CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Hampir Ketahuan


__ADS_3

Masih di lestoran seafood, Justin dan Emeli masih enggan untuk memulai pembicaraan. Keduanya masih sibuk menikmati makanan di depannya. Dari jauh terlihat wanita bermata tajam melirik Justin dan Emeli. Meja yang di tempati wanita itu dan kekasihnya sedikit jauh dengan meja Emeli dan Justin.


"Sayang," panggil Clara pada Patrick yang masih sibuk menikmati seafood di piringnya.


"Ada apa sayang?" tanya Patrick masih santai memegang seafoodnya.


"Lihat lah, ada Justin dan Emeli di sana," ucap Clara sembari menunjuk meja yang paling pojok.


"Gawat sayang," ucap Justin segera mengakhiri acara makannya. "Cepat samperin mereka sayang, aku akan pulang terlebih dahulu. Bisa gagal rencana kita jika kekasihmu itu melihat kita bersama," ucap Patrick yang di angguki Clara.


"Iya sayang, cepatlah pergi," ucap Clara tanpa memberikan ciuman. Ia takut justin melihat dirinya tengah berciuman dengan Patrick.


"Ganggu mereka sayang, jangan biarkan wanita itu mengalahkanmu!" ucap Patrick sebelum pergi.

__ADS_1


Setelah Patrick pergi, kini Clara segera bangkit dari duduknya lalu berjalan mendekati meja Justin dan Emeli. Wajah jahatnya kini sudah berubah menjadi wajah manis penuh kebahagiaan. Dengan cepat ia berlari ke arah Justin, hal itu membuat Emeli maupun Justin terkejut.


"Sayang, kebetulan sekali kita bertemu di sini!" ucapnya dengan suara yang sangat bahagia nan manja.


Kenapa dia bisa berada di sini? batin Emeli melirik Clara dengan mata datar nya.


"Kenapa kau bisa berada di sini sayang?" tanya Justin yang sudah menghentikan kegiatan makannya.


Clara langsung merubah ekspresinya menjadi sebel pada Justin membuat pria itu langsung mengecup Clara di depan Emeli. Clara kembali tersenyum senang lalu memberikan satu kecupan yang sama pada Justin. "Aku kesini karena ingin makan seafood sayang," ucap Clara kembali mendaratkan satu ciuman lagi di buah ceri Justin.


"Ups, Maaf Emeli, kami lupa jika kau juga berada di sini," ucap Clara dengan senyum sinisnya. Wanita itu merasa puas membuat Emeli cemburu dengan ulahnya dan Justin.


"Apa kau sudah makan sayang," tanya Justin sembari menatap Clara dengan pandangan penuh cinta.

__ADS_1


Rasakan kau wanita sialan! apa kau mengirah kau bisa menyaingiku! cih, kau akan selalu berada jauh di bawahku. Batin Clara yang saat ini sudah bersandar manja di dada bidang Justin.


"Baru saja sayang, tadi aku ingin kembali tetapi karena melihatmu, aku jadi mengurungkan niatku untuk pulang," ucap Clara dengan senyum yang berusaha di buat mempesona mungkin.


"Baiklah sayang," ucap Justin dengan tangan yang sudah mengelus pipi Clara.


"Brak!" Emeli mengebrak meja membuat Justin dan Clara kaget dengan perbuatan wanita itu. "Aku sudah selesai," ucapnya lalu segera pergi meninggalkan Justin dan Clara. Justin memperhatikan punggung Emeli dengan wajah bingungnya, sedangkan Clara tersenyum senang melihat saingannya pergi.


Us,,, pergilah yang jauh wanita pengganggu, Justin milik-ku bukan milik-mu! Batin Clara masih tersenyum senang.


"Ceria tunggu," panggil Justin yang saat ini sudah berdiri membuat Clara juga ikut berdiri.


Emeli terus berjalan tanpa menghiraukan Justin yang terus memanggilnya. Ia segera menghentikan taksi yang lewat lalu pergi bersamanya. "Biarkan saja dia sayang, toh, dia sudah besar!" ucap Clara mencoba menghentikan Justin untuk mengejar Emeli.

__ADS_1


"Mari pulang sayang, aku akan mengantarmu," ucap Justin yang di angguki Clara. Setelah mengantar Clara, Justin segera menjalankan mobilnya menuju kediaman orang tua-nya.


__ADS_2