CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
Tangisan Emeli


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa hari ini Clara akan di pindahkan ke rumah sakit yang berada di luar negeri. Semua orang terlihat berkumpul di rumah sakit untuk melihat Clara. Semua orang sangat sedih sebab Clara akan meninggalkan mereka. Emeli terlihat menangis sembari memeluk tubuh kaku Clara. Tak henti-hentinya seceria mentari itu meminta maaf dan mencium Clara.


"Hiks, hiks, hiks, maafkan aku Clara, maafkan aku, hiks, hiks," ucapnya dengan tangisan yang terdengar sangat pilu. Para wanita terlihat sedih melihat Emeli hingga ikut meneteskan air matanya.


"Jangan menangis Emeli, aku sudah memaafkan mu. Ini semua bukan salahmu tapi ini semua salahku. Seandainya saja aku tidak pergi, pasti semua ini tidak akan terjadi," ucap Clara dalam hati dengan air mata yang keluar dari ujung matanya.


"Sayang, kau mendengarnya Nak? Mama yakin kau kuat Nak, cepatlah sembuh, kami akan menanti kepulangmu di sini," ucap Rena Rena sembari menghapus air mata Clara.


"Clara, hiks, hiks," panggil Emeli seakan tak ingin berpisah dengan Clara.


Stevia yang melihat itu segera menghapus air matanya lalu menghampiri Emeli. "Kak, biarkan kak Clara pergi, nanti jika ada kesempatan kita bisa mengunjunginya. Kak Clara pasti sedih melihat kakak seperti ini," ucap Stevia sembari menuntun Emeli agar segera melepaskan Clara dari pelukannya.


"Sayang," aduh Emeli langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Justin. Justin yang tak bisa melakukan apa-apa hanya bisa memeluk Emeli sembari mengelus punggungnya.

__ADS_1


"Sudah sayang," ucap Riya mengelus kepala Emeli yang masih bersembunyi di dada Justin.


"Baiklah Tuan, Nyonya, jika tidak ada yang ingin di bicarakan lagi, kami izin membawa pasien untuk di pindahkan," ucap Dokter yang di setuju semuanya.


Erika segera mencium Clara seakan-akan merasa jika itu adalah pertemuan terakhirnya dengan anaknya itu. "Sudah Ma, nanti kita bisa menyusul mereka ke sana," ucap Nino menenangkan Erika yang terus menangis tanpa melepaskan pandangannya dari Clara.


Karena hanya satu orang yang boleh menemani pasien hingga tiba di luar negeri, akhirnya Leo lah yang ikut bersama Clara bersama team medis. Walaupun lelah dan terlihat tak bersemangat, Leo tetap setia menemani Clara.


"Ma, Pa, Leo dan Clara pamit dulu ya, tolong jaga Abel untuk kami Pa, Ma. Setelah nanti kami sudah boleh pulang, kami akan mengambil Abel kembali," ucap Leo pada Nino dan Erika.


"Hati-hati Nak, jaga Clara untuk Tante," ucap Erika lalu memeluk Leo dengan erat.


"Pasti Ma," ucap Leo sembari membalas pelukan Erika.

__ADS_1


Setelah berpamitan dengan Mama dan Papa mertuanya, Leo pun berpamitan dengan yang lainnya termasuk kepada kedua orang tuanya.


"Jika kau membutuhkan sesuatu, segera kabarin aku," ucap Justin sudah memeluk Leo sembari menepuk punggungnya seakan menguatkan.


"Terimakasih Bro, maaf merepotkan mu," ucap Leo tersenyum singkat.


"Tidak merepotkan, hanya menyusahkan saja," canda Justin berhasil membuat semua orang tertawa termasuk Leo.


"Is,,, kau ini!" tegur Emeli menatap Justin dengan mata sembab-nya.


"Becanda sayang," sahutnya terkekeh pelan.


"Becanda bukan pada tempatnya!" kesal Emeli yang di balas senyuman oleh Justin.

__ADS_1


"Maaf sayang," jawabnya mengalah sebab tak ingin terjadi perang dunia.


__ADS_2