
Beberapa menit menunggu, kini pesanan Justin dan Emeli pun tiba. Pelayan yang membawa pesanan dua sejoli itu segera menata beberapa makanan dan minuman. "Makanlah sayang," ucap Justin sembari memberikan bubur ayam pada Emeli. Sedangkan Justin mengambil nasi ayam rica-rica pesanannya.
"Ayo makan sayang," ucap Justin lalu menikmati makanannya.
Emeli melirik makanan miliknya dan Justin secara bergantian. Sesekali Emeli mengangkat sesendok bubur itu lalu memperhatikannya dengan seksama. Jangankan memakannya, mencium baunya saja ia ingin muntah.
"Sayang," panggil Emeli membuat Justin fokus melihatnya.
"Iya sayang," ucap Justin tanpa meletakkan sendok-nya.
"Cobalah makanan ku ini, aku juga akan mencoba makanan milikmu," ucap Emeli segara menukar makanya tanpa menunggu persetujuan Justin.
Justin yang merasa perasaan yang tak enak masih sibuk memperhatikan Emeli yang menikmati makanan miliknya. "Enak," puji Emeli memakan makanannya dengan lahap-nya.
Emeli menghentikan kegiatannya lalu melihat Justin yang masih diam di tempatnya. "Kenapa diam? ayo makan," ucap Emeli yang di angguki Justin. Justin yang tak terlalu menyukai bubur terlihat ragu memakannya. Karena sudah lapar akhirnya Justin pun berhasil memasukkan sesuap buat ke dalam mulutnya, ia ingin memuntahkannya namun ia menahannya sebab Emeli terus memperhatikannya.
"Enak?" tanya Emeli yang di angguki Justin.
__ADS_1
"Kalau begitu habiskan saja untukmu Jus, biar aku menghabiskan milikmu," ucap Emeli membuat Justin terkejut.
"Sayang," panggil Justin dengan ragu-ragu.
"Hm," sahut Emeli sembari menikmati makanannya.
"Bukankah kau menginginkan bubur ini?" tanya Justin yang langsung membuat Emeli menajamkan matanya.
"Siapa yang mengatakannya?" tanya Emeli dengan wajah yang hampir tak berjarak dengan wajah Justin.
Justin menelan saliva-nya dengan susah, "Kau kan tadi yang mengatakannya," ucap Justin fokus menatap mata Emeli.
"Ta-" belum lagi Justin menyelesaikan ucapannya Emeli sudah terlebih menutup mulutnya.
"Kalau makan sebaiknya jangan banyak bicara Jus," ucap Emeli yang di angguki Justin.
Nasib-nasib, mau pesan lagi tapi takut mubazir, ah sudahlah! Batin Justin memaksakan diri untuk menghabiskan bubur ayam milik Emeli.
__ADS_1
Emeli yang mencuri-curi pandang pada Justin terlihat tersenyum lucu sebab berhasil menjahili suaminya itu. Dia merasa puas sebab kekesalannya terbalaskan.
Siapa suruh Menjahiliku terus, dasar Jus Toman! Batin Emeli terkekeh geli membuat Justin menatap datar padanya.
"Sayang, kau mengerjaiku ya," kesal-nya yang di sambut tawa Emeli.
"Dasar," kesal Justin lalu menyerang Emeli dengan cara menggelitiknya.
"Hhhhh, hentikan Jus!" pinta Emeli sembari terus berusaha menjauhkan tangan Justin dari tubuhnya.
Karena kasihan melihat Emeli kegelian, Justin pun menghentikan serangannya.
"Hm," dehem Justin menatap kesal pada Emeli.
"Maaf sayang," ucap Emeli lalu bersandar manja di bahu Justin.
"Much," Justin mendaratkan satu kecupan hangat di kening Emeli. Setelah melakukan itu Justin pun melanjutkan acara makanya bersama Emeli.
__ADS_1
Mereka ini tidak punya mata apa hingga beromantisan di sini! bisa-bisanya mereka tidak malu dengan semua orang yang berada di sini. Apa mereka pikir cafe ini milik mereka! dasar tidak kenal tempat! Batin Leo jengkel pada Emeli dan Justin, lebih tepatnya jengkel ke Justin.
Clara yang masih sibuk dengan Abel mengikuti lirikan suaminya. Dadanya tiba-tiba saja bergemuruh ketika mendapati Emeli sebagai objek pandangan Leo.