CINTA-ku Terhalang Persahabatan

CINTA-ku Terhalang Persahabatan
Kejahatan Nita


__ADS_3

"Hhhhh, akan seru sekali melihatmu tanpa bantuan medis ini," ucap Nita tertawa puas sembari terus berjalan mendekati Clara.


Jangan, kumohon, jangan lakukan itu, hiks. Batin Clara mulai mengeluarkan air matanya membuat Nita semakin yakin jika Clara benar-benar mendengarnya.


Dasar bodoh! padahal tadi aku mengira dia tidak mendengarku, ternyata dia benar-benar mendengar ucapanku. Baiklah Nita, mungkin lebih baik kau takut-takuti saja dia agar dia bertambah sakit karena stress. Hhhhh. Batin Nita tersenyum devil sembari terus memperhatikan Clara yang masih menangis.


Nita semakin mendekatkan tubuhnya pada Clara lalu perlahan tangannya mulai menyentuh dada Clara dengan ujung jari telunjuknya. Dengan isengnya wanita ular itu mengetuk dan menggoyangkan tubuh Clara seakan memastikan jika Clara benar-benar lumpuh.


Apa yang ingin dia lakukan? kenapa dia terus menekan dadaku. Sakit sekali,,, Batin Clara ingin mengadu namun ia tak dapat mengalirkan rasa sakitnya sebab tubuhnya seperti tidak berfungsi.

__ADS_1


"Kenapa? kau suka di pijat-pijat begini?" tanya Nita mulai menampilkan wajah suram nan menyebalkannya.


Kumohon hentikan, ini sakit sekali,,, huhu, jeritnya dalam hati dengan tangan yang berusaha di gerakan namun sayang, hanya jari jemarinya saja yang berfungi.


"Kasihan nggak bisa bergerak! kenapa nggak sekalian mati saja!" ucap Nita berhasil menggores luka di hati Clara.


Nita menaikan satu alisnya seakan menunggu tanggapan Clara melalui pergerakannya. "Dasar cacat, kalau nggak bisa bergerak ya jangan di paksa! Cacat-cacat saja kali!" ucap Nita dengan sangat pedasnya lalu segera melepaskan impus Clara. Setelah berhasil melepaskan infus Clara, Nita pun segera keluar dari rumah rawat itu dalam keadaan yang sangat puas dan bahagia.


Di luar rawat Clara, terlihat Leo baru saja kembali dari kantin rumah sakit, di saat berada di lorong ruang rawat Clara, tiba-tiba saja seorang wanita menabraknya lalu pergi tanpa meminta maaf. Leo terlihat heran sembari memperhatikan wanita yang berjalan dengan cepat meninggalkannya.

__ADS_1


"Kenapa wanita itu seperti tak asing? darimana dia? ah, sudahlah, tak penting!" gumam Leo lalu melanjutkan langkahnya menuju ruang rawat Clara.


"Cklek, sayang aku kembali," ucap Leo yang seketika membuat raut wajah Clara berbinar.


"Sayang!" ucap Leo terkejut melihat kondisi Clara yang terlihat sangat memprihatinkan. Darah berceceran memenuhi lantai. Dengan cepat Leo berlari mendekati Clara lalu menutup bekas infus di tangan Clara dengan pakaiannya, di sela-sela itu Leo juga menekan tombol darurat agar dokter dan perawat segera datang melihat kondisi Clara.


Nardo, sakit banget,,, hiks, Batin Clara menangis merasakan beberapa titik tubuhnya mulai merasakan rangsangan.


Leo yang melihat air mata keluar dari ujung mata Clara segera menghapusnya. "Sayang, maafkan aku telah meninggalkanmu sendirian disini, hiks," ucap Leo tanpa sadar mengeluarkan air mata penyesalan sebab karenanyalah Clara menjadi seperti itu.

__ADS_1


"Hiks-hiks-hiks, akulah suami yang bodoh. Aku suami yang tidak berguna, hiks, maafkan aku sayang, hiks," ucapnya dengan sesenggukan sembari menciumi wajah Clara.


"Jangan menyalahkan dirimu sayang, ini sudah menjadi takdirku, jika sata aku di berikan kesempatan untuk hidup normal, pastilah aku akan menatap ulang semuanya dan memperbaiki apa yang pernah rusak, hiks," Batin Clara sembari mengingat Allah di dalam hati dan benaknya.


__ADS_2