
"Berapa kali aku katakan padamu, jangan terlalu akrab dengan orang yang baru saja kau kenal, apalagi ia seorang pria!" ucapnya seperti kereta api.
Anak ini sudah seperti ustadz saja! batin Emeli namun ia berusaha menahan dirinya agar tak menimbulkan keributan pada Justin.
"Iya Jus, tetapi menurut ku Leo adalah pria yang baik, kenapa aku harus berfikiran buruk tentangnya?" jawab Emeli membuat Justin berdecit tak suka.
__ADS_1
"Kau ini susah sekali di bilangin. Apa kau sudah bosan bersahabat denganku?" tanyanya membuat Emeli sudah mencium bau-bau permusuhan.
"Tidak Jus,,,Maafkan aku. Jangan marah lagi. Mungkin saja apa yang kau katakan benar, cuma aku saja yang terlalu keras kepala," ucap Emeli yang memilih mengalah membuat mood Justin kembali bagus. Bahkan kini pria tampan nan gagah itu kembali tersenyum bahkan mengalihkan panggilan suara ke panggilan video. Dan seperti biasanya, hampir setia malam mereka menghabiskan waktu untuk bercerita banyak hal termasuk membahas mengenai film horor yang sempat mereka tonton sebelumnya.
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, kini hari yang di tunggu-tunggu semua orang telah tiba. Hari ini adalah hari dimana Justin dan Clara meresmikan hubungan mereka yang dari hubungan haram menjadi halal. Sesuai keputusan kedua pihak, Clara maupun Justin memutuskan melangsungkan pernikahannya di hotel mewah berbintang lima.
__ADS_1
Semua keluarga sudah siap untuk pergi menuju hotel dengan seragam yang sama. Mereka terlihat sangat anggun namun berkelas. Karena Justin belum turun, Emeli segera menyusulnya ke kamarnya di lantai atas. Tanpa mengetuk pintu, Emeli masuk ke kamar itu. Ia terlihat kagum dengan ketampanan sahabat sekaligus pujaan hatinya yang tak bisa ia gapai. Tanpa permisi air mata Emeli jatuh membuat Justin yang melihat itu langsung mendekati gadis itu.
"Ceria, apa kau baik-baik saja? kenapa kau menangis?" tanya Justin dengan suara lembutnya dengan tangan yang sudah menghapus air mata di pipi Emeli.
Emeli menggeleng pelan dengan senyum dan air mata yang terlihat begitu jelas. Bibirnya mungkin bisa menutupi lukanya tetapi matanya tak bisa berbohong jika ia benar-benar sedih dan patah hati. "Aku bahagia sekaligus sedih karena sahabatku akan menikah dan pasti akan melupakanku," ucapnya sedikit berbohong membuat Justin langsung menarik Emeli kedalam pelukannya. "Jangan berfikiran seperti itu Ceria, walaupun aku sudah menikah, aku tak akan melupakan persahabatan kita. Apa kau percaya padaku?" ucap Justin mencoba meyakinkan Emeli membuat gadis itu mengangguk rapu.
__ADS_1
"Sudah, mari kita ke bawah. Seluruh keluarga sudah menunggu kita," ajak Emeli yang langsung di angguki Justin.
Tak ingin membuat semuanya menunggu lebih lama lagi, Emeli maupun Justin bergegas turun ke bawah. Setelah semuanya sudah siap, kini mereka segera pergi menuju hotel tempat pernikahan di adakan. Emeli terlihat setia berada di samping Justin. Tanpa ada yang sadari, air mata Ela jatuh karena merasa harapannya bermenantukan Emeli tak akan pernah terwujud. Ela sangat yakin jika di antara keduanya terdapat cinta satu sama lain, namun keduanya saja tak menyadarinya. Tepatnya, Justinlah yang tak menyadari jika ia sudah menyimpan perasaan cinta untuk Emeli.