CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Menemani Clara


__ADS_3

"Benar sayang, aku akan melakukan berbagai cara agar Justin mau ikut bersamaku pergi ke butik," ucap Clara dengan mood yang sudah kembali membaik. Setelah pembicaraan itu, mereka pun melakukan kegiatan haram yang sering mereka lakukan.


Saat ini terlihat jam sudah menunjukkan pukul 00:00 malam, terlihat mobil justin masuk ke perkarangan rumahnya. Setelah terparkir secara sempurna, Riko segera turun dari kursi kemudi lalu berjalan ke arah pintu di sebelahnya. Setelah pintu telah terbuka, Riko diam sejenak sembari membuang nafas lelahnya. Di sana ia melihat Justin yang sudah menutup matanya dengan sempurna.


Dengan sabar dan penuh kehati-hatian, Riko segera mengangkat Justin untuk masuk ke dalam kamarnya. Walaupun tubuhnya dan Justin sama besarnya tak membuatnya selalu kuat mengangkat tubuh pria itu. Seperti saat ini, Riko memegang semua tumbuhan yang sakit dan pegal setelah berhasil membaringkan tubuh Justin di ranjang king sizenya.


"Sungguh hari yang melelahkan," gumamnya pelan lalu segera keluar dari kamar Justin. Setelah menutup pintu, Riko kembali melangkahkan kakinya menuju kamar tamu di lantai bawah. Ia tak masuk ke kamar yang berada di sebelah Justin sebab ia tau kamar itu milik Emeli.

__ADS_1


Pagi telah tiba, tak terasa cahaya matahari sudah menyelimuti bumi. Pagi menjelang siang ini, terlihat Justin baru bangun dari tidurnya dengan tangan yang memegang kepalanya yang pusing. "Sts,,, dimana aku?" gumamnya yang belum sadar jika kini dirinya sudah berada di kamarnya. Justin segera melirik jam weker di samping ranjangnya. "Ya ampun, aku kesiangan lagi," ucap Justin segera bangkit dari ranjangnya lalu berjalan memasuki kamar mandi.


Beberapa menit membersihkan diri, kini pria itu sudah rapi dan wangi. Ia pun segera melangkahkan kakinya menuruni tangga lalu menunju dapur. Di meja makan ia sudah melihat beberapa hidangan sarapan pagi di sana. Iapun mengalihkan pandangannya keberbagai penjuru ruangan. "Apakah Ceria sudah pulang? siapa yang membawaku ke kamar?" gumamnya bertanya-tanya. Karena tak ingin pusing dan perutnya juga sudah lapar, Justin pun langsung menyantap sarapan paginya dengan lahap.


Di barengi dengan itu, terdengarlah teriak Clara seperti biasanya setiap datang ke kediamannya. "Sayang kamu dimana?" tanya Clara masih dengan teriaknya.


"Di dapur sayang,,," ucap Justin membuat senyum Clara mengembang dan langsung menuju ke asal suara.

__ADS_1


"Sayang,,," ucap Justin penuh peringatan membuat Clara terkekeh. "Ayo duduk," ucap justin sembari memberikan kursi di sebelahnya untuk Clara. "Apa kau sudah sarapan sayang?" tanya Justin yang langsung mendapat kan anggukan dari Clara.


"Sayang, dua hari lagikan kita akan menikah, jadi hari ini ayo kita pergi ke butik untuk memilih baju pengantin kita," ucapnya dengan manja membuat Justin tersenyum gemas.


"Baiklah sayang, selesai sarapan, mari kita pergi," ucap justin yang membuat Clara langsung bersorak gembira.


Seperti yang di katakannya, kini Justin pun membawa Clara menuju butik terkenal di kotanya. Clara terlihat sangat bahagia ketika melihat berbagai baju kebaya yang sangat cantik, mewah dan mahal. Matanya berbinar melihat salah satu kebaya yang sangat berbeda dengan yang lainnya.

__ADS_1


"Saya mau coba yang ini," ucap Clara yang langsung di angguki pemilik butik.


Karena tak sabar, Clara segera masuk ke ruang ganti lalu mencoba kebaya yang di inginkannya. Setelah selesai, iapun segera keluar dan memperlihatkannya pada Justin.


__ADS_2