CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Ngambek


__ADS_3

"Maafkan Clara ya Ma," ucap Clara menampil kan wajah merasa bersalahnya.


"Tidak apa sayang, Mama senang kamu baik-baik saja," ucap Erika dengan tangan yang sudah memegang pipi Clara.


"Kita kebawah dulu yuk, biar bibi yang membersihkan kamarmu sayang," ucap Erika yang di setujui oleh Clara.


Kini keduanya pun melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga dengan tangan yang saling bergandengan sebab Erika takut jika Clara terjatuh dan membuat anak di dalam kandungannya keguguran.


Kembali ke penjual bakso di pinggir taman kota. Kini terlihat Emeli dan Justin sudah mulai kembali akrab walaupun ke akrabnya tidak seperti dulu. Walaupun begitu, Justin sudah sangat senang sebab Emeli perlahan sudah mulai memaafkan dan menerimanya kembali. "Kau ini kebiasaan sekali meletakkan cabe yang sangat banyak di mangkukku," omel Justin ketika melihat dua sendok makan cabai rawit sudah berada di mangkuknya.


"Tapi agar sehat,,," ucap Emeli tanpa merasa berdosa sedikit pun.


"Terserahmu lah sayang, jika kau senang, maka aku pun juga ikut senang," ucap Justin yang hanya di tanggapi Emeli dengan senyum simpul nan menyebalkannya.

__ADS_1


"Loh, kenapa kau menambahkan kecap di baksoku?" tanya Emeli dengan wajah bingung nan kesalnya.


"Jika kau tak menyukainya, maka kau bisa mengambil punyaku sayang," ucap Justin dengan senyum penuh kemenangan sembari menukar bakso miliknya dengan bakso milik Emeli.


"Hm,,," dehemnya ngambek dengan tangan yang sudah bersedekap di dada.


"Jangan marah sayang,,, bukankah kau sangat menyukai pedas?" tanya Justin tanpa melepaskan pandangannya dari Emeli.


"Ntahlah!" ucapnya dengan ketus membuat Justin terkekeh geli melihat sikap Emeli.


Kenapa dia bisa sangat romantis begini sih,,, rasanya hatiku tidak tega jika terus-menerus bersikap buruk padanya. Ya Allah,,, jagalah jantung hambamu ini agar tak lompat keluar dan berlari. Batin Emeli dengan mata yang masih fokus menatap mata tajam Justin.


"Sayang," panggil Justin yang membuat Emeli gugup.

__ADS_1


"I-iya, apakah kau mengatakan sesuatu?" tanyanya dengan wajah polos nya.


Andai saja di sini bukan tempat umum, pasti aku sudah menarik wajah bodoh itu lalu menciumnya! Batin Justin gemas melihat Emeli.


"Maafkan aku," ucapnya lagi dengan tatapan seriusnya.


Aduh Emeli,,, kenapa bisa sampai gugup begini sih! Batin mengutuki dirinya sendiri.


"Ya," ucapnya dengan nada cuek nan datarnya.


Emeli segera menarik tangannya dari genggaman Justin lalu melanjutkan kegiatan memakan baksonya yang sempat tertunda. "Kenapa diam?" tanya Emeli menghentikan kegiatannya dan fokus menatap Justin yang menatap dirinya. "Ayo makan!" ucap Emeli lagi yang di angguki Justin.


Kembali ke kediaman orang tua Justin, terlihat Ela yang baru saja bangun dari tidurnya. Wanita tua itu mengucek matanya lalu mengendarkan pandangannya mencari sosok menantunya, ya, siapalagi jika bukan Emeli.

__ADS_1


"Dimana dia?" gumamnya bertanya-tanya lalu melirik ke arah pintu yang baru saja di buka. "Dimana menantu saya Bi?" tanya Ela pada bibi yang masuk membawa nampan di tangannya.


"Maaf Nyonya, Nona Emeli pergi keluar, beliau menitipkan pesan agar mengatakan hal ini pada anda," ucap Bibi yang langsung di angguki Ela.


__ADS_2