CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Cafe Pinggir Danau


__ADS_3

Seperti pengantin baru pada umumnya, semua teman-teman Emeli menggodanya dengan sangat antusiasnya. Mood buruknya pagi ini berubah menjadi sedikit lebih bahagia sebab, semua teman-teman sedevisinya berhasil merangsang hatinya. "Oh sayang,,," ucap Salsa yang tak lain teman akrab Emeli di sana.


"Salsa!" ucap Emeli memberi peringatan membuat siapa saja yang melihatnya tertawa puas.


"Jangan ganggu pengantin baru, cepat kembali berkerja!" ucap Dave ketua devisi dengan tegas. Bukan pergi dalam keadaan takut, justru para karyawan pergi dalam keadaan bahagia. Dave adalah ketua Devisi yang baik, tegas namun suka bercanda, sehingga semua bawahan selalu beta di bawa kepemimpinannya, termasuk Emeli.


"Jangan hiraukan godaan mereka Emeli, selesaikan pekerjaanmu dengan tenang," ucap Dave yang di angguki Emeli dengan senyuman.

__ADS_1


"Baik Pak," Emeli segera kembali ke tempat duduknya. Ia pun mulai menghidupkan layar komputernya. Dalam keadaan mood yang bagus, Emeli mengerjakan tugasnya dengan cepat dan baik. Karena semuanya tugas-tugasnya sudah selesai, kini Emeli bisa pulang lebih Awal.


Seperti yang di katakannya, Emeli segera menghubungi Leo untuk bertemu. Karena ia mempunyai banyak waktu membuatnya bisa keluar begitu lama bersama Leo. Saat ini Leo maupun Emeli tengah duduk di cafe di pinggir danau. Seperti biasanya mereka berbicara santai dengan sedikit candaan. Karena perut mereka sudah keroncongan, akhirnya mereka pun memesan makanan berat untuk mengisi perutnya.


Kembali ke kantor, kini terlihat Justin memerintahkan Riko untuk memanggil Emeli ke ruangannya. Beberapa menit menunggu, kini Riko telah kembali tanpa membawa Emeli bersamanya. Justin yang melihat itu langsung mengernyitkan dahinya seakan berkata 'Dimana istri ku? kenapa dia tak ikut bersamamu?' itulah yang sekiranya di tangkap Riko dari sorot mata Justin.


"Maaf Tuan, Nona Emeli sudah menyelesaikan pekerjaannya sehingga beliau sudah pulang terlebih dahulu," jelas Riko membuat Justin berfikir keras tentang Emeli.

__ADS_1


"Tidak ada Tuan," ucap Riko yang di angguki Justin.


Kemana gadis itu? kenapa dia tak membalas pesanku, padahal aku ingin sekali mengajaknya makan seafood siang ini! apa dia masih marah padaku? ah, aku tidak bisa membiarkan perang dingin ini terus berlanjut. batin Justin sembari menyimpan kembali handphone miliknya.


"Ayo pergi ke lestoran di taman kota, aku ingin makan gado-gado siang ini," ucap Justin yang sudah bangkit dari duduknya.


"Baik Tuan," ucap Riko segera menyusul Justin yang sudah berjalan terlebih dahulu.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun pergi menuju taman kota. Di taman itu bukan terdapat cafe saja, namun juga terdapat lestoran. Tak hanya itu, banyak jajanan pinggiran yang bisa mengunggah selera setiap orang yang melihatnya. Saat ini justin maupun Riko telah tiba di taman kota. Mereka melangkahkan kakinya mengikuti instingnya. "Apa sebaiknya kita ke cafe di pinggir danau saja Tuan, sendari tadi lestoran yang kita lewati penuh semua," ucap Riko memberikan saran.


Justin yang sudah sangat lapar pun tak memikirkan gado-gado lagi. Dalam benaknya ia akan memakan apapun yang menurutnya enak. Tak ingin membuang waktu, Justin dan Riko kembali melangkahkan kakinya menuju satu-satunya cafe yang berada di pinggir danau. Sesampainya di sana mereka langsung mencari meja yang kosong. Tak lama duduk, salah satu pelayan menghampiri mereka lalu memberikan buku menu. Justin maupun Riko langsung melihat berbagai menu di dalam sana, setelah mendapat yang ia mau, Justin segera memerintahkan Riko untuk memesannya.


__ADS_2