CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Perubahan


__ADS_3

"Apa yang kau katakan sayang? bagaimana bisa kau mengatakan ucapan buruk itu!" ucapnya dengan nada tak suka.


"Aku lelah Jus," ucapnya kembali menangis. Emeli menutup wajahnya menggunakan kedua tangan nya. Justin segera memasuk kan Emeli kedalam dekapannya. Tak hanya Emeli yang menangis, bahkan Justin pun ikut menangis sebab tak ingin berpisah dengan Emeli.


"Jangan katakan itu lagi sayang, Maafkan aku yang selalu saja menyakitimu. Aku mohon padamu sayang, bertahanlah. Mari kita hadapi segala rintangan ini bersama-sama." ucap Justin sembari mengelus punggung Emeli yang sedikit bergetar. "Bertahan lah,,," ucap Justin lagi dengan pelukan yang lebih erat.


Emeli tidak menjawab ucapan Justin melainkan melingkarkan tangannya di pinggang Justin. Justin merasa lega ketika Emeli membalas pelukannya. Ia menganggap pelukan itu sebagai tanda jika Emeli mau berjuang bersamanya.


"Sayang," panggil Justin sembari memegang kedua pipi Emeli. Mata sembab keduanya saling menatap seakan memancarkan rasa kasih sayang satu sama lain. "Maukah kau menjadi istri ku seutuhnya? Maukah kau bersamaku hingga tua nanti? Maukah kau melahirkan anak-anak kita?" tanya Justin dengan tatapan seriusnya.


Emeli menatap dalam mata Justin seakan mencari kebohongan di mata pria itu. "Katakan," desak Justin dengan mata yang enggan beralih dari Emeli.


Apakah ini mimpi? Ya Allah, jika ini memang mimpi, maka jangan biarkan aku terbangun. Batin Emeli masih fokus menatap mata Justin.

__ADS_1


"Sayang," panggil Justin lagi membuat Emeli kembali tersadar dari lamunannya.


"Aku mau Jus, Aku mau menua bersamamu," ucap Emeli yang seketika membuat Justin seakan terbang tinggi. Tanpa permisi, Justin mendaratkan ciuman Bertubi-tubi di wajah sembab nan pucat Emeli.


"Terimakasih Sayang, aku sangat bahagia," ucap Justin yang di balas dengan anggukan penuh senyuman.


"Sama-sama sayang," ucap Emeli yang membuat wajah Justin berbinar.


"Apa sayang? katakan sekali lagi," ucap Justin membuat wajah Emeli merah merona.


"Sayang,,," regek Justin membuat Emeli tertawa senang.


"Hhhh, Aku sangat bahagia sayang," ucap Emeli lalu mengecup buah cery Justin sekilas.

__ADS_1


"Sayang ka-kau?" ucap nya terbata sembari memegang bibir nya tak percaya. Bahkan mata nya sudah berkedip-kedip lucu.


"Apa aku nggak boleh mencium suamiku sendiri?" tanya Emeli dengan wajah yang kembali datar.


"Tentu saja boleh, bahkan jika kau mau melakukan lebih padaku juga boleh sayang, aku ikhlas melakukannya untuk mu," ucap Justin dengan nada menggodanya.


"Dasar mesum!" ucap Emeli sembari mendorong tubuh Justin dengan pelan.


"Mesum sama istri sendiri nggak papakan." ucap Justin yang seketika membuat kamar itu di penuhi dengan tawa penuh kebahagiaan.


Di tempat lain, terlihat Clara tengah menundukkan kepalanya sebab mendapatkan amarah dari Nino Papanya. Clara tidak menyangka jika rencananya bisa di ketahui secepat ini. Karena tak ingin di usir lagi oleh Papanya, Clara hanya bisa mengakui kesalahannya dan meminta maaf.


"Pa, maafin Clara Pa, Clara melakukan semua ini sebab Clara masih mencintai Justin Pa. Clara ingin hidup bersamanya Pa, hiks," ucapnya dengan tangis buaya yang sudah pecah.

__ADS_1


"Lupakan dia! belajarlah dari kesalahan masa lalumu. Papa tidak mau tau, setelah melahirkan, Papa akan menikahmu dengan anak sahabat Papa!" ucap Nino dengan tegas dan tak bisa di bantah.


Erika yang menyaksikan itu hanya bisa diam sembari menghela nafasnya. Ia sudah tidak bisa membela Clara sebab anak semata wayangnya itu benar-benar sudah kelewatan dan tak benar-benar berubah.


__ADS_2