
"Sayang," Clara memeluk Justin ketika adegan menyeramkan tampil.
"Tenanglah sayang," ucap Justin sudah memasukkan Clara ke dalam pelukannya.
Kenapa Justin melihatku seperti itu? batin Emeli yang sadar jika sahabatnya itu memperhatikan nya sendari tadi.
"Apa kamu mau mentari?" tawar Leo sembari menyodorkan cemilannya ke hadapan Emeli. Emeli yang tak fokus langsung kaget dan membuat makanan di tangan Leo terjatuh.
"Astaga, maafkan aku Leo," ucap nya merasa tak enak lalu segera turun dari kursinya untuk mengutip makanan yang berserakan.
"Biarkan saja Emeli, biarkan petugas kebersihan yang membereskannya," ucap Leo dengan santainya tanpa merasa marah sedikit pun pada Emeli.
__ADS_1
"Tidak Leo, ini semua karena kesalahanku, jadi aku harus bertanggung jawab dengan cara membersihkan nya," ucap Emeli membuat Leo tersenyum kagum akan sosok wanita yang berada di depannya itu.
Karena merasa kasihan dengan Emeli, Leo segera membantunya untuk mengutip semua makanan. Karena keadaan gelap membuat keadaan mereka seakan terlihat seperti orang yang tengah berciuman. Clara tersenyum melihat itu. Dengan isengnya, ia menggoyang lengan Justin sebagai isyarat agar segera menoleh mengikuti pandangan nya. "Emeli!" tegur Justin yang tak terima jika Emeli di cium Leo. Suara barinton Justin mengejutkan beberapa orang termasuk Emeli dan Leo.
Karena tak mau menjadi pusat perhatian, Justin segera menghampiri Emeli lalu menariknya ke luar bioskop. "Kita mau kemana jus?" tanya Emeli yang terlihat lelah mengikuti langkah panjang Justin.
"Ayo pulang!" ujarnya tanpa mengizinkan Emeli untuk berbicara. Emeli yang tau watak sahabatnya itu segera mengikuti kemauan nya.
"Aku juga tidak tau sayang jika kau dan calon suamimu itu juga berada di sini," ucap Patrick sembari mengamati wajah cantik nan menggoda Clara. tanpa meminta izin, seperti biasanya Patrick langsung menyambar buah ceri Clara. Clara tersenyum lalu membalas ciuman Patrick.
Tiba-tiba saja lampu bioskop menyala pertanda film sudah selesai. Patrick dan Clara langsung melepaskan ciumannya satu sama lain dengan saling membalas senyum yang seperti mengartikan sesuatu. Karena tak ada kepentingan lagi, kini keduanya keluar dari bioskop itu dengan bergandeng mesra. Sepanjang jalan menuju jalan keluar mall hingga tiba di parkiran, tak henti-hentinya mereka menampilkan kemesraan di depan umum. "Kita mau kemana sayang?" tanya Clara dengan tatapan nakalnya.
__ADS_1
"Tentu saja ke kamar kesayangan kita," ucap Patrick lalu menancap gas mobilnya menuju apartemen mewahnya.
Setelah berada di sana terjadinya perzinahan yang sering mereka lakukan. Tak ada rasa bersalah sedikitpun di hati Clara karena telah berkali-kali menghianati Justin.
Di sebuah taman terlihat Justin dan Emeli menikmati semangkuk es krim setelah melewati perdebatan yang cukup mengeringkan tenggorokan mereka. Emeli tak habis fikir dengan sahabatnya yang cemburuan itu. Bisa-bisanya Justin takut jika orang lain merebut sahabatnya. Justin tak ingin hubungannya dengan Emeli merenggang disebabkan orang ketiga, ke empat, kelima, dan seterusnya. Sedikit egois sih, tetapi itulah caranya mempertahankan Emeli.
Sesekali dua sejoli itu saling melepaskan tatapan penuh permusuhan. "Wek,,," ejek Emeli yang di balas dengan dengan dengusan dingin. "Emeli ayo kita naik bebek di danau itu," ajak Justin membuat Emeli mengangguk cepat. Hilang sudah kemarahan dan kekesalan hatinya pada Justin.
Seakan melupakan kekesalan satu sama lain, kedua sejoli itu berlari kecil bagaimana sepasang kekasih. Tak jarang keduanya saling jahil dan melompat kecil di taman luas itu. "Ih,,, Jus!" kesalnya tetapi kembali tertawa.
"Kejar aku Ceria," ucapnya sembari tertawa.
__ADS_1
"Awas kau ya!" ucapnya terdengar memberikan peringatan.