CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Diluar ekspektasi


__ADS_3

Emeli yang sudah tak berdaya membiarkan Justin menariknya. Ia tak tau pria itu akan membawanya kemana, yang pasti ia akan mengikutinya. Ia tak ingin permasalahannya ini menjadi panjang. Ia takut para orang tuanya dan Justin mengetahui keburukan yang terjadi di rumah tangganya.


Saat ini justin dan Emeli sudah berada di sebuah hotel berbintang lima, sendari keluar dari mobil hingga menuju kamar pesanannya, Justin terus saja menarik tangan Emeli tanpa memikirkan kesakitannya. Setelah pintu terbuka, Justin langsung melepaskan tangan Emeli dengan kasar membuat gadis itu terhempas cukup kuat. Justin segera mengunci kamar hotelnya sedangkan Emeli sibuk melihat pergelangan tangannya yang sudah memerah dan membekas.


Mata Emeli terangkat menatap Justin ketika mendengar suara sepatu pria itu semakin mendekatinya. Justin mulai mendekati Emeli dengan lirikan mata yang sulit di artikan. Emeli yang merasa sedikit takut perlahan memundurkan langkahnya. "Berhenti," perintah Emeli namun tak di dengarkan oleh Justin, pria itu terus saja melangkah kakinya membuat Emeli sampai terpojok ke dinding.


Karena tak tau harus berbuat apa, Emeli memilih menutup matanya pasrah dengan semua yang ingin di lakukan Justin padanya. "Deg," mata Emeli refleks terbuka ketika merasakan pelukan Justin di tubuhnya. Emeli yang masih bingung hanya bisa diam mematung dan membiarkan Justin memeluknya dengan sangat erat.


"Maafkan aku Ceria," ucapnya lirih membuat Emeli tertegun. Mata takutnya kini sudah berubah menjadi sendu. Justin memeluk tubuh Emeli dengan sangat posesifnya. "Maafkan aku," ucapnya lagi dengan nada yang terdengar seperti sebuah penyesalan.

__ADS_1


Ada apa dengannya? sikapnya berubah-ubah dan membuatku bingung, batin Emeli tanpa berniat membalas pelukan Justin.


"Jus," panggil Emeli dengan tubuh yang masih di peluk erat.


"Aku tak sadar dengan semua yang aku lakukan, aku menyadarinya Ceria, Aku merasa cemburu melihatmu bersama pria lain. Aku tak ingin kau pergi menemui pria manapun kecuali ada aku bersamamu. Aku baru menyadari jika-" ucapnya terjeda sebab mengambil nafas.


"Katakan," paksa Emeli yang sudah tak sabar ingin mendengarkan ungkapan Justin.


"Aku sangat menyayangimu sahabatku," ucap Justin membuat senyum Emeli memudar seketika. ucapan Justin tak sesuai dengan ekspresi Emeli sehingga gadis itu meneteskan air matanya.

__ADS_1


Lagi-lagi ia harus bersikap sebagaimana semestinya. "Aku juga menyayangimu Jus," tangisnya sudah pecah membuat Justin juga ikut meneteskan air matanya. Itu bukan air mata kebahagiaan, melainkan air mata kekecewaan.


"Berjanjilah padaku Ceria jika kau tak akan dekat dengan Pria manapun selain aku," pinta Justin membuat Isak Emeli semakin terdengar.


Justin yang merasa itu tangis haru segera menenangkan Emeli dengan cara mengelus punggungnya. Kini mata keduanya memerah dan sembab sebab habis menangis. Mereka sudah melepas pelukannya satu sama lain. Kini dua sejoli itu saling menatap. Yang satu menatap penuh pengharapan, dan yang satu menatap penuh kekecewaan.


"Apa kau mengerti Ceria?" tanya Justin memastikan.


Emeli menganggukkan kepalanya dengan pelan. Hal itu membuat senyum Justin mengembang. Justin yang senang pun mendaratkan satu kecupan di kening Emeli dengan cukup lama. Emeli memejamkan matanya menikmati kecupan penuh kasih sayang itu. Emeli menganggap jika kecupan yang di berikan Justin adalah kecupan tanda cinta walaupun ia tau jika kenyataannya tidak seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2