CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Rencana bulan madu


__ADS_3

"Mama, Mama," aduh Emeli dengan wajah yang sangat ceria.


"Justin," ucap Ela memberi peringatan membuat pria tampan nan gagah itu berhenti dalam keadaan kesal melihat Emeli yang tengah menjulurkan lidah padanya.


"Dasar anak Mama, awas kau ya Ceria," ucapnya membuang nafas dengan kasar lalu duduk di samping Hendra.


Hendra hanya menggelengkan kepalanya melihat anak menantunya yang bersikap seperti anak-anak. Ela maupun Hendra memaklumi tingkah keduanya. Selain suami istri, mereka juga sahabat dekat.


"Sudah-sudah, jangan main-main lagi," ucap Hendra. Justin masih melirik Emeli dengan mata penuh permusuhan, sedangkan Emeli tersenyum menggoda ke arahnya..


Saat ini keadaan ruang tv kembali tenang, Justin menatap Papanya dengan tatapan serius, "Jadi apa yang ingin Papa sampaikan?" tanyanya penasaran sebab Papanya ingin membicarakan suatu hal yang penting. Hendra segera mengeluarkan dua tiket lalu meletakkannya di atas meja tepat di depan Justin. Justin menaikan satu alisnya seakan meminta penjelasan dari Papanya.


"Itu tiket bulan madu kalian!" ucap Hendra membuat Emeli yang menyandar manja langsung menegakkan tubuhnya.

__ADS_1


"Apa?!" ucap Emeli dan Justin secara bersamaan membuat Ela dan Hendra bingung dengan keterkejutan keduanya.


"Ada apa? apa kalian menolaknya?" tanya Hendra dengan raut wajah bingung.


Kenapa harus bulan madu sih, buang-buang waktu saja. Batin Justin sembari menetralkan suasana hatinya.


"Tidak Pa, justru kami senang bisa liburan bersama. Pasti sangat seru!" ucap Emeli dengan semangat empat lima membuat Hendra mengangguk penuh wibawa.


"Tapi Pa, bagaimana dengan perusahaan?" ucap Justin mencoba mencari alasan agar tidak pergi berbulan madu bersama Emeli.


"Papa yang akan mengurusnya, kamu tidak perlu memperdulikan dan mencemaskannya." ucap Hendra yang di setujui Ela.


Kenapa aku merasa Justin seperti tak ingin pergi berbulan madu bersamaku? sudahlah Emeli, kenapa kau lupa. Yang di inginkan Justin itu Clara bukan kau. Coba saja Clara tidak kabur, jelas saja sahabatmu itu takkan menolah hadiah bulan madu dari Papa Hendra. batin Emeli yang lagi-lagi menimbulkan luka di hatinya sendiri.

__ADS_1


"Bagaimana sayang?" tanya Ela memastikan jika Emeli setuju untuk berbulan madu bersama Justin.


Emeli menunjukan senyum simpul pada Ela, "Emeli ikut saja Ma," ucapnya yang di angguki Ela. Jawaban Emeli membuat Justin merasa kesal dengan gadis itu.


"Baiklah Pa, Karena mereka sudah setuju pergi berbulan madu, mari kita beristirahat lebih cepat, agar besok bisa mengantar pengantin baru ini ke bandara," ucap Ela yang di balas dengan senyuman manis Hendra.


"Ya sudah, kalian beristirahatlah. Mama dan Papa mau pergi ke kamar dulu," ucap Hendra yang sudah berdiri di samping Ela.


"Baik Pa, Ma," jawab Emeli sedangkan Justin hanya diam dengan ekspresi datarnya. Tanpa mengatakan sepatah katapun, Justin memilih pergi ke kamarnya terlebih dahulu dan meninggalkan Emeli di ruang tv seorang diri.


Sepertinya dia marah padaku. Apa salahku, bukankah aku juga berhak merasakan bulan madu seperti pengantin baru pada umumnya? aku juga ingin seperti mereka walaupun cintaku terhalang persahabatan. Aku tau dia masih mencintai Clara, tapi aku yakin suatu saat cinta itu akan berpindah padaku. Batin Emeli sembari mengelap sudut matanya yang terdapat sedikit air mata kesedihan.


Setelah merasa tenang dan tak mengeluarkan air mata lagi, Emeli segera melangkahkan kakinya menuju kamar Justin. Ela sudah memerintahkan pelayan untuk memindahkan semua barang-barang Emeli ke kamar Justin. Bahkan saking tak ingin anak menantunya pisah ranjang, membuat Ela mengunci kamar yang biasa di tempati Emeli. Jadi mau tak mau Emeli harus tidur di kamar Justin.

__ADS_1


__ADS_2