CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Merasa Puas


__ADS_3

Ya Allah luluhkan lah hati kedua orang tua hamba, terutama Papa hamba ya Allah, batin Justin berdoa dalam hati dengan tangis yang belum reda.


"Pa, maafkanlah anak kita, Mama tau dia telah melakukan kesalahan yang sangat fatal bahkan menyakiti hati banyak orang. Kasihanilah dia Pa, baik buruk Justin adalah anak kandung kita satu-satunya. Lagian dia sudah menyesal dan mengakui semua kesalahannya. Biarkan dia berubah Pa, maafkan dan bantulah dia agar bisa hidup lebih baik lagi kedepannya bersama menantu kita Emeli. Mama yakin Papa bisa melihat ketulusan pada dirinya," ucap Ela dengan lembut dan penuh kehati-hatian.


"Huh," Hendra menghela nafasnya seakan sudah termakan omongan sang istri. Hatinya yang panas seketika mendingin. Api amarah yang berada di matanya sudah menghilang. Ia sadar jika anaknya justin hanyalah manusia biasa yang tak luput dari dosa, khilaf, dan salah. Dengan berat hati, akhirnya iapun memaafkan Justin.


Hendra segera bangkit dari sopa lalu berjalan menghampiri Justin yang tak jauh darinya. Dengan pelan dan lembut iapun memegang kedua pundak anak nya yang tengah rapu itu. "Bangkitlah, Nak," ucap Hendra sembari membantu Justin untuk berdiri. "Jangan menangis lagi, Papa sudah memaafkan mu," ucapnya membuat Justin langsung memeluk Hendra dengan erat.

__ADS_1


"Terimakasih Pa, Justin janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi," ucap Justin yang di angguki Hendra.


"Papa percaya dan bangga padamu sebab mau mengakui segala kesalahan yang telah kau perbuat," ucap Hendra sembari menepuk punggung Justin dengan pelan.


Ela terlihat menangis haru melihat momen mengharukan di depannya. Tanpa sadar, Riko menarik sedikit ujung bibir nya lantaran ikut bahagia melihat hubungan keluarga di depan nya yang kembali harmonis dan membaik. Sudah selesai satu tugas Riko, kini ia hanya tinggal membantu Justin untuk menemukan Emeli. Untuk urusan mengambil hati Emeli, biarlah itu menjadi urusan Justin, sedangkan Riko akan menjadi penonton setia bagi keduanya saja.


"Silahkan Tuan," ucap Riko sembari memberi kan map coklat dan flashdisk yang di dalam nya terdapat rekaman cctv.

__ADS_1


Justin segera mengambil laptopnya lalu menyambung kan flashdisk di colokan laptopnya. Mata tajam nya tak henti-hentinya memperhatikan layar di depannya. Ia menatap semua gambar di depannya dengan seksama.


"Owh, jadi sih bed*bah itu selingkuh dari wanita sial*n itu!" ucap Justin tersenyum sinis seakan puas mengetahui hal yang menimpa Clara, setidaknya rasa sakit hatinya sedikit terbalas.


"Benar Tuan, Patrick mantan kekasih Clara tidak ingin bertanggung jawab dengan anak yang berada di dalam kandungan mantan kekasih anda Tuan," ucap Riko yang langsung di angguki Justin dengan senyum yang sangat bahagia.


"Cih, aku muak sekali mendengar nama wanita ular itu di sebut di depanku!" decit Justin tak suka mendengar hal yang berkaitan dengan wanita yang hampir saja menghancurkan hidup dan rumah tangganya. Bukan hampir, tapi memang sudah menghancurkan Justin!

__ADS_1


"Sekarang dimana wanita ular itu tinggal?" tanya Justin sembari menatap Riko dengan tatapan seriusnya.


__ADS_2