CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Hadiah Bulan Madu


__ADS_3

"Bagus sayang, tapi apakah kamu nyaman mengenakan gaun ini?" tanya Riko sembari memperhatikan gaun Stevia yang sedikit terbuka.


"Nyaman kok sayang, aku juga suka dengan desain dan bentuk gaun ini. Selain bagus, gaun ini juga pas di tubuh aku," ucap Stevie yang di angguki Riko.


"Baiklah sayang, mari kita bungkus pakaian pernikahan kita," ucap Riko yang di angguki Stevia.


Stevia dan Riko segera masuk ke ruang ganti yang berbeda untuk mengganti pakaian yang mereka kenakan. Setelah selesai berganti pakai dan membayar. Stevia dan Riko pun keluar dari butik itu lalu berjalan menuju toko sepatu dan aksesoris branded.


Di sana sangking asik nya melihat-lihat aksesoris, membuat Stevia tak melihat jika di sebelah terdapat seorang wanita yang juga sibuk memilih aksesoris. "Bruk," tabrakan pun tak bisa dielakkan. Untung saja keduanya mampu menahan keseimbangan nya masih-masing. "Maaf kak sayang nggak sengaja," ucap Stevie sembari mengelus tubuhnya yang sakit.


Suara itu, seperti tidak asing di pendengaran ku. Batin Emeli terdiam sesaat.


"Nggak apa-apa Kak," Emeli mengangkat kepalanya menatap wanita imut di depannya.

__ADS_1


"Stevia?"


"Kak Emeli?"


ucap keduanya secara bersamaan. Pertemuan keduanya benar-benar tidak di sangka. Karena sudah lama tak bertemu membuat kedua wanita itu saling berpelukan dengan hati yang sangat bahagia. Selama ini kedua wanita itu hanya mengobrol dan melepas rindu melalui pesan dan sambungan telepon. Walaupun sering mengirim kabar, Stevia tak pernah sedikitpun menceritakan sedikit kisah asramanya bersama Riko. Itulah sebabnya kenapa Emeli sampai terkejut mendengar Riko dan Stevia sudah mau menikah saja.


"Tuan anda juga berada di sini? bukankah seharusnya anda masih berada di Jepang?" tanya Riko yang tak menyangka dengan kehadiran Justin yang sudah duduk di sampingnya. Riko yang tak enak segera bangkit dari sopa namun Justin menahannya.


"Aku dan Emeli sudah bosan berada di Jepang sehingga kami memutuskan untuk kembali lebih cepat," ucap Justin dengan satu kaki yang sudah di pangku.


Riko mengangguk paham mendengar penuturan Justin. "Kau, kenapa pernikahanmu mendadak begini?" tanya Justin membuat Riko menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia tak tau harus mengatakan apa pada suami Emeli sekaligus atasnya itu.


"Maaf Tuan jika menggambarkan pernikahan saya secara mendadak. Sebenarnya Saya dan Stevia ingin mengadakan beberapa bulan lagi agar persiapan pernikahan kami bisa lebih sempurna dan sesuai dengan keinginan kami, namun orang tua Stevia ingin kami menikah secepatnya di minggu ini," jelas Riko yang di balas dengan anggukan Justin.

__ADS_1


"Apa kalian berniat pergi berbulan madu juga?" tanya Justin yang di angguki Riko.


"Tentu Tuan," jawab Riko dengan sedikit anggukan kecil.


"Kemana?" tanya sedikit kepo.


"Kami berniat ingin pergi ke tiga negara Tuan, yaitu Turki, Korea, dan Wonderland Prancis tempat pertama kali kami bertemu," ucap Riko membuat Justin tergelak mengingat Riko yang menghampirinya dengan wanita asing yang sudah bergelayut manja di lengannya. Wanita asing itu yang tak lain kini menjadi jodoh Riko. Jomblo ngenes yang selalu menjadi nyamuk dalam hubungannya bersama Emeli.


"Baiklah, setelah menikah langsung pergilah ke negara tujuan kalian, aku menghadiahkan tiket bulan madu untuk kalian. Jadi kalian tidak usah pusing dan sibuk memikirkan semuanya, sebab aku yang akan mengurusnya selama kalian berbulan madu," ucap Justin yang membuat hati Riko ingin keluar dari tempatnya dan terbang menjauh dari tubuhnya.


"Terimakasih Tuan," ucap Riko refleks memeluk tubuh Justin dengan erat.


"Lep-" ucap Justin terhenti ketika melihat Emeli dan Stevia diam mematung memperhatikan mereka.

__ADS_1


__ADS_2