CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Drama Clara


__ADS_3

"Hiks,,, apa yang sudah aku lakukan,,," ucapnya dengan tangis yang sudah memenuhinya kamar Emeli. Ia memukuli dirinya sendiri. Dengan keadaan rapu dan dengan kondisi wajah yang berantakan, Justin segera menghubungi Riko, setelah terhubung, ia pun segera menyampaikan niatnya.


"Percepatan pencari Istri ku Riko, aku ingin segera bertemu dengannya!" Bentak Justin yang membuat Riko mematung di tempatnya.


Ada apa dengannya? kenapa dia terlihat sangat marah? Batin Riko berusaha menemukan jawaban di benaknya namun tak kunjung ketemu.


"Apa kau dengar Riko!" Bentak Justin membuat Riko terkejut dan kembali sadar dari lamunannya.


"Baik Tuan, saya akan berusaha mencari informasi mengenai keberadaan Nona Emeli secepatnya," setelah mendengar penuturan Riko, Justin segera memutuskan sambungan teleponnya.


Riko hanya bisa berdecit kesal dengan sikap semena-mena bos sableknya itu. "Mereka yang menjalin cinta, tapi orang Jomblo seperti aku yang menjadi susah!" gumam Riko sedikit kesal. Walaupun begitu, ia tetap membantu Justin agar segera bertemu dan menyelesaikan urusannya bersama Emeli, dengan begitu ia akan mendapat bonus dan pekerjaannya pun menjadi lebih ringan.


Kembali ke kamar Emeli, saat ini Justin tengah mencium buku harian Emeli dengan sangat lama dan penuh cinta, setelah itu, ia langsung memeluk buku yang sangat bermakna menurutnya itu.

__ADS_1


Di California, terlihat Emeli menjatuhkan apel di tangannya. Tidak tau kenapa, ia bisa teringat tentang sosok Justin dan buku hariannya.


Kenapa aku merasa buku harianku ada yang membukanya ya? ah, sudahlah! mungkin itu hanya perasaan ku saja, Batinnya memilih acuh lalu kembali mengambil buah yang sempat ia jatuhkan.


"Kenapa kau membuangnya?" tanya Emeli sembari melirik apelnya yang sudah masuk ke dalam tempat sampah.


"Makan yang ini saja, yang itu sudah kotor," ucap Leo sembari memberikan apel yang baru pada Emeli.


"Jangan terlalu sayang Emeli, sebab hal itu bisa membuatmu jatuh sakit," ucap Leo singkat namun sangat bermakna.


"Baiklah, dan terimakasih atas apel barunya," ucap Emeli yang langsung di angguki Leo di iringi senyum tulusnya.


Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa sudah dua Minggu Clara tinggal di kos-kosan kecil. Ia sudah tak sanggup lagi hidup menderita seperti ini. Clara menajamkan tatapannya ke jalan raya yang tak jauh dari kosnya, Ia melihat mobil yang melaju sedikit kencang yang akan segera melewatinya. Dengan nekat, Clara pun berjalan ke depan mobil yang tengah melaju itu tanpa menoleh ke arah mobil.

__ADS_1


Sang pengendara mobil yang melihat seorang wanita yang tiba-tiba berjalan di depannya, langsung mengerem mendadak dan seketika itu Clara langsung menjatuhkan tubuhnya ke aspal. Dia pun berpura-pura pingsan di sana. Dengan terburu-buru bercampur panik, semua orang yang berada di dalam mobil langsung turun untuk melihat wanita yang hampir mereka tabrak.


"No-nona?" ucap sang supir yang terkejut melihat majikannya tergeletak lemah di sana.


"Bagaimana keadaannya Pak Leno?" tanya seorang wanita dengan nada paniknya pada supir pribadinya itu.


"Cla-Clara?" ucap Erika dengan wajah terkejut bercampur paniknya.


Pucuk di cinta ulam pun tiba, kalau jodoh tak akan kemana. Walaupun Clara terlihat terbujur kaku di bawah sana, namun tak bisa di pungkiri jika hatinya saat ini benar-benar sangat bahagia sebab keberuntungan tengah menghampirinya.


Bagus jika Mama yang hampir menabrakku, yes, yes, yes. Batinnya bersorak dalam hati.


"Sayang, hiks, bangun, Nak," ucap Erika yang saat ini sudah memangku tubuh Clara Yanga terlihat lebih kurus dan tak terurus. Erika mengalihkan tatapan panik bercampur sedihnya ke arah sang supir. "Ayo bantu saya membawa anak saya ke rumah sakit," ucap Erika yang langsung di angguki Leno.

__ADS_1


__ADS_2