
Lakukanlah yang terbaik Justin, ini adalah kesempatan yang tidak boleh kau sia-siakan. Dia diam dan tak lari lagi darimu karena ia memberikanmu kesempatan untuk meminta maaf dan mengakui semua kesalahanmu. Batin Justin lalu meneguk air liur nya sendiri seakan gugup untuk mengucapkan kalimatnya.
"Huh," ia pun membuang nafasnya lalu meraih kedua tangan Emeli. "Sayang, maafkan aku, aku menyesali semua Perbuatanku, hiks, aku sangat mencintaimu, aku ingin memulai semuanya dari awal. Hiks," ucapnya sembari menghapus air matanya dengan salah satu lengannya. "Sayang," ucap Justin sembari mencegah Emeli untuk bangkit dari duduknya. Emeli pun kembali duduk tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Sayang,,, aku tidak jadi menikahi Clara, aku salah sayang, aku berdosa karena telah menyakiti hati wanita sebaik dirimu sayang. Maafkan aku yang tidak pernah peka akan perasaanmu selama ini. Maafkan segala ucapan dan perbuatanku yang sudah melampaui batas. Hiks, aku mengatakan ini benar-benar tulus dari hatiku sayang," ucap Justin lalu mengecup kedua tangan Emeli secara bergantian.
"Tuan," panggil Riko yang tiba-tiba saja menggangu momen romantis Justin bersama Emeli.
Sih sialan ini tidak tau apa jika aku tengah berusaha mengambil hati istriku! Batin Justin sembari menutup matanya sesaat seakan menahan rasa geram dan kesal di hatinya.
__ADS_1
"Tuan," panggil Riko lagi membuat Justin langsung menatapnya dengan tajam.
"Ada apa?" tanyanya dengan nada rendah sebab ia tak ingin Emeli menganggap dia hanya berpura-pura.
"Tu-" belum lagi kalimatnya terucap dengan sempurna, Justin lebih dulu memotongnya.
"Pergilah, apakah kau tidak melihat jika aku tengah bersama istriku!" ucapnya dengan nada rendah namun penuh dengan penekanan.
"Deg!" Justin refleks tersungkur ke belakang dengan wajah terkejut. Hatinya seakan di setrum belut listrik. Orang yang berada di depannya tersenyum malu-malu bercampur bahagia. Walaupun ia tak mengerti dengan apa yang di ucapkan Justin, namun ia tau jika pria itu tengah mengungkapkan perasaannya pada dirinya.
__ADS_1
"Siapa kau?" tanya Justin masih dengan ekspresi terbodohnya.
"Saya Sterla Tuan tampan," ucapnya dengan suara khasnya namun mampu membuat pria manapun jijik dan ilfil dengannya termasuk Justin yang kini berusaha menjauh dari wanita jadi-jadian itu. Ya, orang yang di sangka Justin adalah Emeli ternyata adalah pisang layu yang kekurangan sinar matahari.
"Apa yang ingin kau lakukan, menjauh dariku!" ucap Justin dengan wajah takutnya dengan tubuh yang terus mundur. "Ah,,," teriak Justin ketika Sterla berhasil menggapai kaki berototnya.
Di kursi lain yang juga berada di sekitar danau itu, terlihat Emeli dan Leo saling menatap seakan berkata, 'Apakah kau juga mendengar suara teriakan itu?' begitu lah yang di tangkap oleh keduanya. Tak ingin terjadi sesuatu, Emeli maupun Leo segera pergi ke asal suara.
"Ah,,," teriak Justin kembali sembari meminta tolong pada Riko agar segera membantunya untuk menjauh dari Sterla yang merasa gemas dengan sikapnya. Sterla merasa jika Justin kini tengah malu-malu padanya sebab telah mengungkapkan perasaannya hingga mengeluarkan air matanya.
__ADS_1
"Lepaskan tangan jelekmu itu!" bentak Justin sembari menendang tangan Sterla membuat pisang layu itu mengerang kesal padanya. Bukankah pria itu yang terlebih dahulu menyamperinya dan mengungkap perasaannya, namun kenapa setelah semua selesai ia malah bersikap buruk padanya.