CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Dinner Keluarga


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, kini semuanya kembali normal. Semenjak tragedi racun di hari selamatan baby Emeli, Nardo dan Clara pun semakin romantis. Pencarian Patrick Sampai saat ini belum usai juga, pria itu seakan hilang di telan bumi, bahkan koneksi dirinya pun terputus.


Di lestoran bintang lima, terlihat semua orang tengah berkumpul, bahkan mereka pun memboking lestoran itu untuk pertemuan malam ini. Lestoran itu terlihat sangat indah dengan lampung remang-remangnya. Hal itu membuat suasana hati semuanya terasa tenang dan santai.


Di kursinya Emeli tersenyum sembari menghirup udara segar yang berasal dari AC. Wanita hamil itu mengarahkan pandangannya pada dua insan yang terlihat sangat mesra. "Kau sedang melihat apa sayang?" bisik Justin yang duduk di samping Emeli. Bukannya menjawab, Emeli justru hanya melirik Justin sekilas dengan senyum yang tak pudar. Karena penasaran, Justin pun mencoba memfokuskan matanya ke arah pandangan Emeli.


"Ternyata mereka," gumam Justin sembari tersenyum simpul.


"Aku tidak menyangka jika petaka itu membawa kebaikan pada hubungan mereka sayang," ucap Emeli sembari tetap tersenyum.


"Lihatlah, bahkan mereka lupa sedang berada di mana," ucap Emeli sembari cekikikan.


"Hm," dehem Justin membuat Nardo dan Clara langsung menjauhkan wajahnya satu sama lain.


"Sayang!" tegur Emeli sembari memukul pundak Justin dengan pelan. "Kau ini jahil sekali," ucap Emeli sembari tersenyum manja.

__ADS_1


Mengganggu saja! geram Nardo dalam hati, sedangkan Clara terlihat malu dengan pipi yang bersemu merah.


"Sayang, apa kamu baik-baik saja?" tanya Ela dengan tangan yang mengelus punggung Justin. "Minumlah sayang, ini akan membuat tenggorokan-mu sedikit membaik," ucap Ela sembari memberikan segelas air pada Justin.


"Terimakasih Ma," ucap Justin mengambil alih segelas air dari Ela.


"Sama-sama sayang," ucap Ela sembari tersenyum tipis.


Justin pun meminum air itu, melihat wajah kesal Nardo membuat Justin menyemburkan air di mulutnya. Ia pun tak dapat menahan tawanya, "Hhhhhh, lihat wajahnya, seperti tomat rebus," ejek Justin terus mentertawakan Nardo.


"Cih, julukan itukan milikmu! Jus tomat!" ucap Nardo membuat Justin bungkam dengan sorot mata tak bersahabat.


Aduh,,, salah ngomong, lagi! Batin Riko mengutuki dirinya sendiri.


"Hhhhh," Emeli, Clara dan Stevia tertawa kecil melihat kelakukan tiga pria dewasa itu.

__ADS_1


"Huh, indah sekali malam ini," ucap Emeli yang di setujui Clara.


"Baiklah semuanya, mari bersulang," ucap Hendra sembari mengangkat gelas jusnya membuat semua orang ikut mengangkat gelasnya.


"Bersulang," ucap semuanya secara bersamaan.


"Sangat menyenangkan," bisik Leo tepat di telinga Clara membuat Clara tersenyum malu padanya.


"Untuk merayakan keselamatan dan kebahagiaan kita semua atas segala yang terjadi, mari kita berlibur, biar saya yang membiayai semuanya. Dan dengan ini saya berharap hubungan kekeluargaan kita bisa semakin erat." ucap Hendra membuat semuanya berdecak senang.


"Rencana yang bagus om, kami tentu saja tidak akan menolak." ucap Leo dengan tidak tau malunya membuat Clara mencubit perutnya.


"Sayang,,," bisiknya tertahan.


"Sakit sayang,,," aduh Leo dengan wajah sok imutnya.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong kita mau berlibur kemana Pa?" tanya Emeli dengan mata berbinar-nya tak sabar menunggu jawaban dari Hendra.


"Tergantung kalian maunya dimana, Papa hanya mengikut saja," jawab Hendra sembari mengupas kulit anggur.


__ADS_2