
Beberapa menit berlalu, kini Clara, Emeli dan Stevia sudah tiba di rumah sakit. Setibanya di ruang rawat, Emeli langsung menyamperi Justin. "Bagaimana keadaan Leo sayang?" tanya Emeli dengan wajah khawatirnya.
Justin menghela nafasnya lalu tersenyum tipis. Dengan lembut iapun menggiring Emeli agar duduk di sopa yang berada di ruangan itu. "Alhamdulillah Leo baik-baik saja sayang. Dokter mengatakan jika racun tikus yang masuk ke dalam tubuh Leo tidak terlalu banyak," ucap Justin sembari menggenggam tangan Emeli menenangkan.
"Berarti Leo masih belum sadar sayang?" tanya Emeli yang di angguki Justin.
Di pinggir ranjang, tepatnya di samping Leo, terlihat Clara membenamkan wajahnya di tangan Leo. Air mata wanita yang tengah di mabuk cinta itu terus mengalir dan membasahi tangan Leo. Leo yang merasakan cairan hangat di tangannya perlahan mulai membuka matanya. Clara yang merasakan pergerakan Leo, segera mengangkat kepalanya.
"Sayang," ucap Clara yang langsung memeluk Leo dengan terisak.
Leo merasa bingung dengan semuanya. Ia yang belum pulih sepenuhnya terlihat tak sanggup mengangkat tangannya. Walaupun seakan tak sanggup mengangkat tangannya, Leo tetap berusaha menghapus air mata Clara dengan tangan yang bergetar.
"Jangan menangis,,," lirihnya membuat Clara semakin sedih.
"Jangan tinggalkan aku sayang, hiks," ucap Clara yang lagi-lagi membuat Leo bingung dan tertegun.
"Apa yang terjadi?" tanya Leo namun Clara seakan enggan menjawab.
__ADS_1
"Istirahatlah Leo, tubuhmu masih sangat lemah disebabkan racun tikus yang masuk ke tubuhmu," ucap Justin membuat Leo menaikkan satu alisnya bingung.
"Sudahlah, nanti saja aku jelaskan. Intinya sekarang kau istirahatlah," ucapnya lagi yang di angguki Leo.
"Aku mencintaimu," bisik Clara dengan wajah yang bersandar di bahu Leo.
"Aku juga mencintaimu," balas Leo sembari tersenyum hangat.
Karena tak ingin mengganggu sepasang suami istri yang tengah kasmaran itu, akhirnya Justin, Emeli, Riko, dan Stevia memutuskan untuk kembali kekediaman mereka. Kini tinggallah Clara dan Leo di ruang rawat VVIP itu.
"Hm," sahut Leo dengan deheman lemahnya.
"Aku sangat takut," lirih Clara namun masih bisa di dengar oleh Leo.
"Takut kenapa?" tanya Leo sembari melirik Clara yang berada di bawahnya.
"Aku takut terjadi sesuatu padamu dan aku takut kau akan meninggalkanku," ucap Clara dengan sangat jujurnya.
__ADS_1
Leo yang mendengar itu tersenyum tipis. Ia merasakan ketulusan Clara. Hatinya tersentuh mendengar pengakuan Clara. "Jangan takut, aku tidak akan meninggalkanmu sayang," ucap Leo lalu mendaratkan satu kecupan kasih sayang di ubun-ubun Clara.
"Kau janji?" tanya Clara sembari menatap Leo dengan mata yang berkaca-kaca.
"Aku janji," ucap Leo sembari mengangguk kecil dengan bibir yang tersenyum tipis.
Di perjalanan, terlihat Stevia pisah mobil dengan Riko dan ikut bersama Emeli di mobilnya. Justin memerintahkan Riko agar segera menyelidiki dalang di balik racun yang tersebar di makanan. "Sayang, kita singgah di taman kota yuk, sepertinya anak kita ingin makan bakso deh," ucap Emeli sembari mengelus perut buncitnya.
"Anak Papa ingin makan bakso ya?" tanya Justin sembari mengelus perut Emeli sesaat.
"Iya Papa," jawab Emeli memperagakan suara anak kecil. Justin yang mendengar itu tersenyum bahagia.
Stevia yang berada di kursi penumpang seakan tak terlihat. Emeli dan Justin seakan lupa jika mereka bertiga di dalam mobil.
"Hm," dehem Stevia mencoba membuyarkan kemesraan suami istri di depannya.
"Maaf Stevia," ucap Emeli sembari tertawa kecil.
__ADS_1