
Seperti yang di sampaikan Ela, kini semua orang sudah berkumpul di ruang makan. Di sana Sudah terdapat meja makan yang cukup besar dan panjang. Tak hanya itu, di atas meja itu sudah terdapat berbagai hidangan khas Indonesia yang sangat lezat dan harum. Emeli yang melihat semua hidangan itu terlihat tak sabar untuk menyicipinya.
"Semuanya ayo makan, jangan malu-malu," ucap Ela yang terlihat sibuk seperti Ibu-ibu pada umumnya. "Papa mau makan pakai lauk ikan atau ayam?" tanya Ela pada Hendra membuat pria paruh baya itu menimbang sejenak dengan mata yang fokus memperhatikan hidangan di depannya.
"Ayam saja Ma, nanti malam baru ikan," Jawab Hendra yang di angguki Ela. Wanita paruh baya itupun segera mengambil sepotong ayam panggang lalu meletakkannya di piring Hendra.
Setelah melayani suaminya, kini Ela pun mengambil sepiring makanan untuk dirinya sendiri. Begitu dengan yang lainnya, ada yang sibuk menikmati makanannya, dan ada yang masih sibuk mengambil makanan yang diinginkannya.
"Em,,,enak banget ayam bakarnya," puji Hendra dan Bowo secara bersamaan membuat semuanya tertawa kecil.
"Siapa yang memasak ini Ma?" tanya Hendra pada Ela yang terlihat habis meminum air.
__ADS_1
"Tentu saja Jeng Riya," puji Ela membuat Riya tersenyum malu.
"Bisa saja jeng Ela, saya cuma bantu liatin, selebihnya para maid yang memasaknya," ucapnya dengan sangat rendah hatinya.
"Mama rendah hati sekali," ucap Bowo yang di angguki Hendra.
Setelah percakapan singkat itu, kini mereka kembali menikmati makanannya dengan tenang. Di sisi lain, terlihat Emeli menyenggol bahu Justin lalu mengalihkan tatapannya pada ayam panggang lalu beralih menatap piringnya sendiri. Justin yang paham maksud Emeli pun segera mengambil sepotong ayam lalu meletakkannya di pinggir piring Emeli. Melihat itu Emeli tersenyum senang padanya.
Tidak sampai di situ, ketika Justin hendak memasukkan sesuap makanan ke dalam mulutnya, Emeli pun menyenggol bahunya lagi membuat Justin menghentikan aktivitas makannya itu. Seperti yang sebelumnya, Emeli melirik Justin lalu melirik nasi dan berakhir melirik piringnya sendiri.
Untung saja Jus tomat ku peka dan paham dengan kode elite ku. Hhhhh. Batin Emeli tertawa puas dalam hati.
__ADS_1
"Yang," bisik Emeli sangat pelan namun masih bisa di dengar oleh Justin yang saat ini hampir menyelesaikan makan siangnya.
Tanpa menjawab Justin mengalihkan kepalanya dan menatap Emeli seakan berkata, 'apa lagi sayang?' itulah sekiranya yang di tangkap Emeli dari tatapan Justin.
"Minum," bisik-nya lagi sembari memperlihatkan gelasnya yang kosong.
Melihat itu Justin segera mengambil teko air lalu menuangkan isinya ke dalam gelas Emeli. "Makasih sayang," ucap Emeli tersenyum singkat lalu melanjutkan memakan makanannya.
"Hm," Jawabnya terlihat cuek namun Emeli sama sekali tak menghiraukan hal itu.
Setelah puas menikmati makanannya, Emeli pun segera meneguk air di gelasnya hingga tandas, Justin yang melihat itu terlihat tertegun. "Sayang, apa perutmu tidak sakit menghabiskan semua itu?" tanya Justin yang langsung mendapatkan gelengan pelan penuh senyuman.
__ADS_1
Justin yang melihat itu segera mengelus perut Emeli sembari berkata, "Anak Papa yang sabar ya di dalam sana, Mama memang banyak makannya. Ade gak ketimpa lambung-kan?" tanya Justin yang seketika membuat Emeli tertawa.
"Lambung berada di perut kiri bagian atas sayang, dan rahim berada di bawah pusat di belakang kandung kemih sayang, Hhhhh,,, kamu ini ada-ada saja!" ucap Emeli tertawa puas melihat wajah bodoh Justin yang terdiam di depan perut Emeli.