
"Ma, gimana keadaan Mama," tanya Emeli sembari menggenggam tangan mertuanya itu.
Ela mengembangkan senyum lemahnya sembari berkata, "Kamu sudah kembali sayang?" tanya Ela yang langsung di angguki Emeli.
"Alhamdulillah, Mama senang melihat kamu disini," ucapnya dengan nada setengah berbisik.
"Jangan menangis, Mama nggak apa-apa sayang," ucapnya sembari menghapus air mata Emeli dengan tangan lemahnya.
"Maaf Ma, Emeli terlalu sedih melihat kondisi Mama, Mama cepat sembuh ya agar kita bisa berkumpul bersama lagi," ucap Emeli mencoba menyemangati Ela.
"Tentu sayang, Mama akan sembuh," ucap Ela dengan senyum lemah yang tak kunjung pudar. "Dimana suamimu Nak?" tanya Ela yang membuat Emeli langsung mengalihkan matanya melihat Justin.
"Justin disini Ma," ucap Justin dengan tubuh yang semakin mendekat ke arah Ela.
"Nak, Maukah kau mendengarkan Mama?" tanya Ela yang langsung di angguki Justin. "Apakah kau ingin Mamamu ini segera sembuh?" tanyanya lagi yang langsung di angguki Justin. "Kalau begitu Mama ingin meminta sesuatu padamu," ucap Ela sembari terus fokus memperhatikan raut wajah Justin.
__ADS_1
"Katakanlah Ma," ucapnya dengan tangan yang sudah mengelus rambut Ela.
"Apapun yang terjadi, tetaplah bersama Emeli. Mama nggak mau kamu berpaling hati pada wanita lain termasuk berpaling pada mantan calon istrimu itu," ucap Ela seakan enggan menyebut nama Clara.
"Pasti Ma, tanpa Mama memintanya, Justin pasti akan melakukannya," ucapnya yang langsung di angguki Ela dengan senyum bahagianya.
"Terimakasih Nak, Mama percaya padamu," ucap Ela sembari mengelus ubun-ubun Justin.
"Permisi Tuan, Nyonya," ucap Dokter yang baru saja tiba di ruangan itu dengan beberapa suster yang mengikuti nya.
"Silahkan Dokter," ucap Hendra segera memberikan ruang pada dokter untuk memeriksa kondisi istri nya.
Dokter menatap Hendra sembari tersenyum lembut. "Istri anda baik-baik saja Tuan, kondisi jantung dan nafasnya sudah kembali normal. Saran saya, jangan biarkan istri anda terkejut, banyak fikiran, dan kelelahan. Dan jangan lupa meminum obat secara rutin. Suster akan memberikan obat istri anda." ucap dokter sembari tetap tersenyum.
"Alhamdulillah, apakah istri saya sudah bisa pulang atau masih harus mendapatkan perawatan dok?" tanya Hendra dengan wajah seriusnya.
__ADS_1
"Untuk sementara, sebaiknya Istri anda di rawat selama beberapa hari Tuan, agar kondisi kesehatannya bisa lebih terjaga. Kalau pun ingin pulang, sebaiknya paling cepat tiga hari berada di sini," ucap Dokter yang membuat Hendra langsung mengangguk paham.
"Baiklah Dokter, Terimakasih atas saran dan Waktunya," ucap Hendra sembari menjabat tangan Dokter.
"Sama-sama Tuan, jika tidak ada keperluan lagi, saya izin memeriksa pasien yang lain ya," ucap dokter dengan sangat sopan nan ramahnya.
"Tentu saja dokter, silahkan," ucap Hendra tak kalah sopan nan ramahnya.
Tak lama dokter pergi, kini tibalah pengantar makanan khusus untuk pasien. Karena sendari rumah tadi belum makan, Hendra pun segera mengambil makanan itu lalu menyuapi Ela dengan sabar dan pelan.
"Papa juga makan, Papa kan belum makan sendari tadi," ucap Ela yang di sambut dengan senyuman Hendra.
"Papa gampang Ma," ucap Hendra sembari tertawa kecil.
"Papa belum makan jus, beliin sana gih, sekalian belikan untuk semuanya," ucap Emeli sembari mendorong Justin dengan pelan.
__ADS_1
"Kenapa menyuruh ku sih sayang padahal di sini ada Riko," ucap Justin seakan tak terima menjadi tukang suruh-suruh disana.
"Jadi kau nggak mau?" tanya Emeli dengan nada datar nan cueknya.