
Di saat Justin masih asik merekam Emeli, tiba-tiba saja Riko dan Stevia sudah berada di sampingnya. Justin yang kaget mengarahkan tatapan tajamnya pada Riko yang tertawa kecil. "Maaf mengganggu Tuan," ucap Riko sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Di samping Riko terlihat mata Stevia berbinar melihat Emeli yang terlihat asik menaiki wahana roller coaster mini itu. Karena bawaan hamil, membuat Stevia ingin merasakan wahana itu.
"Sayang, ingin naik itu,,," rengek Stevia dengan sangat manjanya sembari menunjuk Emeli yang masih terdiam di keretanya.
"Baiklah sayang, tapi setelah Nona Emeli ya," ucap Riko membuat Stevia cemberut ngambek.
"Mau sekarang,,," rengek-nya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Justin yang mendengar itu pun mengijinkan Stevia untuk naik gerbong kereta yang berada terpisah di belakang Emeli. "Biarkan saja istrimu menaikinya," ucap Justin membuat Riko menerbitkan senyum senangnya.
"Terimakasih Tuan," ucap Riko yang di balas dengan deheman.
"Hm," sahutnya tanpa menoleh pada Riko.
Karena sudah mendapatkan lampu hijau, Riko pun segera meminta penjaga wahana untuk menghentikan roller coaster mini itu. Setelah penjaga wahana menghentikan wahana, Stevia pun langsung masuk ke roller coaster sembari tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Yey,,," teriaknya dengan heboh membuat Riko hanya bisa tersenyum sembari menggeleng pelan.
"Pegangan sayang," ucap Riko dengan sangat perhatiannya lalu melakukan hal yang sama seperti Justin. "Lihat kemari sayang," ucapnya pada Stevia sembari mengarahkan kamera handphonenya pada istrinya itu.
"Kak Emeli, ayo senyum," ucap Stevia membuat Emeli menerbitkan senyum keterpaksaannya.
"Hhhhh," Justin tertawa sebab melihat senyum keterpaksaan Emeli. "Sayang,,, Hhhh," panggilannya lalu tertawa kembali membuat Emeli mendengus kesal dengan mata yang tak bersahabat.
Beberapa menit berlalu, kini Emeli dan Stevia sudah turun dari roller coaster mini. Saat ini mereka memilih untuk beristirahat di cafe tempat berkumpul keluarga. Karena lapar, mereka pun memesan makanan. "Kamu ingin makan apa sayang?" tanya Justin sembari menunjukkan buku menu pada Emeli.
Sepertinya gara-gara tadi ni, Batin Justin mengingat wahana roller coaster pilihannya.
"Beneran terserah, kalau begitu aku pesankan nasi kecap ya sayang," ucap Justin dengan jahilnya yang berhasil membuat Emeli kembali cerewet.
"Jangan nasi kecap-lah, dari sekian banyaknya menu enak-enak di sini, tapi kenapa kau mau memesan nasi kecap!" ucap Emeli dengan sangat sewot-nya membuat Justin kembali tertawa senang.
"Mana tau kau dan anak kita menyukainya," jawab Justin membuat Emeli semakin gemas dengan suaminya itu.
__ADS_1
"Ih,,, kamu itu ya!" kesal Emeli lalu menarik kedua pipi Justin dengan kuat.
"Aduh sayang, aduh," aduh Justin sembari berusaha melepaskan diri dari hukuman Emeli.
"Makanya jangan jahil!" ucapnya dengan ketus lagi.
"Habisnya kamu lucu sih kalau marah," ucap Justin yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Emeli. "Baiklah-baiklah, maafkan aku sayang, hehe," ucapnya terkekeh pelan.
"Kalau gak suka nasi kecap, bubur ayam mau?" tanya Justin lagi yang tak mendapatkan sahutan dari Emeli.
"Sayang, mau nggak bubur ayamnya?" tanya Justin sedikit bingung dengan apa yang di inginkan Emeli.
"Terserah," jawab Emeli lagi yang membuat Justin hanya bisa menghela nafas.
Wanita memang ribet, apalagi yang sedang hamil. Dramanya membuat kepala pusing. Batin Justin berusaha mengalah dan mengikuti kemauan Emeli.
"Baiklah, mari kita pesan makanannya," ucap Justin segera menulis pesanan lalu memberikannya pada pelayan.
__ADS_1