
Kembali ke mobil Justin, kini mereka sudah menyelesaikan sengatan haramnya dengan bibir yang sama-sama tersenyum. Setelah kembali rapi dan siap, Justin pun kembali membawa mobilnya menuju ke kediaman orang tua-nya yang tak jauh lagi.
Setelah tiba di kediaman orang tua-nya, Justin segera memarkirkan mobilnya lalu mengajak Clara untuk keluar dan masuk bersama. Di ruang tamu terlihat Hendra dan Ela yang sudah menunggu langsung segera berdiri sebab terkejut dengan kedatangan anak dan mantan menantunya itu. Hendra sedikit mengernyitkan dahinya heran dengan wajah datar yang tak bersahabat.
Seakan sudah tau dengan rencana kedatangan Justin, Hendra langsung mempersilahkan keduanya untuk duduk dengan mengunakan isyarat tangannya. "Langsung saja, apa yang ingin kalian bicarakan?" tanya Hendra langsung kepada intinya. Ia benar-benar kesal melihat Justin masih bersama mantan kekasihnya.
Ela hanya bisa diam sembari memandang Justin dengan rasa kecewanya. Ia sangat tidak suka Justin dekat dengan wanita lain selain Emeli menantunya. Mungkin dulu ia menerima Clara sebagai menantunya tetapi sekarang berbeda sebab Emeli sudah menjadi penggantinya.
Sebelum mengutarakan keinginannya, Justin menatap Clara sangat dalam sembari menggenggam satu tangannya dengan erat. "Huh," Justin terlihat berfikir sejenak, ia belum tau harus memulai darimana untuk menjelaskan keinginannya pada Hendra dan Ela.
__ADS_1
"Katakan!" ucap Hendra dengan nada yang sedikit menuntut.
"Maaf Ma, Pa, Kedatangan kami kesini tak lain ialah ingin meminta restu kalian untuk merestui pernikahan kami," ucap justin sembari menatap mata Hendra dengan dalam dan penuh pengharapan.
"Brak!" Hendra mengebrak meja di depannya sembari bangkit dari duduknya. Hal itu membuat semua orang refleks berdiri dengan wajah terkejutnya. "Apa kau bilang! kau ingin menikah dengan wanita ini?" ucap Hendra sembari menunjuk Clara dengan penuh kemarahan.
"Berhenti Pa! jangan menunjuk dan menatap tajam padanya," ucap Justin menentang Hendra membuat Pria paru baya itu terkejut bersamaan dengan Ela istrinya.
"Tidak sepantasnya kamu bersikap begitu keras pada Papa mu sendiri!" ucap Ela mencoba menasehati Justin.
__ADS_1
"Aku tidak akan bersikap seperti ini jika Papa bersikap baik pada wanita yang aku cintai Ma!" ucapnya dengan nada sedikit keras membuat Ela memegang dadanya yang sakit sebab bentakan Justin padanya.
"Dasar anak kurang ajar, bug!" ucap Hendra sembari melayangkan satu pukulan di wajah tampan Justin dengan sangat kuat. Justin yang tak siap langsung tersungkur dengan sudut bibir yang sudah mengeluarkan sedikit darah segar. Karena Pria yang memukulnya adalah Papa-nya sendiri membuat Justin tak membalas memukul Hendra walaupun pada dasarnya dia lebih kuat dari pada Hendra.
"Dasar anak tidak tau diri kau, kau berani membentak dan menentang orang tua mu sendiri hanya demi wanita tak tau malu ini!" ucap Hendra dengan wajah yang memerah menahan amarah.
"Apa kau tak ingat, jika wanita ini kabur di hari pernikahanmu?" ucap Hendra mencoba mengingatkan justin kembali namun Justin terlihat biasa saja menanggapi hal itu.
"Dia pergi karena ada alasan Pa," ucap Justin setelah berdiri dengan Clara yang memeluk tangannya dengan erat.
__ADS_1
"Kau itu memang anak yang bodoh! sampai kapan pun aku tak akan merestui hubungan kalian!" ucap Hendra dengan lantang namun mampu membuat jantung Justin berdetak tak karuan.