CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Hal Penting?


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa menit agar bubur yang Ela makan di cerna, Emeli pun memberikan obat dan air putih pada Ela.


"Ini Ma obatnya," ucapnya sembari menyodorkan segelas air dan tiga butir obat.


"Terimakasih sayang," ucap Ela yang di angguki Emeli.


"Sama-sama Ma, siap ini Mama istirahat di kamar ya," ucap Emeli yang lagi-lagi mendapatkan anggukan dari Ela.


Setelah meminum obatnya, Ela pun segera pergi ke kamarnya bersama Emeli untuk beristirahat. Setelah memastikan Ela tertidur, Emeli pun pergi menuju kamarnya dan Justin. Ya, karena tak ingin membuat kedua orang tua mereka bersedih, akhirnya mau tak mau Emeli menerima tawaran Justin untuk tidur dalam satu kamar. Walaupun satu kamar, Emeli lebih memilih tidur di sopa dari pada tidur di ranjang yang sama dengan Justin. Walaupun setiap malam Emeli menidurkan dirinya di sopa, namun seperti biasanya ia selalu terbangun di atas ranjang dengan Justin yang memeluk tubuhnya.


Mau sesering apapun ia memarahi suaminya itu, Justin tetap saja memindahkan tubuhnya di ranjang dengan kondisi tidur yang sudah sangat nyenyak. Dan seperti biasanya ketika ia mendapatkan tubuhnya di kasur, ia selalu mengomel pada pria di sampingnya itu. Omelan Emeli tak lain ialah nyanyian pembangun terindah menurut Justin.


"Lama sekali jam kantor selesai, rasanya aku sudah tidak sabar menemui pujaan hatiku," gumam Justin sembari terkekeh sebab mengingat semua Omelan Emeli yang sering ia dapatkan.

__ADS_1


"Tring," baru saja Emeli hendak membaringkan tubuhnya namun ia mengurungkan niatnya itu sebab ingin mengangkat panggilan yang menghubunginya.


"Siapa sih, mengganggu saja!," gumamnya kesal sembari menatap nama yang tertera di layar handphonenya. "Justin,,, mengganggu saja!" geramnya namun ia tetap mengangkat panggilan dari suaminya itu.


"Halo sayang," ucap Justin dengan raut wajah bahagia di ujung sana.


"Ada apa? katakan dengan cepat!" ucap Emeli dengan nada datar dan tak bersahabatnya.


"Hal penting apa?" tanyanya membuat Justin ingin tertawa di ujung sana namun ia menahannya.


"Temui aku di taman kota sayang, aku akan memberitahumu di sana, jangan menolak sebab ini sangat penting, kau akan menyesal jika tidak mengetahui hal penting ini," ucap Justin membuat Emeli mengerang kesal.


"Kau ini aneh sekali, tak bisakah kau mengatakannya sekarang?" tanya Emeli dengan panggilan suara yang sudah beralih ke video call.

__ADS_1


"Kau begitu merindukanku ya sayang sehingga beralih ke video call," ucap Justin dengan senyum menggodanya di sana.


"Kau itu sangat kepedean sekali, aku hanya mengalihkan panggilan tak lain ialah hanya ingin memarahimu!" ucap Emeli yang seketika langsung membuat Justin tertawa puas.


"Hhhhhh, kau lucu sekali sayang, aku jadi semakin mencintaimu," ucapnya dengan tawa yang masih tersisa.


"Sudahlah, malas sekali meladeni pria jelek sepertimu!" ucap Emeli dengan wajah jutek nan kesalnya.


"Jelek-jelek begini tapi kau mencintaikukan sayang," ucapnya lagi yang membuat Emeli langsung memutuskan sambungan teleponnya.


"Hhhhhh, ternyata semenyenangkan ini mengganggu dan menggodanya." ucap Justin lalu segera mengirim pesan pada Emeli.


"Ting," Emeli membuat nafasnya jengah mendengar notifikasi yang masuk ke handphonenya. Dengan malas ia pun membuka pesan itu.

__ADS_1


__ADS_2