CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Emperan Taman


__ADS_3

Sore ini terlihat Justin dan Clara tengah jalan berdua di emperan taman. Setelah menyakiti Emeli bukannya merasa bersalah mereka malah asik menghabiskan waktu berduaan.


"Sayang, kapan kita akan menemui kedua orang tuamu? apakah kita akan menikah walaupun tanpa restu mereka?" tanya Clara dengan wajah sendu nya.


Justin melirik Clara yang tengah bergelayut manja di tangan nya. Justin menghentikan langkah nya membuat Clara juga ikut berhenti melangkah. Kini keduanya sudah saling berhadapan dan menatap satu sama lain. Perlahan Justin mulai mendaratkan kedua tangannya di pundak Clara dengan pandangan yang sangat serius.


"Kita akan tetap meminta restu dari mereka, jika mereka tak merestui hubungan kita ini, kita akan tetap menikah walaupun tanpa restu dari mereka," ucap Justin yang tanpa sadar membuat hati Clara bahagia dan berbunga- bunga.


Setelah pulang dari sini aku harus segera menemui Patrick, Batinnya dengan senyum yang di tutupi dengan wajah sok lugunya.

__ADS_1


"Tapi sayang, bukankah tidak baik menikah tanpa restu dari mereka, hiks," lagi-lagi Clara mulai memainkan perannya agar membuat Justin tetap menikahinya.


"Sayang," ucapnya dengan lembut sembari menarik tubuh Clara kedalam pelukannya. "Bukankah sebelum lnya kita sudah mendapatkan restu dari keduanya? anggap saja kita sudah mendapatkan restu," ucap Justin dengan entengnya membuat Clara tersenyum sinis di dadanya.


"Kamu benar sayang, aku jadi tak sabar ingin segera menikah denganmu," ucap Clara melirik Justin sekilas lalu kembali menenggelamkan wajahnya di dada bidang Justin. "Tapi sayang? bagaimana jika yang kita pikirkan berbanding terbalik dengan kenyataan?" ucap Clara sudah mengajak Justin untuk duduk di kursi taman terdekat.


Justin nampak terdiam dan merenung sejenak, saat ini isi kepalanya mencoba mencerna semua ucapan Clara. "Baiklah sayang, besok kita akan menemui kedua orang tua-ku untuk meminta restu. Apa kau siap sayang?" tanya Justin yang langsung mendapat anggukan penuh semangat dari Clara.


"Ayo sayang," ajak Clara sudah menarik tangan Justin lalu menggenggamnya.

__ADS_1


Kini kedua nya pun kembali berjalan di emperan taman. Tak berapa lama berjalan, kini keduanya tiba di salah satu penjual Bakso pinggir jalan. Clara menatap tempat yang di datanginya itu dengan pandangan jijik, karena ingin terlihat baik di hadapan Justin, mau tak mau Clara tetap mengikuti Justin untuk makan di tempat itu.


"Silahkan Tuan, Nona," ucap pedagang bakso yang di balas senyuman oleh Justin.


"Terimakasih Pak," ucapnya setelah itu kembali fokus pada bakso panas di depannya.


Aduh,,, setelah dari sini aku harus memuntahkan isi perut ku! bagaimana bisa queen Clara memakan makanan kampung dan murahan seperti ini, malah tidak higienis lagi! Batin Clara menatap kesal semangkuk bakso di depannya.


Justin menghentikan kegiatan makannya ketika melihat Clara yang belum menyentuh bakso miliknya sama sekali. "Kenapa belum di makan sayang? panas ya?" tanya Justin yang mendapat anggukan kecil dari Clara. "Ya sudah, sini aku dinginkan," ucap Justin sembari mengambil mangkuk Clara lalu memotong bakso menjadi beberapa bagian. Setelah selesai, Justin mengembalikan mangkuk itu ke hadapan Clara.

__ADS_1


Clara yang terus mendapat tatapan dari Justin segera memasukkan sesuap bakso ke mulutnya dengan bibir yang menampilkan senyum terpaksanya.


__ADS_2