
Masih di pantai, saat ini justin dan Clara tengah duduk berdua di pohon tumbang yang berada di pinggir pantai. Seperti yang di katakan Clara jika ia akan menjelaskan semuanya pada Justin. Dengan sabar dan tenang, Justin pun mendengarkan semua penjelasan Clara. "Jadi begini sayang, waktu itu aku bertemu dengan mantan pacarku di waktu sma. Walaupun hubungan kami sudah berakhir sejak lama tetapi pria itu masih menyimpan rasa padaku. Bahkan dia tau jika kita menjalin kasih hingga memutuskan untuk menikah," ucap Clara dengan segala keterampilan aktingnya.
"Aku mengira dia sudah melupakanku dan hanya ingin berteman denganku sayang. Sehari sebelum pesta pernikahan kita, pria itu mengajak ku bertemu. Ia mengungkapkan isi hatinya padaku. Aku menolaknya sayang karena seperti yang kau tau jika aku sangat mencintaimu. Pria itu memaksaku untuk membatalkan pernikahan kita. Tetapi aku tidak menurutinya. Aku ingin pergi dan dia menghalau jalanku. Dan, hiks," tangis Laura langsung pecah seakan tak sanggup melanjutkan kalimatnya.
Justin yang prihatin segera mengelus punggung wanita yang di cintainya itu.
"Dan?" tanya Justin menatap Clara dengan wajah serius nya.
__ADS_1
"Dia memperk*sa ku sayang, hiks," ucap Clara histeris membuat Justin langsung menariknya kedalam pelukannya. Justin menutup matanya seakan meredam emosi nya. "Karena hal itu aku merasa menjadi wanita yang sangat hina. Aku merasa aku tak pantas bersama denganmu. Aku memilih pergi tanpa arah untuk menenangkan pikiranku yang saat itu benar-benar sangat kacau sayang. Aku sangat mencintaimu, itu sebabnya aku menyusulmu ke sini. Hiks, Maafkan aku sayang. Aku menyesal karena mau bertemu dengan pria br*ngsek itu, hiks," ucapnya dengan suara yang sudah terceka-ceka. Clara benar-benar sangat mendalami aktingnya hingga berhasil mengeluarkan air mata buayanya.
"Uss,,, tenanglah sayang. Aku telah memaafkanmu. Maafkan aku yang tidak bisa melindungimu dari pria br*ngsek itu!" ucap Justin membuat Clara tersenyum di dadanya.
Dengan memberanikan diri, Clara melepaskan pelukan Justin lalu menatap mata tajam itu. Mata sembab nan merah Clara, membuat Justin semakin percaya dengannya. "Aku sudah berusaha menjaga kehormatanku agar kelak bisa aku berikan pada suamiku, ya, aku ingin memberikan nya padamu di malam pertama kita, tapi, hiks," ucapnya dengan tangis yang kembali pecah.
"Aku nggak mau menyebut namanya sayang. Aku seakan mengulangi kejadian yang sama jika menyebut atau membahas pria brengsek itu!" ucapnya yang akhirnya membuat Justin mengalah dan mengurungkan niatnya.
__ADS_1
"Terus bagaimana kita akan melaporkan pria itu?" tanya Justin yang lagi-lagi mendapat gelengan dari Clara.
"Dia sudah kabur sangat jauh sayang, kita akan hanya membuang waktu dan menghamburkan uang saja. Aku tidak ingin kau berada di dalam masalahku. Biarlah ini menjadi pelajaran untukku agar kedepannya bisa lebih berhati-hati dan tak muda percaya dengan seseorang," ucapnya yang membuat Justin tersenyum hangat.
"Kau adalah gadis yang baik, tidak salah aku mencintai dan memilihmu," ucap Justin sembari mengecup kening Clara dan bertepatan dengan itu Emeli juga melihatnya.
Emeli yang hendak menghampiri Justin segera mengurungkan niatnya dan memilih berbalik arah. Clara tersenyum samar melihat Emeli yang terlihat sangat tersakiti.
__ADS_1
Ini belum seberapa Emeli, aku akan membuat Justin meninggalkan mu! batin Clara dengan ekspresi jahatnya.