Emeli benar-benar ketinggalan jauh dari Clara.


"Leo, apa yang kau lakukan disini? apa kau melihat istriku?" tanya Justin yang baru saja tiba di samping Leo.


"Dia sedang mengejar Clara," ucapnya dengan Isak kecil yang dapat di dengar oleh Justin.


"Apa yang terjadi, kau menangis?" tanya Justin tak percaya dengan apa yang ia lihat.


Leo terlihat diam dan enggan menjawab pertanyaan Justin.


"Baiklah, kita bicarakan nanti saja, sekarang ayo kita susul mereka," ucap Justin yang di setujui Leo. Akhirnya mereka pun mengejar Clara dan Emeli dengan perasaan yang di penuhi kekhawatiran.

__ADS_1


__ADS_2