
Justin menghapus air matanya yang terus mengalir, dalam keadaan sesenggukan, Justin pun memasuki mobilnya lalu menjalankannya menuju kediaman kedua orang tuanya. Sama halnya di kediaman Bowo, begitulah yang di lakukan Justin di kediamannya. "Ma, Maafkan Justin Ma, Justin menyesal telah menyakiti semuanya. Justin ingin kembali bersama dengan Emeli Ma, bantu Justin untuk menemukan Emeli Ma, Hiks," Ela yang tak tega dan tak sampai hati hanya bisa memeluk Justin dan menenangkannya. Jangan kan Justin, bahkan dia dan suaminya Hendra saja tidak tau keberadaan Emeli.
"Nak, berubah dan berusahalah Nak, Mama yakin kau akan menemukan Emeli lagi, Mama tidak bisa membantu banyak Nak selain mendoakan kebaikan untukmu dan Emeli sayang, berjuanglah, Mama yakin kau pasti bisa menemukannya," ucap Ela sembari mengelus kepala Justin dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Di Amerika serikat tepatnya di California, terlihat Emeli tengah menikmati secangkir susu coklat hangat bersama Leo. Pertemuan keduanya sama sekali tidak di sengaja. Leo berada di negara itu sebab patah hati ketika tahu bahwa Emeli sudah menikah. Walaupun pertemuan keduanya begitu singkat dan belum genap setahun, tetapi Leo sudah menaruh hati pada Emeli. Sedangkan Emeli berada di sana sebab ingin pergi jauh dari kehidupan yang menyakitkan yang di ciptakan oleh Justin. Walaupun begitu, keduanya menyimpan luka masing-masing tanpa ingin siapapun mengetahuinya.
"Jadi, kau kesini hanya untuk mengurus bisnis Papa-mu?" tanya Emeli yang langsung di angguki Leo.
__ADS_1
"Benar Mentari, aku kasihan pada Papa yang mengurus semua perusahaan yang berada di dalam dan di luar negeri. Karena aku kasihan dan sekalian ingin healing juga, jadi aku menerima tawaran Papa untuk tinggal disini," ucapnya membuat Emeli mengangguk paham.
"Maafkan aku Leo," ucap Emeli sembari tetap fokus pada pemandangan di depannya. Ia merasa tak enak hati pada Leo.
"Maaf untuk apa Mentari?" tanya Leo berpura-pura lupa dan tidak tau.
"Maaf, karena aku tidak memberitahumu tentang pernikahan ku," ucapnya yang langsung membuat Leo menerbitkan senyum manisnya.
__ADS_1
Emeli mengangguk pelan dengan senyum simpul mempesonanya, ia pun menautkan jarinya dengan jari Leo, "Teman," ucapnya membuat hati Leo kembali bahagia sebagaimana pertemuan pertamanya dengan Emeli.
"Baiklah karena kita sudah berteman, bagaimana jika kita menikmati musim dingin ini dengan bermain ski!" ucap Leo yang membuat mata Emeli langsung berbinar senang. Sebelumnya ia belum pernah bermain ski, jangankan bermain, datang ke lokasi ski saja ia tak pernah.
"Aku sangat tidak sabar ingin segera ke sana," ucap Emeli sembari membayangkan tempat bermain ski yang indah.
"Kau akan semakin terpanah jika sudah tiba di sana, sebab di sana bukan hanya permainan ski saja yang ada, namun banyak lagi wahana lainnya. Apakah kau sudah pernah menaiki lift ski?" tanya Leo yang langsung mendapat gelengan lemah dari Emeli.
__ADS_1
"Aku tidak pernah menaikinya, aku hanya pernah melihatnya di acara tv," ucap Emeli yang membuat Leo sangat bersemangat mengajak Emeli untuk pergi ke wisata salju yang berada di California.
Setelah pembicaraan singkat itu, kini Emeli maupun Leo pun memutuskan untuk segera pergi menuju wisata salju yang berada di daerah yang sama dengan mereka.