
"Baguslah kalau begitu!" ucap Justin dengan wajah sombongnya.
"Sayang,,, jangan seperti itu," lirih Emeli dengan nada yang terlihat tak suka dengan sikap Justin. "Maafkan Justin Leo, dia memang suka becanda," ucap Emeli yang di balasan senyuman penuh wibawa Leo.
"Tidak apa Mentari," ucap Leo sembari menarik kursi untuk Clara, lalu untuknya. Kini mereka berdua duduk berhadapan dengan Emeli dan Justin. Leo berhadapan dengan Emeli, sedangkan Justin berhadapan dengan Clara.
"Siapa yang becanda," ketus Justin membuat Emeli membungkam mulut pria itu dengan sorot mata tajamnya.
"Baiklah, dari pada kita membahas hal yang tidak penting, mending kita membahas tentang pengantin baru kita ini,,," ucap Emeli dengan senyum antusiasnya.
"Ih,,, kak Emeli,,," kekeh Stevia dengan suara imutnya.
"Kenapa Stevia? kamu malu ya,,," goda Emeli membuat pipi Stevia memerah sebab menahan malu.
"Assalamualaikum, pengantin baru kami,,," teriak para teman-teman Stevia yang tak lain adalah geng ratu kampus. Semua orang yang berada di acara pernikahan itu menolehkan wajahnya ke asal suara ribut itu.
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam gusy, ah,,, kalian datang juga, senang banget,,," ucap Stevie dengan sangat manjanya. Ia pun menghampiri para sahabatnya lalu memeluknya. Sebelum pergi, ia pun meminta izin pada Riko dan yang lain nya.
"Kangen,,," ucap Tika dan Sena yang sudah memeluk Stevia dengan erat.
"Aku juga kangen kalian tau," ucap Stevie dengan wajah meweknya sebab rasa rindunya terbalas sudah dengan kehadiran para sahabatnya.
"Ih,,, imut banget sih,,," ucap Stevie gemas melihat pipi merah bayi Vera.
"Kamu ni ya Stev, semenjak punya pacar jarang gabung sama kita." ambek Vera membuat Stevia langsung memeluknya.
"Maaf Vera,,, aku nggak bermaksud begitu,,," ucap Stevia yang di angguki Vera.
"Itu di belakang," ucap Vera sembari menunjuk Lucy, Grisela, Glow, Vio dan Lili dengan bibir merahnya.
"Hai pengantin imut kami," ucap lima wanita itu secara bersamaan. Kini Stevia pun sibuk berbicara dan berkumpul bersama para sahabatnya itu. Tak lupa ia juga mengenalkan Emeli dan Clara pada para sahabatnya itu.
__ADS_1
"Kalau boleh tau berapa usia kak Emeli?" tanya Sena dengan wajah penasarannya. Semua mata para wanita kini tertuju pada dua gadis yang terlihat saling tak suka itu.
"Saya berusia dua puluh empat tahun Kak Sena," ucap Emeli yang di angguki Sena.
"Kalau kak Clara berapa usianya?" tanya Tika ikut penasaran seperti Sena.
"Sama sepertinya, dua puluh empat tahun Kak," ucap Clara dengan senyum terpaksanya.
"Wah,,, kalian sebaya ya,,," ucap Sena sembari melirik Emeli dan Clara secara bergantian. "Kalau begitu jangan panggil kami kakak, soalnya usia kami masih di bawah usia kalian berdua," ucap Sena dengan senyum ramahnya.
Emeli dan Clara hanya membalas ucapan Sena dengan senyumnya. "Stevia, suamimu yang mana?" tanya Grisela sembari melirik beberapa pria yang hadir di pernikahan itu.
"Itu yang paling tampan, yang terdapat mawar putih di sakunya." ucap Stevie membuat Clara memutar bola matanya malas. Hal itu membuat Stevia dan yang lainnya terkekeh.
Cih, tampan dari mananya, rasaku lebih tampan Kadal jelek itu daripada yang lainnya! eh, apa yang baru saja aku katakan? kenapa aku memujinya. Cih,,, dasar hati penghianat! Batin Clara nyinyir dalam hati sembari menatap Leo dengan sinis.
__ADS_1
"Iya-in aja biar cepat!" goda Lucy dengan tatapan tajam nan datarnya membuat Stevia memanyunkan bibirnya. Hal itu membuat Lucy tersenyum smirk.
"Ih,,, Lucy, ah,,," regek Stevia yang membuat semuanya tertawa.