CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
Hal penting


__ADS_3

Melihat Leo terus menerus memperhatikan Emeli membuat Clara segera memberikan Abel pada Erika, setelah itu Clara pun pergi ke suatu tempat. Tak lupa ia mengirim satu pesan pada Leo.


Pesan Clara :


Sayang, temui aku di taman dekat toilet wanita yang kita kunjungi sebelumnya.


Setelah mengirim pesan singkat itu, Clara pun mematikan handphonenya lalu menyimpannya ke dalam tas ransel miliknya.


"Ting," suara notifikasi pesan membuat Leo segera membuka handphonenya dan membaca pesan itu.


"Clara? tumben sekali dia mengirim pesan?!" gumamnya sedikit bingung. Setelah membaca pesan Clara Leo pun bergegas pergi menemui istrinya itu.


Di tempatnya terlihat Emeli memegang perut sedikit buncitnya seakan tengah menahan sesuatu. "Sayang," panggilnya sembari menggoyang bahu Justin dengan pelan.


"Ada apa sayang?" tanya Justin sembari fokus melihat handphonenya.


"Aku mau buang air kecil," ucap Emeli yang di sambut dengan anggukan Justin. Karena sudah mendapat persetujuan Justin, Emeli pun segera pergi menuju toilet wanita.


"Sayang, mana yang mau di buang?" tanya Justin menolehkan wajahnya dengan tangan yang menengadah. "Loh, kemana dia?!" gumamnya bingung sembari mencari Emeli di sekelilingnya.

__ADS_1


"Sayang, ini buah untuk istrimu," ucap Ela sembari memberikan sepiring buah pada Justin.


"Terimakasih Ma," ucapnya dengan nada cemas.


"Ada apa sayang?" tanya Ela yang langsung peka dengan kecemasan Justin.


"Emeli nggak kelihatan, Mama tau dia kemana?" tanya Justin membuat Ela langsung menajamkan matanya.


"Mana tau dimana istrimu, bukannya sendari tadi kalian berdua terus?" tanya Ela dengan wajah garangnya.


"Itulah Ma masalahnya, tadi Emeli masih di sini bersama Justin namun sekarang sudah menghilang," ucap Justin dengan sangat cemasnya.


"Cepat cari!" ucap Ela dengan tegas membuat Justin segera bangkit dari duduknya lalu pergi mencari keberadaan Emeli.


"Itu dia," gumamnya melihat Clara yang duduk santai di bawah terik matahari.


"Sayang," panggil Leo ketika sudah berada di depan Clara.


Melihat kedatangan Leo membuat Clara langsung bangkit dari duduknya. Bukannya menyambut Leo dengan senyuman, Clara justru menampilkan wajah datar nan cueknya.

__ADS_1


"Ada apa sayang? kenapa kita bertemu disini?" tanya Leo penasaran dengan apa yang di inginkan Clara.


"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu," ucapnya tanpa embel-embel sayang.


Leo mengerutkan keningnya melihat sikap Clara yang terlihat tak seperti biasanya. "Apakah begitu penting sehingga harus di bicarakan disini?" tanya Leo yang di balas dengan anggukan pelan.


"Katakanlah sayang, apa yang ingin kau tanyakan?" ucap Leo dengan sangat seriusnya.


"Ini tentang Emeli!" ucap Clara yang membuat Leo semakin bingung.


"Kenapa kau membawa-bawa Emeli, ada apa sayang?" tanyanya namun tanpa senyuman.


"Apa kau dan Emeli mempunyai hubungan?" tanya Clara membuat jantung Leo seakan berhenti berdetak.


"Kenapa kau bertanya begitu?" tanya Leo dengan seriusnya.


"Jawab saja pertanyaan ku!" ketus Clara dengan tangan yang bersedekap di dada.


"Kami tidak memiliki hubungan apapun selain persahabatan," ucap Leo apa adanya namun Clara tak mempercayainya hingga memojokkannya.

__ADS_1


"Bohong! kau pasti berselingkuhkan dengan Emeli, aku tau seperti apa sikapnya dari dulu. Apa yang aku sukai, pasti dia juga menyukainya. H, dasar murahan!" hina Clara dengan senyum kesal nan kecewanya.


"Plak!" satu tamparan berhasil Leo layangkan di pipi mulus Clara.


__ADS_2