CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Godaan Leo


__ADS_3

Beberapa jam telah berlalu, kini pesawat yang di tumpangi Justin dan Emeli sudah mendarat. Emeli yang sendari tadi sudah bangun dari tidurnya segera bersiap-siap turun dari pesawat. "Apa tidak ada yang tertinggal?" tanya Justin yang langsung mendapat gelengan lemah dari Emeli.


"Baiklah, ayo turun," ucap Justin sembari menggandeng tangan Emeli dengan lembut.


Setelah turun dari bandara, Justin segera mengajak semuanya untuk mengisi perutnya sebab sendari di pesawat tak ada satupun yang memakan makanan yang di suguhkan pramugari. "Makanlah sayang," ucap Justin sembari menyodorkan sepaket KFC dan nasi. Tak lupa ia juga membelikan Emeli es krim yang sedang viral di mana-mana. Kesediaan Emeli pun sedikit berkurang di sebabkan es krim yang tengah di nikmatinya itu.


"Makasih Jus," ucap nya terdengar tulus.


"Sama-sama sayang," ucapnya lalu mendaratkan satu kecupan di pipi Emeli tanpa permisi.


Riko dan Leo hanya terdiam menyaksikan pemandangan di depannya. "Hm," deheman Leo membuyar kan keromantisan dua manusia di depannya. "Minumlah Leo," ucap Emeli sembari menyodorkan minuman miliknya kepada Leo.


"Yang ini saja," ucap Justin sembari menyodorkan minuman miliknya yang belum tersentuh. Tanpa seorang pun ketahuilah, Emeli tersenyum samar dengan perubahan Justin yang terlihat lebih perhatian dan baik.

__ADS_1


"Dasar!" omel Leo yang membuat Riko tertawa.


"Kenapa kau tertawa!" ucap Justin dan Leo secara bersamaan.


"Maaf Tuan," ucap Riko kembali dengan ekspresi datar nan arrogantnya.


Setelah selesai mengisi perutnya, Mereka semua pun segera pergi menuju rumah sakit di mana Ela di rawat. Di sepanjang jalan Emeli hanya melamun tanpa ingin menyedekahkan suaranya. Justin yang merasakan kesedihan yang sama hanya bisa diam dengan mata yang sesekali memperhatikan Emeli. "Kita sudah sampai Tuan," ucap Riko yang sudah memarkirkan mobilnya.


"Kenapa? apa aku tidak boleh menjenguk mertua Mentari?" tanya Leo tak kala sewotnya.


"Hey, Yang kau sebut mertua Ceria adalah ibuku. Kau sangat tidak di butuhkan di sini, jadi sebaiknya pulanglah," ucap Justin membuat Leo tersenyum devil.


"Aku bukan hanya ingin menjenguk ibumu, tapi aku juga mau menjenguk calon Papa dan Mama mertuaku," ucap Leo langsung berlari sembari tertawa puas sebab berhasil menggoda Justin.

__ADS_1


"Hey sial*n! beraninya kau,,," teriaknya sembari mengejar Leo dengan langkah yang lebih cepat.


Awas saja dia mencari muka di depan kedua orangtuaku dan Ceria, akanku habisi dia! batin Justin dengan ekspresi dingin nan arrogantnya.


"Mama," panggil Emeli setelah berada di ruang rawat Ela.


"Nak kau sudah pulang," ucap Riya sembari memeluk dan mencium Emeli begitu pun dengan Bowo yang melakukan hal yang sama.


"Lihatlah Nak," ucap Hendra sembari menatap istrinya yang masih belum sadarkan diri.


"Mama, hiks," tangis Emeli kembali pecah ketika melihat ibu mertua yang sudah seperti ibu kandung nya sendiri tengah sekarat. "Ma, bangun Ma, hiks," panggil Emeli dengan tangis pilunya. Tanpa Emeli sadari air matanya yang jatuh ke pipi Ela membuat wanita paru baya itu sadar. Emeli mengembangkan senyum bahagianya melihat itu. "Pa, Ma, Mama Ela sudah sadar," ucap Emeli membuat semua orang langsung mengelilingi Ela.


"Saya akan panggilkan Dokternya Tuan," ucap Riko yang di angguki Hendra dan Bowo.

__ADS_1


__ADS_2