
Maafkan Mama, Nak, Mama akan menjadikanmu senjata agar Kakek dan Nenekmu mau menerima kehadiran kita. Tenanglah anakku sayang, Mama akan menjagamu hingga kau lahir di dunia ini. Jangan fikirkan Papa sialanmu yang tak bertanggung jawab itu! Batin Clara sembari mengelus perutnya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Baiklah, karena mood Mama lagi baik hari ini, Mama akan memakan semua makanan enak dan sehat untukmu Nak," ucap Clara dengan senyum bahagianya sembari menatap perutnya yang masih rata. Setelah mengatakan itu, kini Clara pun mengambil handphonenya lalu memesan makanan yang ia inginkan secara online.
Di tempat lain, terlihat Riya dan Bowo tengah asik melakukan video call bersama Emeli. Tak hanya itu, mereka juga berbicara dengan Leo teman Emeli. Bowo dan Riya sangat senang sebab Emeli mempunyai teman di sana. Tak hanya itu saja, ternyata Leo adalah anak dari rekan kerja Bowo. Itulah sebabnya kenapa Bowo tidak takut jika Emeli berteman dengan Leo, toh, selama ini Emeli berteman hingga bersahabat dengan Justin dan pertemanan mereka baik-baik saja.
"Bagaimana kabarmu di sana, Nak? apakah kamu makan secara teratur?" tanya Riya yang langsung mendapat kan anggukan dari Emeli.
"Tentu saja Ma, Emeli baik-baik saja dan tidak telat dalam urusan makan," ucap Emeli yang membuat hati kedua orang tua nya lega.
"Alhamdulillah, baguslah Nak jika begitu, kami jadi tak khawatir lagi memikirkanmu di sana," ucap Bowo yang di setujui oleh Riya.
__ADS_1
"Tenang Om dan Tante, Leo akan menjaga Emeli selama ia berada di sini," ucap Leo dengan senyum cerianya.
"Terimakasih, Nak, nanti jika pulang ke Indonesia singgahlah ke kediaman Om dan Tante," ucap Hendra yang membuat hati Leo berbunga-bunga.
"Tentu saja Om, tanpa Om minta pun mungkin Leo akan tetap berkunjung ke sana, hhhh," seloroh Leo membuat semuanya tertawa.
"Hhhh, kau ini lucu sekali, Nak," ucap Riya yang masih mengembangkan senyum bahagianya.
"Tentu saja Nak, jika ada sesuatu segera hubungi kami ya," ucap Bowo sebelum mematikan sambungan telepon nya.
"Terimakasih Pa, in syaa Allah Emeli akan baik-baik saja di sini, iyakan Leo?" ucap Emeli sembari menatap Leo.
__ADS_1
"Pasti," ucapnya membuat kedua orang Emeli sangat senang.
Setelah percakapan singkat itu, sambungan telepon pun terputus, kini Leo terjebak di kediaman Emeli. Mau tak mau pun ia harus mengurungkan niatnya untuk kembali ke apartemennya.
Setelah selesai melakukan pertemuan dengan kliennya, Justin memutuskan untuk kembali ke kediamannya. Sesampainya di sana, ia memerintahkan Riko agar tak mengganggunya untuk sementara waktu. Riko yang paham pun hanya menurut patuh, sebab masih banyak pekerjaan, akhirnya Riko memutuskan untuk kembali ke kantor.
Setibanya di kamar, Justin segera melepaskan segala kain dari tubuhnya lalu berjalan memasuki kamar mandi. Sepertinya ia memutuskan untuk merendam seluruh tubuhnya untuk sesaat. Karena sangat lelah membuat Justin perlahan memejamkan matanya sembari merilekskan tubuhnya.
"Jus," panggilan itu membuat Justin langsung membuka matanya.
Suara siapa itu? seperti tak asing di pendengaranku. Batinnya bertanya-tanya sembari mengucek matanya yang sedikit buram.
__ADS_1