
Saat ini sikap Nardo sangat berbeda dari yang sebelumnya. Pria itu bersikap sangat datar dan sedikit arogan. Clara sampai merinding di buatnya.
"Darimana kau mengetahui masa laluku?" tanya Clara dengan tubuh yang semakin lama terpojok di dinding. Nardo terkekeh melihat wajah panik Clara yang sudah terpojok.
"Kau tidak perlu tau darimana aku mengetahuinya sayang! yang harus kau tau saat ini adalah, kau harus mau menyerahkan hak-hak malam ini juga!" ucap Nardo dengan penuh penekanan.
Clara dapat merasakan nafas Nardo yang menyentuh kulit lehernya. Tak hanya itu, Clara juga menelan saliva-nya sebab tubuhnya saat ini sudah terkurung di antara kedua tangan kekar Nardo yang sudah menyentuh dinding.
"Menjauh dariku sial*n!" umpat Clara sembari mendorong tubuh Nardo dengan sekuat tenaga.
Setelah berhasil terlepas dari kurungan Nardo, Clara pun segera melarikan diri ke salah satu kamar yang berada di presiden suite itu. Nardo yang mendapatkan penolakan Clara benar-benar merasa terhina. Pria itu sangat geram dengan wanita beranak satu itu.
__ADS_1
Dengan penuh emosi, Nardo pun mengejar Clara dan berhasil mencengkram lengannya. Clara memutar lengannya dari genggaman menyakitkan Nardo. Mau sekuat apapun tenaga yang di keluarnya, ia tak akan bisa mengalah tenaga dari seorang Nardo sebab tenaga Nardo lebih kuat dari tenaganya.
"Lepaskan, aku tidak mau!" Bentak Clara yang tak di hiraukan oleh Nardo. Dengan kasar bak kesetanan, Nardo pun menjatuhkan tubuh Clara di ranjang yang sudah bertabur mawar merah.
"Jangan mendekat bod*h!" Bentak Clara memundurkan tubuh-nya sembari terus memperhatikan Nardo yang melonggarkan dasinya.
"Ahk,,," teriak Clara ketika tangan Nardo berhasil menggapai tangannya kembali.
"Lepaskan!" ucapnya sembari terus memberontak.
Clara yang kaget terdiam di tempatnya dengan mata merah yang sedikit basah. Clara sangat syok dengan perlakuan kasar yang baru pertama kali ia dapatkan dari seorang pria selain Papa-nya.
__ADS_1
"Kau itu benar-benar wanita murah*n! pada pria lain saja kau begitu bersedia melayaninya, tetapi dengan suamimu sendiri, apa ini? huh! apa kau tidak malu pada dirimu yang hina ini!" Bentak Nardo dengan begitu kasarnya yang tanpa ia sadari membuat hati Clara sakit sebab mendengar penghinaan-nya.
"Berhenti menghinakanku b*jingan! jangan pernah mengungkit masa laluku sebab aku sudah tak berada di sana lagi!" Bentaknya berusaha melawan walaupun pada kenyataannya Ia sudah mendapatkan tamparan penuh amarah dari Nardo.
"Hhhhhh, kenapa? kau malu?" tanya Nardo dengan tangan yang sudah menyentuh dagu Clara hingga sedikit mendongak.
"Jauhkan tangan kotor-mu itu dariku bodoh!" ucap Clara sembari menepis tangan Nardo dari dagunya.
"Aku sudah tidak bisa menetralisir kekurangajaranmu lagi sayang!" ucapnya penuh penekanan lalu tanpa persetujuan Clara Nardo pun mengambil haknya secara paksa.
Mungkin bibir Clara terus menolak namun tidak dengan tubuhnya yang merespon setiap sentuhan-sentuhan halal yang di berikan Nardo padanya.
__ADS_1
Nardo yang melihat Clara terbaring pasrah menarik sudut bibirnya puas sebab bisa sedikit menyiksa gadis yang sudah menyakiti hati wanita yang di cintai-nya.
Jika saja bukan karena kebahagiaannya, aku mungkin sudah enggan menikah bahkan menyentuh tubuh murahan-mu ini wanita sial*n! Batin Nardo melakukan ibadah halalnya dengan sedikit kasar membuat Clara bukan menikmatinya namun malah tersiksa dengan perlakuannya.