
"Benarkah?" tanya Nardo sembari mengangkat sedikit alisnya.
"Tentu saja!" ucapnya dengan dagu yang sedikit di angkat.
"Hhhh,,," Clara menolehkan wajahnya kembali melihat Nardo yang kembali mentertawakan -nya.
Sangking asiknya berdebat membuat keduanya tak menyadari kehadiran Rena yang tak lain ialah Ibu kandung Nardo.
"Apakah Nardo membuatmu kesal, Nak?" tanya Rena dengan sangat perhatiannya.
Jadi nama pria menyebalkan ini Nardo? Batin Clara yang baru tau nama suaminya itu.
Clara mulai menampilkan senyum manis palsunya lalu berkata, "Tidak Ma, Mas Nardo hanya sedikit bercanda tadi dengan Clara," ucap Clara berusaha menampilkan sikap terbaiknya pada mertuanya itu.
"Ah,,, Mama senang banget deh kalian langsung bisa akur dan saling menerima," ucap Rena tersenyum bahagia pada keduanya.
__ADS_1
HM,,, sepertinya Mama Rena mempunyai Sirkel yang berkelas! aku harus bisa masuk ke Sirkel itu! Batin Clara dengan aurat jahatnya.
Wanita Licik ini pandai sekali dalam hal berpura-pura. Batin Nardo Sembari menarik sedikit sudut bibirnya.
"Ya sudah ya sayang, Mama mau menemui besan Mama dulu," ucap Rena dengan sangat hebohnya lalu pergi meninggalkan kedua pengantin baru itu.
"Ternyata Mamamu welcome juga ya," ucap Clara dengan ekspresi angkuhnya.
"Turunkan dagumu, aku takut urat lehermu putus, Akhirnya gagal deh malam pertama kita," ucap Nardo membuat Clara membulatkan mata tajamnya.
Awas kau ya wanita ular! Batin Nardo gemas dalam hati sebab penghinaan Clara padanya.
🌺🌺🌺
Di Indonesia, tepatnya di pasar malam, terlihat Riko tengah duduk berdua bersama Stevia dia atas bianglala. Beberapa bulan yang lalu setelah berpisah dari Disneyland, Stevia pun mengirimkan pesan pada Riko. Jangan tanya dari mana Stevia mendapatkan nomor Riko, sebab Emeli-lah yang mengirim nomor Pria jomblo itu. Awalnya pria itu tak terlalu menanggapi pesan dari Stevia, namun lambat laon Riko pun merespon pesan Stevia dengan baik. Hingga di antara keduanya timbullah perasaan satu sama lain. Kini keduanya resmi pacaran haram.
__ADS_1
Di atas sana terlihat Riko dan Stevia saling berhadapan. Riko menampilkan senyum manisnya menatap Stevia yang tengah menutup matanya. "Sebentar ya sayang, jangan di buka dulu matanya," ucap Riko sembari merogoh saku jasnya lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah.
"Dalam hitungan ke-tiga, matanya di buka ya sayang," ucap Riko dengan lembut.
Riko pun mulai menghitung mundur dari tiga ke satu. "Tiga, dua, satu," ucapnya membuat Stevia perlahan membuka matanya.
Berbarengan dengan itu, tiba-tiba saja terlihat kembang api sudah menghiasi langit di pasar malam itu. "Will You Marry Me?" tanya Riko sembari menyodorkan cincin berlian yang masih menempel indah di kotaknya.
Stevia menutup mulutnya tak percaya. Matanya kini sudah berkaca-kaca sebab haru melihat keromantisan pria yang di cintainya itu. Stevia menatap Riko sembari mengangguk pelan lalu berkata, "Yes, I Will," ucapnya lalu segera menyambut pelukan hangat dari Riko. Keduanya tersenyum di atas bianglala dengan kembang api yang masih setia menghiasi langit malam.
🌺🌺🌺
Kembali ke pernikahan Clara dan Nardo.
Waktu berjalan begitu cepatnya, kini bulan sudah menampakkan wujudnya. Karena lelah, Nardo dan Clara pun memilih untuk pergi ke kamar pengantinnya, sedangkan sisa acara pernikahan mereka di handle oleh kedua orang tua Clara. Bukan hanya itu saja, bahkan kini bayi Abel di asuh oleh Erika dan di bawah pulang ke kediamannya.
__ADS_1