CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
#Menginap di kediaman Justin


__ADS_3

Emeli tak tau harus berbuat apa dengan kedua pria yang berada di dekatnya itu. Dengan ragu, Emeli membuka suaranya lalu mengenalkan Leo dan Justin. Walaupun keduanya terlihat tak suka satu sama lain, mereka tetap berjabat sembari menyebut nama masing-masing.


"Leo," ucap Leo menampilkan senyum simpul nya.


"Justin," ucapnya datar tanpa senyum sedikit pun.


"Ayo kita pulang, hari sudah semakin larut," ajak Justin segera menarik tangan Emeli yang tersenyum kaku kepada Leo.

__ADS_1


"Maaf ya Leo, mungkin lain waktu kita bermain dan mengobrol lagi," ucap Emeli yang semakin menjauh.


"Baiklah Emeli, hati-hati dan terima kasih atas waktu nya," sahut Leo sembari melambaikan tangannya dengan diiringi senyuman tulus.


Justin yang melihat keakraban keduanya bertambah kesal sebab Emeli mengacuhkan nya. Sendari ia menarik tangan Emeli, tubuh wanita itu seakan kaku dan tak ingin di tarik sehingga membuat Justin sedikit kesusahan membawa Emeli pergi. "Ayo Emeli," ucapnya dengan nada tak bersahabat. Jika Justin sudah menyebut namanya, sudah di pastikan jika sahabatnya itu tengah marah dan kesal padanya.


Sebelum mengantarkan Emeli pulang, Justin terlebih dahulu mengantar Clara ke kediaman nya. Saat di tengah jalan menuju kediaman Emeli, tiba-tiba saja hujan turun dan membasahi bumi. Mau tak mau Justin membawa Emeli pulang ke kediamannya. Hal ini sudah biasa terjadi. Para orang tua keduanya pun tak mempersalahkan hal ini. Bukan hanya Emeli saja yang suka menginap di rumah Justin, tetapi Justin juga sering menginap di rumah Emeli. Emeli sudah di anggap seperti anak sendiri oleh kedua orang tua Justin, begitupun sebaliknya.

__ADS_1


"Sayang," panggil Ela sangat bahagia ketika anak angkat plus calon menantu idamannya itu singgah ke kediamannya. Emeli yang melihat itu segera menghampiri Ela dan menahan wanita itu agar tak memeluk nya. "Kenapa sayang? nggak mau lagi di peluk Mama?" tanya Ela sedikit ngambek pada Emeli sebab penolakannya.


"Bukan begitu Ma, baju Emeli basah, Kan kasihan Mama nanti ikut basah," ucapnya membuat Ela tersenyum bahagia sebab Emeli sangat perhatian terhadap nya. Emeli benar-benar sudah di sayang di keluarga Justin karena memang, Ela tidak mempunyai anak perempuan. Ia hanya punya satu anak, siapalagi kalau bukan Justin.


"Owh sayang, cepat ganti bajunya. Sana pergi ke kamar. Malam ini menginap di sini kan?" ucap Ela yang hanya di balas anggukan oleh Emeli.


Emeli yang sudah merasa kedinginan walaupun hanya terkena hujan sebentar membuatnya segera pergi menuju kamar yang sudah di siapkan untuknya. Di sana juga sudah tersedia berbagai kebutuhan Emeli. Ela benar-benar sangat sayang pada Emeli hingga rela mengeluarkan jutaan rupiah hanya untuk merenovasi kamar khusus untuk anak angkatnya itu.

__ADS_1


"Jangan kunci pintunya, aku ingin berbicara denganmu nanti," ucap Justin dengan nada yang masih tak bersahabat.


__ADS_2