CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
Cemburunya Justin


__ADS_3

Di kamarnya terlihat Justin ngambek pada Emeli sebab cemburu. Walaupun begitu Justin tetap memeriksa seluruh tubuh Emeli dari atas hingga bawah. Tak tanggung-tanggu Justin membantu Emeli membersihkan diri sebab tak ingin mengambil resiko. Tingkat kewaspadaan Justin semakin besar ketika Emeli hampir di patuk ular.


Sepanjang membantu Emeli, Justin tidak mengeluarkan sepatah katapun. Ia memilih diam sebab tak ingin menyakiti fisik maupun perasaan wanita yang di cintai-nya itu. Emeli yang paham ingin sekali meminta maaf namun ia mengurungkan niatnya sebab wajah dingin Justin yang sangat tak bersahabat.


Ya Allah, apa yang harus aku lakukan? maafkan aku ya Allah sebab telah membuat suamiku marah. Batin Emeli dengan rambut yang sedang di keringkan Justin.


"Sayang," panggil Emeli mulai memberanikan diri membuka percakapan.


"Hm," sahut Justin terdengar sangat dingin membuat Emeli menelan Saliva-nya. Saat ini leher wanita hamil itu seperti tercekat.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang," ucap Emeli dengan raut wajah bersalahnya.


"Tidak perlu meminta maaf sebab akulah yang harus mengatakan itu. Dengan bodohnya aku lebih mementingkan panggilan telepon seseorang ketimbang memperhatikan istriku sendiri," ucap Justin masih dengan wajah dingin dan datar.


Walaupun tadi hanya sebuah penyelamatan saja, namun tak tau kenapa hatinya merasa sakit seakan tak terima miliknya di sentuh orang lain. Justin masih mengingat dengan jelas gimana Leo menggendong istrinya dan tersenyum padanya. Kejadian itu terus saja berputar seperti film di kepalanya.


Huh, lupakanlah Justin, jangan membuat Anak dan istrimu stres dan sedih. Batin Justin berusaha menenangkan hati dan pikirannya.


Mendengar itu membuat Emeli senang bukan kepalang, dengan cepat iapun mengangguk paham. "Begitu baru istriku, much," puji Justin sembari mendaratkan satu kecupan di kening Emeli lalu memeluknya dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Setelah beberapa menit berpelukan dan saling mencurahkan kasih sayang satu sama lain, dua sejoli itupun kembali keluar kamar lalu menuju ke taman pinggir danau sembari bergandengan tangan. Mereka terlihat sangat mesra di sepanjang jalan menuju danau. Clara yang sudah berkumpul bersama yang lainnya terlihat memperhatikan Emeli dengan tatapan kesal.


Clara menatap Emeli dengan kesal bukan tak punya alasan. Wanita beranak satu itu masih jengkel pada Emeli sebab rencana romantisnya bersama Leo yang hendak membuatkan hadiah untuk Abel tidak terjadi. Karena sibuk memikirkan Emeli membuat Leo lupa akan hal itu. Clara ingin mengingatkan Leo namun ia mengurungkan niatnya itu sebab malu mengatakannya.


Sabar Clara, kau harus maklum dengan apa yang terjadi di taman tadi. Jika saja suamimu tidak menyelamatkannya, mungkin acara keluarga ini akan batal sebab semua orang panik dengan keadaannya. Bukan hanya itu saja, aku yakin Emeli akan membuat tempat ini di kenal sebagai taman ular! Batin Clara masih menatap objek yang sama.


"Sayang," panggil Leo sembari mengusap wajah Clara sehingga tatapan kesal itu beralih menatap Leo.


"Ada apa sayang?" tanya Clara dengan suara lembutnya.

__ADS_1


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Leo terlihat khawatir dengan kondisi Clara.


"Tentu saja sayang," jawabnya dengan senyum tulus nan manisnya.


__ADS_2