CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Memohon


__ADS_3

"Tidak usah di hiraukan, biarkan saja terus berdering, aku benar-benar sangat bosan dan muak dengan jal*ng bodoh itu!" ucap Patrick yang membuat Nita tersenyum penuh kemenangan. Dengan isengnya Nita memvideokan dirinya dan Patrick yang tengah melakukan hubungan haramnya. Suatu saat nanti, Video itu akan ia gunakan untuk membuat Clara pergi dari hidup Patrick sehingga dirinya lah yang akan memiliki Patrick seutuhnya.


Dasar jal*ng bodoh! semua perjuangannya akan sia-sia sebab aku dan Patrick akan lari dengan hartanya. Karena aku baik hati, jadi aku akan menghadiahkan video ini untuknya nanti. Hhhhhh, Batin Nita tertawa puas dalam hati.


Di kediaman kedua orang tua Emeli, terlihat Justin baru saja tiba di sana. Pria itu turun dari mobilnya dalam keadaan yang terburu-buru. "Tok-tok-tok, Emeli," teriak Justin sembari menggedor pintu kediaman mertuanya dengan keras.


"Cklek," terlihat bibi yang membukakan pintu untuk Justin.

__ADS_1


"Justin?" ucap Riya yang saat ini sudah berada di belakangnya bibi. "Ada apa, Nak?" tanya Riya dengan lembut walaupun ia tau jika menantunya itu sudah menghancurkan banyak hati.


"Ma, Justin ingin bertemu Emeli, Justin ingin meminta Maaf padanya. Justin juga ingin mengatakan padanya jika Justin tidak jadi menikah dengan Clara sebab wanita itu menipu Justin Ma, hiks," ucap Justin membuat hati Riya terenyuh melihat nasib malang yang menimpa anak dan menantunya itu. "Ma, tolong pertemuan Justin dan Emeli Ma, beritahu Justin dimana Emeli berada," ucap Justin yang saat ini sudah berlutut sembari memohon di kaki Riya sembari menangis.


"Berdiri dan tenanglah. Lupakanlah semua yang telah terjadi, Maaf jika Mama tidak bisa membantumu, Mama tidak tau kemana Emeli pergi," ucap Riya terpaksa berbohong sebab memikirkan suaminya yang selalu mendesaknya agar tak memberi tahu di mana anaknya Emeli sekarang berada.


"Ma, hiks, tolong Ma,,, beritahu Justin keberadaan Emeli Ma, Justin ingin memperbaiki semuanya," ucapnya terlihat penuh keseriusan.

__ADS_1


Seperti yang di katakan Riya, kini Bowo sudah kembali ke kediamannya. Ia terlihat marah dan murka melihat Justin yang tengah berlutut di kaki istrinya. "Selain menyakiti anak ku, kau juga ingin mengambil istriku!" Bentak Bowo dengan sangat marah.


Justin mengalihkan tangannya untuk memegang kaki Bowo, ia memeluk kaki mertuanya itu dengan sangat erat bahkan Bowo sampai lelah melepaskan tangan Justin dari kakinya. "Pergilah, bukankah saya sudah pernah katakan padamu jika kau tidak boleh menginjakkan kaki mu di sini lagi kecuali anak saya yang memintanya!" ucap Bowo kembali dengan nada tinggi nan tegas nya.


"Pa tolong Pa, beritahu Justin keberadaan Emeli," ucap Justin memohon dengan air mata yang terus mengalir. Kini Riya menjatuhkan air matanya. Ia bisa merasakan ketulusan dan keteguhan Justin.


"Ayo keluar!" Bentaknya sembari menyeret tubuh Justin dengan di bantu beberapa bodyguardnya.

__ADS_1


"Jangan biarkan dia masuk ke sini lagi!" ucap Bowo pada para bodyguardnya sebelum kembali masuk kedalam rumahnya.


"Baik Tuan," para para bodyguard sembari mendesak Justin agar segera meninggalkan kediaman majikannya.


__ADS_2