CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Kembali Ke Indonesia


__ADS_3

"Baiklah Hendra, kami akan segera menyusul kesana," ucap Bowo sebelum memutuskan sambungan telepon nya. "Ayo Ma kita bersiap," ucap Bowo sembari menarik Riya menuju kamarnya.


"Ada apa dengan besan kita Pa?" tanya Riya sembari terus melangkahkan kakinya menaiki tangga.


"Ela Mengalami Sesak nafas Ma," ucap Hendra membuat air mata Riya jatuh seketika.


Malang sekali dirimu Ela, batin Riya sembari bersiap-siap dengan cepat.


Setelah selesai, Kini Bowo maupun Riya segera menuju ke rumah sakit xxx menggunakan mobil nya. "Bagaimana keadaan Istri mu Hendra?" tanya Bowo setelah tiba di ruang rawat Ela.


"Keadaan istriku sangat tidak baik Bowo, dokter mengatakan jika istri ku terkejut sehingga membuatnya terkena serangan jantung. Sendari di rumah hingga sampai di sini istri ku terus memegangi dadanya dengan nafas yang terputus-putus," ucap Hendra dengan wajah lesu nan sedihnya.

__ADS_1


"Sabar dan tenanglah Hendra, istri mu pasti akan baik-baik saja," ucap Bowo sembari memberikan kekuatan dengan cara menepuk pundak Hendra.


"Maaf Tuan, Nyonya, pasien sudah boleh di kunjungi," ucap salah satu suster yang baru saja keluar dari ruang rawat Ela.


"Baik sus, terimakasih," ucap Hendra yang hanya di balas dengan anggukan.


Tak ingin menunggu lama, Hendra, Bowo dan Riya segera memasuki ruang rawat Ela. Di sana Riya meneteskan air matanya melihat Ela yang menggunakan beberapa alat di tubuh nya. "Ela, hiks," ucap nya sembari mengelus rambut Ela dengan penuh kasih sayang.


"Sayang," panggil Erika memudarkan senyum Clara. Wanita licik itu segera menolehkan wajahnya ke arah pintu.


"Iya Ma?" balas nya dengan nada yang sedikit tinggi.

__ADS_1


"Mari Makan Nak," ucap Erika yang membuat Clara langsung melangkah kakinya menuju ruang makan.


Kebetulan sekali aku sudah lapar. Mama memang the best. Batinnya tersenyum senang.


"Mari duduk," ucap Erika yang di angguki Clara. "Makanlah yang banyak sayang, Biar dirimu dan bayimu sehat," ucap Erika sembari menuangkan berbagai macam makanan di piring Clara.


"Terimakasih Ma," ucapnya yang di balas dengan ciuman singkat.


Kembali ke California, terlihat Emeli terdiam dengan air mata yang terus mengalir di pipinya. Ia terkejut ketika mendapat kabar dari Mama nya jika mertuanya Ela masuk rumah sakit. Bukan hanya itu, Riya bahkan menyuruhnya untuk pulang dan menjenguk mertuanya. Tak berbeda dengan Emeli, Justin pun sama terkejutnya. Tanpa berfikir panjang, ia mengajak Riko dan Emeli untuk pulang ke Indonesia saat itu juga. Leo yang tak ingin ketinggalan pun ikut bersiap pulang ke Indonesia bersama Emeli dan Justin. "Hiks, hiks," tangis Emeli begitu menyayat hati Justin.


"Sudahlah sayang, Mama pasti baik-baik saja," ucapnya menutupi kesedihannyanya. "Tidurlah, perjalanan kita masih panjang," ucap Justin yang langsung di angguki Emeli. Kini Emeli pun menyandarkan kepalanya di bahu Justin dengan mata yang mulai tertutup. Setelah melihat Emeli yang sudah tertidur, Justin pun mengalihkan pandangannya ke arah keluar jendela pesawat.

__ADS_1


Semoga ini awal kebaikan untuk anda Tuan, Batin Riko sembari melirik Justin dan Emeli yang saling menempel.


__ADS_2