CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
Kecelakaan


__ADS_3

Saat ini di pinggir jalan raya terlihat Clara menangis dengan bahu yang bergetar. Emeli yang baru tiba di pinggir jalan segera mengendarkan matanya mencari sosok Clara.


"Dimana dia? ya Allah semoga tidak terjadi apa-apa padanya," doa Emeli dengan sangat cemasnya. Perasaannya kini terlihat tak enak.


Karena tak mendapatkan sosok Clara, Emeli pun berinisiatif bertanya pada beberapa orang yang berada di luar wisata bermain itu. "Maaf Pak, izin bertanya, apakah Bapak ada melihat wanita yang berambut pirang keriting? Wanita itu tadi berlari ke sini," tanya Emeli dengan wajah seriusnya.


"Wanita itu berlari sambil menangis ya Mbak?" tanya pria yang di tanya Emeli.


"Benar Pak," ucap Emeli mengangguk cepat.


"Mbak yang menangis tadi berlari ke Seberang sana mbak," jawabnya sembari menunjuk posisi Clara berada.


"Baik Pak, terimakasih," ucap Emeli yang di sambut dengan senyuman ramah.

__ADS_1


"Sama-sama mbak,"


Setelah pembicaraan singkat itu, kini Emeli pun bergegas pergi menyusul Clara. Pandangannya terus mengendar mencari sosok Clara.


"Itu dia," gumamnya tersenyum senang.


"Clara," panggil Emeli membuat Clara langsung menoleh padanya.


"Emeli, awas,,," teriaknya reflek berlari mendorong tubuh Emeli dengan sekuat tenaga. Karena tidak mendapatkan kesempatan menyelamatkan diri, akhirnya Clara lah yang menjadi korban kecepatan mobil sayur itu.


Tubuh wanita anak satu itu terpental dan terbanting dengan sangat kuatnya. Melihat itu Emeli berteriak histeris, "Clara,,," panggil Emeli dengan air mata yang sudah mengalir. Semua orang sangat terkejut dengan kejadian singkat itu. Justin dan Leo yang baru tiba juga sama terkejutnya dengan apa yang terjadi di depannya.


Dengan wajah cemas Justin berlari menghampiri Emeli yang sudah terduduk lemas di pinggir jalan. Sedangkan Leo terdiam di tempatnya dengan mata yang memerah di sertai air mata penyesalan.

__ADS_1


"Clara,,," lirihnya lalu berlari ke tempat istrinya tergeletak. Para warga yang menyaksikan itu sudah mengamankan supir pembawa mobil sayur.


Setibanya di tempat Clara, Leo segera memeluk istrinya itu dengan air mata yang terus mengalir. Clara yang sudah tidak sadarkan diri tidak merespon setiap gerakan yang di lakukan Leo padanya. Kini posisi Leo dan Clara berada di tengah-tengah lingkaran warga yang mengelilinginya.


"Sayang tunggulah sebentar," ucap Justin yang di angguki Emeli.


Setelah mengatakan itu Justin segera menyusul Leo dan Clara. Justin sangat prihatin melihat sepasang suami istri itu. "Leo apa yang kau lakukan, cepat bawah istrimu ke rumah sakit. Aku akan mengambil mobil dulu," ucap Justin yang di balas dengan anggukan lemas Leo. Pria perkasa itu seakan kehilangan tenaganya. pikirannya sangat kalut sekarang.


Justin segera mengambil mobil dengan sangat terburu-buru, tak lupa ia mengabari papanya untuk memberitahu kabar duka itu. Hendra dan semua orang yang berada di sana sangat terkejut mendengar kabar duka itu. Mereka semua pun bergegas pergi meninggalkan wisata bermain itu. Erika yang mendengar anak semata wayangnya kecelakaan langsung tak sadarkan diri. Stevia pun segera mengambil alih Abel dari Erika lalu menggendongnya.


Seperti terikat batin, tiba-tiba saja Abel menangis melihat sang nenek yang tak sadarkan diri. Stevia terus berusaha menenangkan bayi mungil itu.


"Cup-cup-cup, sayang,,, ada tante di sini," bujuk Stevia sembari terus menimang Abel di gendongannya.

__ADS_1


__ADS_2