CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Saling Menguatkan


__ADS_3

Setelah mengeluarkan segala unek-unek di hatinya, Emeli segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai dan berpakaian, Emeli segera mengambil tas selempang nya lalu pergi mengikuti jalan fikirannya. Tak tau mau kemana gadis malang itu, yang pasti ia akan menemui seseorang.


***


Beberapa menit membela jalan, kini Justin sudah sampai di kediaman Clara. Wanita itu langsung berlari dengan penuh semangat memasuki mobil Justin. "Sayang kita sarapan dulu ya, baru nanti langsung pergi ke rumah Papa dan Mama," ucap Justin yang di setujui Clara.


Tanpa menunggu lagi, kini mobil mewah itu membela jalan kembali dan menuju lestoran terdekat. Setelah sampai, keduanya langsung turun dan berjalan dengan bergandengan mesra. Karena sudah sangat lapar, Justin maupun Clara segera memesan makanan yang di sukainya, tak lupa ia juga memesan dua minuman.


"Sayang, apakah kamu benar-benar siap menemui kedua orang tua ku?" tanya Justin membuka pembicaraan.

__ADS_1


Clara tersenyum dengan mulut yang sedang mengunyah, walaupun begitu ia tetap menjawab pertanyaan Justin. "Siap sayang, bahkan sangat-sangat siap!" ucapnya dengan ekspresi penuh semangat membuat justin tersenyum bahagia padanya.


"Kau memang benar-benar kekasihku!" ucap Justin membuat Clara seakan melambung tinggi.


"Bisa saja deh, sayang," ucap Clara sembari mencubit pipi justin dengan sangat gemasnya.


Setelah pembicaraan singkat itu kini mereka kembali menikmati makanannya hingga tak tersisa. Setelah duduk sebentar agar nasinya turun dengan baik, mereka pun segera pergi dari lestoran itu lalu kembali menuju ke kediaman orang tua Justin. Di dalam mobil terlihat Clara memegang tangan kiri justin dengan sangat erat.


Justin tersenyum di iringi helaan nafasnya. Tak ingin terjadi sesuatu yang tak di inginkan, Justin segera menepikan mobilnya di sisi jalan. Setelah berhasil menepi dan berhenti, Justin segera menghadapkan tubuhnya ke arah Clara. Saat ini keduanya saling menggenggam dan menatap seakan memberikan kekuatan satu sama lain.

__ADS_1


"Sayang, tenang dan jangan takut, kita akan menghadapi semuanya bersama. Seperti yang aku katakan sebelumnya padamu jika kita akan tetap menikah walaupun tanpa restu kedua orang tua ku. Kita meminta restu pada mereka sebab kita tak ingin di sebut sebagai anak yang tidak menghormati orang tua," ucap Justin terlihat sangat serius membuat Clara mengeluarkan air mata buaya-nya.


"Sayang, terima kasih atas semuanya, hiks," ucap Clara yang sudah menghambur ke pelukan justin.


"Sama-sama sayang, terima kasih juga karena telah mau berjuang bersamaku," ucap justin sembari memegang kedua wajah Clara lalu mendaratkan satu kecupan di bibirnya.


Kecupan kecil itu lama-lama menjadi semakin menuntut. Keduanya terlihat tak malu dengan mobil yang lewat berlainan arah dengannya Walaupun cuma satu mobil saja yang lewat, namun tetaplah orang yang berada di dalam mobil tersebut dapat melihat apa yang dilakukan Justin dan Clara.


"Anak zaman sekarang memang sudah tidak punya urat malu!" ucap supir taksi yang di tumpangi Emeli.

__ADS_1


Gadis itu juga melihat apa yang di lihat oleh supir taksi yang membawanya. Emeli hanya bisa diam dan berusaha menetralkan suasana hatinya agar tak menangis di depan sang supir.


"Begitulah Pak," sahutnya dengan singkat agar sang supir taksi tak meneruskan pembicaraannya.


__ADS_2