
Masih di taman bunga di halaman belakang, Emeli terlihat sibuk berjalan sembari memegang bunga di pinggirnya. Justin yang sibuk mengangkat panggilan telepon tidak sadar jika Emeli sudah hilang dari pandangannya.
"Indah sekali,,," lirihnya pelan sembari mencium bunga yang tak jauh dari wajahnya.
Di sisi lain terlihat Leo dan Clara masih sibuk menikmati momen romantisnya dengan Clara yang masih setia berada di gendongan Leo suaminya. Di saat keduanya tengah sibuk becanda, tiba-tiba saya keduanya terdiam ketika mendengar suara teriakan seorang wanita yang tak jauh dari tempatnya.
"Emeli!" gumam Leo yang tanpa sadar melepaskan gendongannya membuat Clara langsung terjatuh ke tanah sebab kedua tangannya sibuk memainkan tali sweater yang di kenakan Leo.
Tanpa membantu Clara, Leo pun segera bergegas mencari keberadaan Emeli. Bukannya Leo sengaja mengabaikan Clara dan meninggalkannya, namun Pria itu sangat panik mendengar suara teriakan wanita yang dulu pernah mengisi kekosongan hatinya itu.
Clara yang melihat Leo menemui istri mantan calon suaminya dulu terlihat meremas bunga yang berguguran di tanah. Nafas wanita beranak satu itu naik turun. Rasa Sedih, kecewa, cemburu, kesal bercampur menjadi satu. Leo terlihat lebih mementingkan Istri orang lain ketimbang istrinya sendiri.
Emeli lagi, Emeli lagi, Kenapa kau selalu mengacaukan kebahagiaanku! Batinnya dengan air mata yang sudah berada di sudut matanya.
__ADS_1
Setibanya di asal suara, Leo terkejut melihat ular hijau yang melata ke arah Emeli yang saat ini terduduk di tanah. "Ah,,,tolong,,," teriak Emeli semakin membuat Justin panik dengan kaki yang terus melangkah ke asal suara.
"Emeli," teriak Leo segera menghampiri Emeli lalu mengangkatnya ke tempat yang aman, tanpa Leo sadari kelakuannya di lihat oleh Justin dan Clara.
"Leo, ularnya mengejar kita," ucap Emeli dengan sangat paniknya di gendongan Leo. Wanita hamil itu mengeratkan pelukannya di leher Leo.
Justin yang melihat ular hampir dekat dengan istri segera mengusirnya menggunakan ranting kayu kering yang ia dapatkan di sekitarnya.
Setelah berhasil mengusir ular hijau itu, Justin pun menghampiri Leo dengan tatapan tajam seakan menyiratkan ketidak sukaannya sebab menggendong istrinya. "Berikan dia padaku!" ucap Justin dengan ketusnya dan mengambil alih Emeli ke dalam gendongannya.
"Terimakasih Leo," ucap Emeli yang di balas Leo dengan senyum tipis.
"Sayang," panggilan Clara seketika membuat Leo memudarkan senyumannya.
__ADS_1
"Sayang kenapa kau meninggalkanku!" marah Clara dengan raut wajah kecewa.
"Maafkan aku sayang, Aku Refleks menolong Emeli hingga aku lupa jika aku sedang bersamamu," ucap Leo merasa bersalah pada Clara.
Clara yang memang sudah jatuh hati pada Leo menghela nafasnya dan memilih untuk tidak memperbesar masalah. Ia tak ingin hubungannya kali ini gagal dan berantakan sebagaimana hubungannya dulu bersama Justin dan Patrick.
"Baiklah sayang, jangan di ulangi lagi," ucap Clara yang langsung mendapatkan pelukan hangat dari Leo.
"Terimakasih sayang," ucap Leo dengan sangat lembutnya membuat amarah Clara seketika berubah menjadi teduh. "Oya sayang, apa kau baik-baik saja?" tanya Leo sembari memeriksa seluruh tubuh Clara. Sikap Leo itu kembali membuat Clara semakin yakin jika Leo takkan mengkhianatinya.
"Ya sayang, i'm fine," ucap Clara sembari memperlihatkan senyum lembutnya.
"Baguslah jika kamu baik-baik saja," ucap Leo yang di angguki Clara.
__ADS_1