
Setelah sambungan teleponnya terputus, Justin pun menghadap Emeli, "Kau dengarkan sayang, wanita hamil sebaiknya menghindari permainan roller coaster," ucap Justin yang di balas dengan anggukan lemah Emeli.
"Tidak usah sedih begitu, kita masih bisa menaiki wahana yang mirip dengan roller coaster ini," hiburan Justin yang berhasil membuat Emeli tersenyum kembali.
"Benarkah sayang?" tanyanya mencoba mencari kebenaran di mata Justin.
"Tentu saja," ucap Justin tersenyum manis sembari menyodorkan telapak tangannya seakan minta di raih.
"Ayo kita naik," ucap Emeli menyambut tangan Justin dengan sangat antusias-nya.
"Yuk," sahut Justin mengangguk pelan. Mereka pun pergi ke wahana yang mirip dengan roller coaster sembari bergandengan.
Setibanya di wahana yang mirip roller coaster, Justin pun meminta Emeli untuk menunggu. "Sayang tunggu sebentar ya, aku ingin membeli tiket roller coaster-nya," ucap Justin yang di anggun Emeli.
Emeli yang menunggu Justin terlihat tersenyum ketika melihat roller coaster yang berbeda dari yang sebelumnya. "Walaupun tidak sebesar yang tadi setidaknya yang ini lumayan seru jugalah," gumam Emeli terus tersenyum.
__ADS_1
Tak sampai beberapa menit menunggu, kini Emeli pun tersenyum ketika melihat kedatangan Justin dengan satu tiket permainan di tangannya. "Wah, ayo sayang," ajak Emeli sembari menarik tangan Justin menuju roller coaster yang berada di depannya.
"sayang, kamu mau kemana?" tanya Justin terlihat bingung dengan Emeli.
Emeli yang mendengar penuturan aneh Justin pun menghentikan langkahnya lalu membalikkan tubuhnya menghadap Justin. "Kita mau naik roller coaster kan?" tanya Emeli yang mendapatkan anggukan Justin.
"Kalau begitu ayo," ucap Emeli kembali melanjutkan langkahnya.
"Sayang," panggil Justin yang sudah mengejar Emeli.
"Hm," sahut Emeli dengan wajah cerianya.
"Tentu saja mau naik itu!" jawab Emeli sedikit jengkel sembari menunjuk wahana di depannya.
Bagaimana ya cara memberitahunya, Batin Justin bingung sendiri.
__ADS_1
"Tapi bukan roller coaster itu yang akan kau naikin sayang," ucap Justin membuat Emeli diam di tempatnya. Senyum mekar nan indahnya kini meredup.
"Kalau bukan yang itu, lalu yang mana?" tanya Emeli kebingungan sembari mengendarkan pandangannya mencari wahana roller coaster lainnya. "Sepertinya wahana itu cuma ada dua deh sayang, yang tadi sama yang ini," ucap Emeli dengan polosnya.
"Ada tiga sayang," ucap Justin lalu mengambil tangan Emeli lalu membawa gadis itu ke roller coaster ke tiga. "Mari aku tunjukkan," ucap Justin. Tanpa menjawab, Emeli pun mengikuti langkah Justin.
"Pak, yang tadi ya," ucap Justin pada penjaga roller coaster ke tiga.
"Siap Tuan, silahkan Nona," ucap Penjaga wahana sembari membuka pintu roller coaster ketiga. Justin segera menuntun Emeli untuk masuk ke dalam kereta satu kursi itu.
Setelah berhasil mengamankan Emeli di gerbong satu kursi itu, Justin pun meminta penjaga wahana untuk memulai permainannya. Tak lupa Justin juga bersiap merekam momen Emeli menaiki wahana yang di inginkan-nya itu.
"Lihat kamera sayang," teriak Justin dengan sangat hebohnya sedangkan Emeli menatapnya dengan datar. Wajah Emeli yang sebelumnya ceria kini terlihat muram. Emeli benar tidak menikmati roller coaster yang sepantasnya di peruntukan untuk anak-anak itu.
"Hhhhh, jangan cemberut," ucap Justin sembari terus merekam Emeli yang sedang berputar di rel roller coaster yang berbentuk lingkaran dengan satu gunung kecil itu.
__ADS_1
Roller coaster Khusus Ibu hamil.