CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
Nggak Nyambung


__ADS_3

Setelah mengelilingi berbagai penjuru ruangan, Justin pun beralih mencari Emeli di taman belakang rumahnya. Rasa lelah dan khawatir Justin hilang ketika melihat Emeli tengah duduk di atas rumput sembari mencabut daun-daun yang berada di sekitarnya. Senyum Justin mulai mekar bak bunga bangkai, ia segera mendekati Emeli secara perlahan sebab tak ingin istrinya itu kabur kembali.


Setibanya di belakang Emeli, Justin pun mengendap-endap hendak memeluk Emeli seakan-akan ia hendak menangkap ayam yang siap kabur kapan saja.


"Mau apa kau ke sini?" ucap Emeli dengan juteknya membuat Justin memudarkan senyumnya sebab rencananya telah gagal.


"Huh," Justin mencoba menetralkan suasana hatinya agar bisa bersabar menghadapi tingkah Emeli.


"Sayang maafkan aku, aku khilaf tadi. Sebenernya aku nggak salah," ucap Justin membuat Emeli menatapnya dengan tajam.


"Jika kau tak salah, terus siapa yang salah? apakah aku?" tanya Emeli dengan mata yang memicing.


"Tidak sayang, bukan di antara kita yang salah," ucap Justin dengan wajah meyakinkannya.


"Terus siapa!" jawabnya dengan kesal.

__ADS_1


"Setan," ucap Justin yang seketika membuat Emeli tertawa.


Melihat Emeli tertawa membuat Justin ikut tertawa. Ternyata semuda itu meluluhkan seorang Emeli yang dalam mode ngambek.


"Kau yang salah, malah setan yang kau salahkan!" kesal Emeli dengan tawa yang tak bisa di ajak bekerja sama.


"Hhhh, jelaslah setan yang salah, orang dia kok yang menghasut aku," ucap Justin sembari menipiskan jaraknya dengan Emeli.


"Kenapa tertawa, aku sedang marah ya!" ucap Emeli berusaha menampilkan wajah marahnya namun tak bisa sebab bibirnya tak bisa di ajak bekerjasama.


Tahan Emeli, kau harus memberikan Jus Tomat ini pelajaran! Batin Emeli terus berusaha menampilkan wajah garangnya namun lagi-lagi tak bisa sebab bibirnya tak mau di ajak bekerja sama.


Tadi marah, sekarang tersenyum. Wanita memang rumit. Salah ngomong langsung ngambek, salah sikap juga ngambek. Di marahi sedikit langsung ngambek, di lembutin juga ngambek. Tak sependapat dengannya ngambek, Di sayang juga ngambek, nanti giliran di cuekin di bilang nggak peduli dan tak perhatian. Serba salah memang. Aduh,,, sabar-sabarlah aku! Batin Justin mengusap dadanya pelan.


"H," Emeli membuang wajahnya dari Justin sebab kesal di cuekin.

__ADS_1


"Kan marah lagi,,," gumamnya bingung dengan tangan yang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Apa!" ucap Emeli kesal dengan ucapan Justin.


"Eh, tidak sayang, aku tidak mengatakan apapun. Aku kan sayang kamu,,," gombal Justin dengan senyum yang di buat seimut mungkin.


Nggak nyambung banget pantun-nya! Batin Emeli melirik Justin dengan tatapan herannya.


Kenapa dia diam ya? kenapa dia melihatku seperti itu? apa aku melakukan kesalahan lagi? Batin Justin bertanya-tanya.


"Ikan patung makan besi, nggak nyambung pantun-nya!" ucap Emeli yang tak sadar jika pantun yang di ucapkannya juga nggak nyambung.


"Eh, siapa yang lagi berpantun? dan sejak kapan ikan makan besi? emang ada ya ikan patung?" tanya Justin menjauhkan sedikit wajah herannya.


Pantun kamu tu yang nggak nyambung sayang, lagian aku tidak sedang membuat pantun! Batin Justin yang hanya berani berbicara dalam hati.

__ADS_1


"Jus!" ucap Emeli kembali kesal.


Mengalah Justin, mengalah, jangan memperkeruh suasana. Tampilkan senyum terindah mu lalu meminta maaflah agar semuanya kembali normal dan baik-baik saja. Batin Justin tersenyum terpaksa.


__ADS_2