CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Berbaikan


__ADS_3

Di saat asik berbincang, tiba-tiba saja terlihat Pak Septo yang tak lain ialah supir pribadi keluarga Justin. "Maaf Tuan, nyonya. Mobil sudah siap dan menunggu di depan," ucap Pak Septo.


"Baiklah Pak," ucap Hendra sembari tersenyum hangat.


"Ayo sayang," ajak Ela pada Justin dan Emeli.


Mereka semua segera berjalan menuju mobil lalu memasukinya. Karena tak ingin mengganggu pengantin baru, Hendra dan Ela memilih bersama Pak Septo sedangkan Emeli dan Justin bersama Riko. Kini dua mobil itu segera meluncur membelah jalan menuju bandara internasional.


Setelah menghabiskan waktu satu jam di jalan, kini kedua mobil mewah itu sudah memasuki kawasan bandara. Setelah mendapat parkiran yang pas, Emeli, Justin dan Raka segera keluar dari mobil. Tak selang lama, Ela, Hendra, dan Pak Septo menyusul keluar mobil.


Justin terlihat heran melihat tiga koper di depannya. Dua koper adalah miliknya dan Emeli, sedang satu koper lagi milik siapa? itulah sekitarnya yang ada di pikiran Justin.


"Koper siapa ini?" tanyanya sembari menunjuk koper berwarna hitam.


"Itu koper saya Tuan," ucap Riko membuat Justin langsung menatap ke arah kedua orang tuanya.


"Kenapa? Mama sengaja meminta Riko untuk menemani kalian selama berbulan madu. Tenang, ia akan memantau kalian dari jauh, iyakan Nak Riko," ucap Ela tersenyum ke arah Riko.

__ADS_1


"Benar nyonya," ucapnya mengangguk pelan.


Apa Mama fikir aku anak kecil apa! aduh,,, kalau begini aku tak bisa terus menjaga jarak dari Emeli! batinnya terlihat jenuh dengan semuanya.


"Ayo masuk," ucap Hendra lalu melangkahkan kakinya terlebih dahulu bersama Ela.


Waktu terus berjalan, Justin, Emeli, dan Riko sudah menyelesaikan semua keperluan penerbangannya, kini mereka sudah berada di ruang tunggu. Karena ada keperluan mendadak, Hendra dan Ela pulang bersama Pak Septo. Kini di bandara hanya tinggal tiga calon penumpang itu. Beberapa menit menunggu, kini saatnya mereka masuk ke pesawat. Mereka mengambil kelas First Class.


Setelah masuk, mereka bertiga mencari tempat duduknya masing-masing. Kebetulan Emeli duduk di kursi yang bersebelahan dengan Justin.


Dimana kau Clara, aku merindukanmu. batin Justin sembari menatap ke luar jendela pesawat, kebetulan pria itu dapat posisi duduk di kursi kesukaan sebagian orang.


Beberapa jam berada di pesawat, kini Justin, Emeli dan Riko sudah tiba di negara tujuannya. Mereka segera menaiki taksi bandara menuju hotel terdekat. Karena terlalu lelah, ketiga orang itu memutuskan melanjutkan perjalanan pada esok hari. Saat ini di kamar yang sama, terlihat Justin sudah duduk berdua di sopa. Justin sedikit ragu untuk mengajak Emeli untuk berbicara.


Sama halnya dengan Justin, Emeli juga tak tau harus berbicara apa. Ia hanya diam sembari menunggu Justin membuka suara.


Ada apa dengan kami, kami seperti orang yang baru kenal saja. batin Emeli sembari melirik Justin dengan ekor matanya.

__ADS_1


Aku tak bisa seperti ini terus, aku harus duluan menegurnya. batin Justin lagi-lagi seakan tertahan untuk berucap.


"Ceria," panggil Justin dengan jantung yang berdetak canggung.


"Ya," jawab Emeli dengan perasaan yang sama canggung nya.


"Maaf karena semalam aku telah menyakitimu dengan ucapan dan bentakan," ucapnya sudah menatap ke arah Emeli.


"Tidak apa Jus, kau tidak salah. Mungkin memang aku yang tidak paham dengan kondisimu waktu itu," ucap Emeli membuat Justin tersenyum senang dengan gadis yang selalu mengalah itu.


"Tidak Ceria, aku yang salah. Mohon maafkan aku," ucap Justin dengan tangan yang sudah menggenggam tangan Emeli. Emeli menganggukkan kepalanya sembari menerbitkan senyum tulusnya. "Terimakasih Ceria," ucap Justin lalu mengecup tangan Emeli tanpa meminta izin.


Emeli hanya diam di tempatnya melihat tindakan Justin yang berhasil membuat jantungnya berdetak sangat cepat.


Bagaimana bisa aku melupakanmu, jika perlakuanmu selalu membuat hatiku semakin mencintaimu. batin Emeli menatap kosong ke arah Justin.


"Ceria," panggil Justin membuat Emeli menjadi salah tingkah.

__ADS_1


"Maaf Jus, aku ingin ke kamar mandi dulu," ucap Emeli segera melepaskan genggaman tangannya lalu pergi memasuki kamar mandi.


Justin hanya menatap heran melihat Emeli.


__ADS_2