CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Tak Menyangka


__ADS_3

Di sisi mobil yang berada tak jauh dari acara pernikahan Riko dan Stevia. Terlihat Clara tengah berdecak kesal pada Nardo yang sendari tadi usil padanya. "Kau ini menyebalkan sekali!" marah Clara sembari memukul bahu Nardo berulang kali.


"Hhhhhh,,, dasar penyihir galak!" ejek Nardo membuat Clara semakin bertambah kesal.


"Apa katamu, penyihir galak!" ucapnya dengan sangat gemasnya.


"Jangan marah, panggilan itu sangat cocok untuk mu," ucap Nardo dengan tawa setengah di tahan.


Menyebalkan sekali, biatin Clara menatap sinis Nardo suaminya.


"Ih,,, kau sangat menyebalkan sekali... Malang sekali nasibku menikah dengan kadal jelek sepertimu!" ketus Clara bukan nya membuat Nardo marah justru malah tertawa puas.


Karena tak ingin berdebat dengan Nardo lagi, akhirnya Clara pun memutuskan untuk pergi menuju acara pernikahan Riko dan Stevia.


"Hey, tunggu," panggil Nardo yang membuat Clara menghentikan langkahnya dengan perasaan yang sebal.

__ADS_1


"Ada apalagi sih?" tanya Clara dengan tatapan malas nan datarnya.


"Ini sapu mu ketinggalan, masa penyihir galak jalan kaki sih," ucap Nardo sembari mengangkat sapu lidi yang ia ambil dari samping pohon.


Clara terdiam di tempatnya dengan kedua tangan yang mengepal erat. Rasanya ia ingin sekali menggigit suami kurang ajarnya itu. Karena tak ingin image nya luntur di hadapan banyak orang, akhirnya Clara pun hanya bisa menghela nafas sembari melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.


"Dasar kadal jelek menyebalkan!" umpat Clara dengan jalan yang sedikit cepat.


"Hhhhhh," tawa Nardo terdengar sangat renyah. Suami dari penyihir galak itu memegang perutnya yang sakit di sebabkan banyak tertawa.


Di saat sudah berada di lokasi pernikahan, terlihat Clara menghentikan langkahnya ketika melihat Justin yang sibuk menikmati makanannya bersama wanita yang paling ia cemburui dan ia benci. Tangan indah berkuku panjang itu mengepal erat dengan wajah yang kesal.


"Jus-" Clara yang hendak memanggil mantan kekasihnya itu berhenti ketika bahunya di genggam dengan erat oleh seseorang, siapa lagi kalau bukan Nardo.


"Jangan membuat keributan di sini!" bisik Nardo penuh peringatan. Sikap hangatnya tadi berubah begitu cepatnya menjadi pria yang sangat arogan dan dingin.

__ADS_1


"Glek," Clara menelan Salivanya mendengar nada penuh ancaman itu.


"Bersikaplah selayaknya seorang istri yang patuh dan cinta pada suaminya. Jangan sampai orang tau jika kita berdua tidak saling mencintai! apa kau paham?" bisik Nardo penuh penekanan membuat Clara mengangguk patuh walaupun sejatinya di dalam hatinya penyihir galak ini ingin memberontak.


"Lepaskan aku," ucap Clara berusaha melepaskan cengkraman Nardo dengan kasar.


Setelah pembicaraan singkat itu, kini keduanya pun menyamperi meja Emeli dan pengantin baru. "Selamat Sore semuanya," ucap Nardo membuat semua mata tertuju padanya dan Clara.


Tawa yang sempat timbul di meja itu seketika lenyap ketiga Clara dan Nardo hadir. "Kak Nardo,,," panggil Stevia lalu bangkit dari duduknya dan memeluk Nardo.


"Selamat sayang," ucap Nardo lalu mengecup kening Stevia sembari mengelus punggung adik kesayangannya itu.


"Leo," ucap Justin, Emeli, dan Riko secara bersamaan.


"Semuanya perkenalkan, ini kak Leonardo, kakak kandung Stevia. Dan yang berada di sampingnya adalah kak Clara yang tak lain istri kak Nardo," ucap Stevie dengan wajah bahagianya.

__ADS_1


Semua yang berada di sana terdiam sebab tak menyangka jika Leo telah menikah dengan Clara, begitu pun dengan Clara yang tak menyangka jika Nardo adalah Leo teman Emeli yang sempat ia kenal namanya melalui orang suruhannya. Clara menatap Nardo suaminya dengan tatapan tak percaya.


__ADS_2